Pengancaman Wartawan Tempo, Masyarakat NTT Minta Pelaku Dipolisikan

- Penulis

Sabtu, 4 Oktober 2014 - 11:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, Savanaparadise.com,- Pengancaman yang dialami wartawan Tempo, Yohanes Seo oleh Direktur Novanto Centre mendapat tanggapan beragam dari masyarakat luas di NTT. mayoritas pendapat di Jejaring social facebook , masyarakat meminta kepada korban pengancaman beserta organisasi Profesi wartawan agar melaporkan Direktur Novanto Center, Muhamad Ansor ke pihak yang berwajib agar menimbulkan efek jera.

“Buat Laporan Polisi tentang Pengancaman, di mana kebebasan Pers terancam, maka wajib hukumnya di laporkan di Proses secara hukum. Pers harus bersatu melawan intimidasi terhadap kebebasan Pers, tulis salah satu acount facebok, Samindrus Samindrus pada group facebok Sumba Dalam Berita.

Pada komentar lainnya acout atas nama Irwan Come mengatakan Pers dimana mana dianggap sebagai musuh. padahal menurutnya yang disampaikan suatu koreksi kepada semua.

“ Kepada teman teman pers tetap jalani profesimu dengan teguh dan tidak takut,” kata Irwan dalam komentarnya, Sabtu, 04 Oktober 2014.

Irwan Come malah berharap tindakan tidak terpuji yang dilakukan oleh Muhamad Ansor selaku Direktur Novanto centre harus di usut tuntas. “ Kami mendukung kalian. Kasusnya usut tuntas,” katanya.

Senada dengan irwan Come, akun Umbu Sumba menyayangkan tindakan Muhamad Ansor sebagai politisi dari Partai Golkar. Baginya tindakan pengancaman tersebut. “ Sangat memalukan tindakan politisi Golkar,” katanya.

Seperti diberitakan, Direktur Novanto Center Muhamad Ansor yang juga anggota DPRD NTT dari Fraksi Partai Golkar Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat, 3 Oktober 2014 sekitar pukul 14.00 Wita mengancam akan menghabisi wartawan Tempo, Jhon Seo.

Melalui telepon, Muhamad Ansor mengancam akan mencari wartawan Tempo.
“Saya akan cari kau. Kau tahu keluarga saya. Kau tahu Saya orang Alor,” kata Muhamad Ansor melalui telepon genggamnya.

Ansor mengancam wartawan Tempo terkait pemberitaan yang dilansir Tempo, Jumat, 3 Oktober 2013 dengan judul “Gurita Bisnis Setya Novanto di NTT” dan berita lanjutan “Novanto Center akui Gurita Bisnis Setya Novanto”.
Muhamad Ansor via telepon juga mengancam wartawan Tempo akan mencarinya, dan menghabisinya. Bahkan dia menghardik wartawan Tempo telepon tersebut.

“Kau tahu saya tidak. Saya dan keluarga akan cari kau,” katanya berulang kali.(SP)

Berita Terkait

Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan
Rapat Dinas DKP Gagal Total,Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Ogah Hadir
DPRD NTT Bantah Intervensi Kenaikan Tarif, Komisi II “Sidang” Kadis DKP Soal Polemik Pergub
Miris, Kadis Perikanan Undang Rapat Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Hanya Lewat WhatsApp
Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Minta Melki Lakalena Jangan Bikin Susah Sesama Ana Oeba 
Politeknik St. Wilhelmus Boawae Cetak 126 Lulusan Baru, William Yani Wea: “Jangan Berhenti Belajar!”
Sulastri Sebut Kenaikan Tarif 300 Persen Karena Masukan DPRD NTT, Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Meradang
Sulastri Sebut Pergub 33/2025 Terbit Berdasarkan Masukan Resmi DPRD NTT
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 30 September 2025 - 21:39 WIB

Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan

Selasa, 30 September 2025 - 18:40 WIB

Rapat Dinas DKP Gagal Total,Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Ogah Hadir

Selasa, 30 September 2025 - 12:44 WIB

Miris, Kadis Perikanan Undang Rapat Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Hanya Lewat WhatsApp

Selasa, 30 September 2025 - 06:59 WIB

Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Minta Melki Lakalena Jangan Bikin Susah Sesama Ana Oeba 

Senin, 29 September 2025 - 21:58 WIB

Politeknik St. Wilhelmus Boawae Cetak 126 Lulusan Baru, William Yani Wea: “Jangan Berhenti Belajar!”

Berita Terbaru