Anggota DPRD Sumba Tengah Menilai Aksi Teror Bom Makasar Ingin Merusak Persatuan dan Kesatuan NKRI

- Jurnalis

Senin, 29 Maret 2021 - 11:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Waibakul, Savanaparadise.com,- Teror bom terjadi di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3). Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi bom bunuh diri terjadi sekitar pukul 10.00 WITA atau pukul 09.00 WIB. Banyak kalangan mengutuk dan mengecam keras akan tragedi tersebut dan menilai sangat tidak manusiawi, karena sangat mengganggu psikologi umat kristien, dimana lagi merayakan hari raya Minggu Palma.

Pernyataan yang sama, juga dilontaran oleh Anggota DPRD Kabupaten Sumba Tengah, Umbu Kabalu Daungu Niga, melalui keterangan resminya, ketika di wawancarai oleh Savanaparadise.com, Minggu (28/03/2021), menyampaikan turut prihatin kepada korban jiwa dan sangat menyesalkan atas kejadian ini.

“Saya mengutuk keras atas aksi bom bunuh diri yang terjadi di halaman Gereja Katedral Makassar,” ujar politisi PDI Perjuangan ini.

Selain itu, Umbu berharap kepada Kepolisian untuk segera mengungkap dan bergerak cepat terhadap motif aksi bom bunuh diri tersebut.

“Dan juga jika ini melibatkan (Aktor intelektual) jaringan atau kelompok tertentu, maka harus dibasmi sampai ke akar-akarnya,” pintanya.

Anggota Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Sumba menghimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan jangan mengkaitkan aksi teror bom bunuh diri ini dengan agama manapun. Sebab menurutnya kejadian ini bertentangan dengan nilai dan ajaran agama manapun.

“Saya tidak ingin ada mindset apapun terhadap kejadian ini yang dikaitkan oleh dorongan perilaku suatu agama, suku atau etnis apapun,” katanya.

“Saya sangat berkeyakinan ini ulah dari orang atau oknum yang tidak bertanggung jawab,” sambunya.

Senator muda tersebut juga dengan tegas menyatakan bahwa terhadap kegiatan, aktifitas serta tindak tanduk apapun yang merusak tatanan nilai kemanusiaan dan berpotensi mengancam persatuan dan kesatuan NKRI adalah musuh kita bersama.

Baca Juga :  Presiden RI, Jokowi Bantu 5 Unit Mesin Panen Padi Modern Untuk Petani Sumba Tengah

Menurutnya, Pemerintah tidak boleh tolerir terhadap aksi bom bunuh diri. Kejadian ini membuat luka bagi kita semua.

Sekali lagi dirinya berharap Kedepannya  kejadian-kejadian seperti  ini tidak boleh terulang lagi.

“Dan kita sebagai masyarakat juga mesti berperan aktif jika melihat atau mendengar gelagat yang tidak baik dilingkungan tempat tinggal untuk dapat dilaporkan kepada pihak berwenang,” tandasnya.

Menurut Anggota DPRD Kabupaten Sumba Tengah ini yang akrab disapa, Umbu Rinto, pluralisme harus kita junjung tinggi dalam kehidupan sehari-hari, sebab itu merupakan identitas kita sebagai masyarakat Indonesia. Tidak ada pembenaran atau dalil atas apapun terhadap sikap yang menyakiti orang lain.

“Maka saya meminta kepada pemerintah bersama tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan lainnya untuk dapat menanamkan sekaligus menularkan sikap ini kepada setiap warga negara kita Indonesia,” tutupnya.

Penulis: Umbu Sorung

Berita Terkait

SPK Bantu Gereja Portable, Jemaat GKS Wee Rame Akhirnya Miliki Tempat Ibadah Permanen 
Viktor Bungtilu Laiskodat Gelar Reses di Waingapu, Warga Sampaikan Aspirasi Pupuk hingga BBM
Reses di Sumba Tengah, Viktor Bungtilu Laiskodat Dorong Pertanian dan Pariwisata sebagai Penggerak Pembangunan
Bank NTT Serahkan Bantuan Tempat Sampah Dukung Program Kebersihan SBD
Bertemu Puluhan Ribuan Rakyat di SBD, SPK Janji Bantu Sekolah Anak NTT Jadi Tentara
Raja Moni di Ende Pastikan Kemenangan Paket SIAGA
Suka Cita Warga Kampung Adat Rendu, Nagekeo  Dikunjungi Paket SIAGA
Dukungan Terus Mengalir, Relawan di Ngada Satu Hati Menangkan Paket SIAGA
Berita ini 1 kali dibaca