Yayasan PGRI NTT Lapor Samuel Haning Ke Polda NTT

- Penulis

Kamis, 16 Januari 2014 - 22:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

lorens mega man

lorens mega man

Kupang, Savanaparadise.com,- Ketua Yayasan PGRI NTT, Soleman Radja dan Kuasa Hukum Lorens Mega Man, melaporan Rektor PGRI NTT, Samuel Haning, atas dugaan penggelapan uang Yayasan PGRI dari tahun 2010 sampai 2013 sebesar Rp. 808.428.659,04 (Delapan Ratus Delapan Juta Empat ratus Dua Puluh Delapan Ribu enam ratus lima puluh sembilan rupiah) dari total penggelapan uang untuk YPLP PT. PGRI NTT. dengan rincian Tahun 2010 sampai 2012 sebesar Rp. 511.059.585,77 dan Uang Iuran YPLP PT. PGRI NTT tahun 2013. Dan uang Iuran untuk pengurus PGRI NTT tahun 2010 sampai 2012 sebesar Rp. 292.369.073,27.

Ketua Yayasan yang di dampingi kuasa hukum saat mendatangi Mapolda NTT, Kamis (16/1) sekitar pukul 13:00 wita, langsung mendatangi KSPK Polda NTT untuk melaporkan dugaan penyalagunaan uang Yayasan PGRI.

Dalam laporan Polisi dengan nomor Polisi LP. 19 SPKT/ 1/ 2014, tentang dugaan penggelapan uang yayasan PGRI NTT.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kuasa hukum ketua Yayasan PGRI NTT, Lorens Mega Man, usai melaporkan di Mapolda NTT mengatakan Belum bisa memberikan keterangan di Mapolda.

Baca Juga :  Mindriyati Astiningsih Laka Lena Ajak Orang Tua Perkuat Perlindungan Anak Lewat Parenting dan Literasi Digital

Dia meminta wartawan untuk mendatanginya di kantor Lorens Mega Man di jalan Cak Doko Nomor. 15 A Kelurahan Oebobo, Kota Kupang.

“Kita melaporkan kasus penggelapan uang yayasan PGRI oleh Rektor PGRI dari tahun 2010 sampai 2013. Dalam laporan ini ada dua dugaan yakni penggelapan yang mengarah kepada tindakan korupsi”, ujar Mega man, ketika ditemui wartawan di kantornya, kamis petang.

Sosok pengacara yang akrab di sapa LMM ini mengatakan, isi laporan ke Polda soal dugaan penggelapan yang dilakukan oleh Pimpinan Universitas PGRI yaitu terjadinya penipuan dan penggelapan uang untuk YPLP PT. PGRI NTT Tahun 2010 sampai 2012 sebesar Rp. 511.059.585,77 dan Uang Iuran YPLP PT. PGRI NTT tahun 2013.
Dilaporkan juga uang Iuran untuk pengurus PGRI NTT tahun 2010 sampai 2012 sebesar Rp. 292.369.073,27,.

“ Dari total jumlah secara keseluruhan dalam laporan tersebut, YPLP PT. PGRI NTT Tahun 2010 sampai 2012 Rp.511.059.585,77 ,- dan uang Iuran untuk pengurus PGRI NTT tahun 2010 sampai 2012 sebesar Rp. 292.369.073,27, sehingga total semua Rp. 808.428.659,04 lebih,” paparnya.

Baca Juga :  Media Penyiaran Berperan Penting dalam Penyebarluasan Informasi Pemilu

Dikatakannya, dugaan penyelewengan keuangan yang dilakukan dari pos-pos pemasukan tahun 2010 sampai dengan 2013 sebagai berikut, yakni Uang pendaftara mahasiswa baru, Uang pembangunan, Uang SPP, Uang KKN, Uang Wisuda, Sumbngan Hibah dari pihak ketiga dan jenis pungutan lain. Dan Penggelembungan Harga (Mark-Up).

Selain itu kata LMM, Bantuan atau subsidi dari pemerintah Yakni penerimaan semester ganjil 2011/2012 pada bulan desember 2011, beasiswa dari kopertis sebesar Rp. 75.000.000, bantuan dari pemda Rp. 3.684.000.000. Penerimaan semester ganjil atau genap 2011/2012 pada bulan januari 2012 yakni bantuan Operasional dari Kopertis Wilayah VIII Rp.100.000.000, dan bantuan dari pemda sebesar Rp.100.000.000.

Rektor PGRI NTT, Samuel Haning, yang dikonfirmasi melaui layanan short masage service hanya menjawab “ mantap lanjutkan”, .
Ketika ditanya soal langka hukum yang akan ditempuhnya terkait dengan laporan tersebut, Samuel Haning mengatakan sebagai WNI (warga negara indonesia, Red) wajib kita junjung tinggi proses hukum.

“ sebagai WNI kita wajib kita junjung tinggi negara hukum di indonesia”, ujarnya singkat.(SP)

Berita Terkait

Mindriyati Astiningsih Laka Lena Ajak Orang Tua Perkuat Perlindungan Anak Lewat Parenting dan Literasi Digital
Media Penyiaran Berperan Penting dalam Penyebarluasan Informasi Pemilu
Universitas Dhyana Pura Bali Tradisi Ora et Labora Lewat Ibadah Rabuan
Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada
Akademisi Koreksi Pernyataan Fraksi Golkar DPRD Ngada Terkait Pelantikan Sekda
Panas! Bupati Ngada Abaikan Penunjukan Gubernur, Watu Ngebu Tetap Dilantik Jadi Sekda
Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah
VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit
Berita ini 6 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:14 WIB

Mindriyati Astiningsih Laka Lena Ajak Orang Tua Perkuat Perlindungan Anak Lewat Parenting dan Literasi Digital

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:58 WIB

Media Penyiaran Berperan Penting dalam Penyebarluasan Informasi Pemilu

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:08 WIB

Universitas Dhyana Pura Bali Tradisi Ora et Labora Lewat Ibadah Rabuan

Senin, 9 Maret 2026 - 14:29 WIB

Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada

Minggu, 8 Maret 2026 - 08:59 WIB

Akademisi Koreksi Pernyataan Fraksi Golkar DPRD Ngada Terkait Pelantikan Sekda

Berita Terbaru