Pertama di  NTT, RS Siloam Tangani Pasien Batu Ginjal Tanpa Operasi

- Penulis

Rabu, 4 Desember 2019 - 18:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, Savanaparadise.com,- Rumah Sakit Umum (RSU) Siloam Hospital Kupang kini punya layanan urologi tanpa operasi  pertama dan satu-satunya di NTT. kini pasien batu ginjal bisa ditangani oleh Siloam tanpa harus melalui operasi.

Direktur RS Siloam Kupang, Hans Lie kepada wartawan dikupang mengatakan Siloam Kupang sudah memiliki alat Ekxtracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL) atau lebih dikenal dengan Gelombang kejut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Penyakit batu ginjal di NTT cukup tinggi, sehingga RS Siloam menyiapkan mesin kejut tanpa operasi untuk tangani sakit ini,” ujarnya kepada puluhan wartawan, Rabu, 4 Desember 2019.

 

Menurut dia, pihaknya telah menangani sebanyak 11 pasien yang batu ginjal menggunakan mesin kejut ini.  Penanganan pasien batu ginjal, kata Hans, selain pasien swasta atau umum, RS Siloam juga tangani pasien BPJS Kesehatan.

Urologist Rumah Sakit Siloam Kupang, dr. Erik Hutauruk  mengatakan sesuai hasil penelitian yang dilakukannya, masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) sangat rentan terhadap penyakit batu ginjal.

 

“Masyarakat NTT pada umumnya minum air tanah bukan air kemasan, sementara air tanah di NTT zat kapurnya sangat tinggi, hal ini dapat memicu terjadinya batu ginjal”, jelas dr. Erik.

Spesialis Urologi ini menyarankan agar seluruh masyarakat mengkonsumi air kemasan yang sudah melalui proses distilasi.

“Agar terhindar dari batu ginjal, jangan minum air sumur atau air tanah, minum air kemasan 2 liter per hari”, imbaunya.

“Gelombang kejut ini dikonsentrasikan di sekitar ginjal yang berguna untuk menghancurkan batu ginjal menjadi pecahan-pecahan yang lebih kecil sehingga dapat dikeluarkan bersama urine”, jelas dr. Erik.

Wakil ketua Komisi V DPRD Provinsi NTT, Kristin Pati, menyampaikan apresiasi kepada management Rumah Sakit Siloam yang telah menghadirkan ESWL untuk membantu masyarakat NTT.

“Saya berharap hal ini menjadi perhatian pemerintah. Semoga Rumah Sakit W. Z Yohanes dan S. K Lerik segera memiliki alat ini, agar masyarakat dapat terbantu, mengingat NTT sangat rentan terhadap penyakit batu ginjal”, tegas Kristin.

Berita Terkait

Edukasi Keuangan di Sumba Tengah, Julie Laiskodat Ingatkan Bahaya Pinjol Ilegal
Lantik Flouri Rita Wuisan, Gubernur NTT Minta Bank NTT Tingkatkan Kontribusi bagi Daerah
Bank NTT Terima Apresiasi ILO, Pembiayaan Petani Rumput Laut di Sumba Timur Catat NPL 0 Persen
Portofolio Kredit Rp79 Miliar Terdampak Gempa Flores, Bank NTT Siapkan Restrukturisasi
Bank NTT dan Jamkrida NTT Teken Kerja Sama Pengalihan Hak Tagih
Bank NTT Bahas Kemungkinan Relaksasi Kredit bagi Debitur dan Pelaku UMKM Terdampak Gempa Flores
Rekor MURI Pecah, 220 Ribu Siswa NTT Serentak Menabung di Bank NTT
Laba Bank NTT Naik 31,94% pada Semester I, Efisiensi dan Transformasi Bisnis Dongkrak Kinerja

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:39 WIB

Edukasi Keuangan di Sumba Tengah, Julie Laiskodat Ingatkan Bahaya Pinjol Ilegal

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:45 WIB

Lantik Flouri Rita Wuisan, Gubernur NTT Minta Bank NTT Tingkatkan Kontribusi bagi Daerah

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:25 WIB

Bank NTT Terima Apresiasi ILO, Pembiayaan Petani Rumput Laut di Sumba Timur Catat NPL 0 Persen

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:24 WIB

Portofolio Kredit Rp79 Miliar Terdampak Gempa Flores, Bank NTT Siapkan Restrukturisasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:49 WIB

Bank NTT dan Jamkrida NTT Teken Kerja Sama Pengalihan Hak Tagih

Berita Terbaru

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas IV Ende, melalui Penata Layanan Operasional, Muhamad Ramadhan dan Plt. Kepala Cabang PELNI Ende, Haikal M. Djibran saat memberikan keterangan pers kepada sejumlah awak media (Foto; Mateus Bheri/SP)

Ende

KM Lawit Tabrak Dermaga, Kondisi Kapal Rusak dan Bocor

Sabtu, 31 Okt 2026 - 16:34 WIB