Ini Rekomendasikan DKP dan Mitra Untuk Laut Sawu

- Penulis

Selasa, 15 Desember 2015 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Diskusi akhir tahun yang di gagas oleh DKP
Diskusi akhir tahun yang di gagas oleh DKP

Kupang, Savanaparadise.com,- Dewan Konservasi Perairan (DKP) bersama para mitra yang hadir dalam diskusi akhir tahun, yang membahas bagaimana membangun jejaring kemitraan strategis antar kawasan konservasi perairan di propinsi NTT, merumuskan sedikitnya 7 poin untuk membangun kawasan perairan di NTT.

Wakil Gubernur NTT, Benny Alexander Litelnoni sebagai ketua DKP Provinsi NTT yang turut hadir dalam diskusi menyampaikan, Propinsi NTT memiliki luas wilayah laut yang sangat besar, jadi Pemerintah perlu bermitra dengan semua pihak untuk menjaga dan melindungi perairan NTT.

“Kita semua perlu mengawasi demi membangun sektor perairan laut dan kepariwisataan demi mendukung pertumbuhan perekonomian masyarakat NTT sendiri,” tuturnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Adapun poin-poin yang menjadi rekomendasi dalam diskusi tersebut setelah mengetahui semua persoalan dan yang dibutuhkan untuk menjaga dan membangun kawasan perairan NTT antara lain;

Pertama, Konservasi Taman Nasional Perairan (TNP) Laut Sawu menjadi tanggungjawab semua pihak (Pemerintah, Masyarakat, LSM, Pers) yang di lakukan secara koordinatif, sinergik dan kolaboratif berdasarkan tugas dan peran masing-masing (tidak mengikat).

Kedua, konservasi TNP laut Sawu di lakukan dengan tetap mempertimbangkan keuntungan ekonomi warga NTT dan eko wisata bahari

Ketiga, Pemerintah daerah perlu mendukung konservasi dengan kebijakan daerah (Anggaran dan Perda) yang berpihak pada pelestarian lingkungan darat dan perairan serta eko wisata bahari secara berkelanjutan.

Keempat, Publikasi media tentang konservasi dapat di lakukan secara rutin dan terencana demi pendidikan dan penyadaran konservasi bagi publik untuk keberlanjutan ekosistem TNP Sawu.

Kelima, Peningkatan kapasitas kelembagaan (ketrampilan dan pengetahuan konservasi). Keenam, Dewan Konservasi Perairan NTT perlu meningkatkan pengamanan perlindungan, pengawasan dengan melakukan kerjasama antar pihak keamanan (TNI).

Dan, ketujuh, Perlu adanya peningkatan penyediaan Sumber daya Manusia dan sarana prasarana yang memadai dalam mendukung pemantauan dan pengawasan di kawasan konservasi. (lorens)

Berita Terkait

Edukasi Keuangan di Sumba Tengah, Julie Laiskodat Ingatkan Bahaya Pinjol Ilegal
Lantik Flouri Rita Wuisan, Gubernur NTT Minta Bank NTT Tingkatkan Kontribusi bagi Daerah
Bank NTT Terima Apresiasi ILO, Pembiayaan Petani Rumput Laut di Sumba Timur Catat NPL 0 Persen
Portofolio Kredit Rp79 Miliar Terdampak Gempa Flores, Bank NTT Siapkan Restrukturisasi
Bank NTT dan Jamkrida NTT Teken Kerja Sama Pengalihan Hak Tagih
Bank NTT Bahas Kemungkinan Relaksasi Kredit bagi Debitur dan Pelaku UMKM Terdampak Gempa Flores
Rekor MURI Pecah, 220 Ribu Siswa NTT Serentak Menabung di Bank NTT
Laba Bank NTT Naik 31,94% pada Semester I, Efisiensi dan Transformasi Bisnis Dongkrak Kinerja

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:39 WIB

Edukasi Keuangan di Sumba Tengah, Julie Laiskodat Ingatkan Bahaya Pinjol Ilegal

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:45 WIB

Lantik Flouri Rita Wuisan, Gubernur NTT Minta Bank NTT Tingkatkan Kontribusi bagi Daerah

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:25 WIB

Bank NTT Terima Apresiasi ILO, Pembiayaan Petani Rumput Laut di Sumba Timur Catat NPL 0 Persen

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:24 WIB

Portofolio Kredit Rp79 Miliar Terdampak Gempa Flores, Bank NTT Siapkan Restrukturisasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:49 WIB

Bank NTT dan Jamkrida NTT Teken Kerja Sama Pengalihan Hak Tagih

Berita Terbaru

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas IV Ende, melalui Penata Layanan Operasional, Muhamad Ramadhan dan Plt. Kepala Cabang PELNI Ende, Haikal M. Djibran saat memberikan keterangan pers kepada sejumlah awak media (Foto; Mateus Bheri/SP)

Ende

KM Lawit Tabrak Dermaga, Kondisi Kapal Rusak dan Bocor

Sabtu, 31 Okt 2026 - 16:34 WIB