Dimaki-Maki, Leburaya Tetap Bangun Hotel di Pantai Pede

- Penulis

Senin, 22 Juni 2015 - 13:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, Savanaparadise.com,- Gubernur NTT, Frans Leburaya tetap akan melanjutkan Pembangunan Hotel di pantai Pede. Menurutnya Pembangunan tersebut tidak merugikan siapa-siapa karena itu aset pemerintah Provinsi.

” Saya dimaki-maki karena mau bangun hotel di pantai Pede. sebagai Gubernur saya sudah tetapkan Labuan Bajo sebagai pintu Gerbang Pariwisata NTT. sebagai pintu gerbang maka harus dipersiapkan sarana perhotelan yang representatif,” Kata Leburaya Minggu, 21/06 dikupang.

Baca Juga :  Raih Runner Up Putra Pariwisata Indonesia 2026; Gilang Asal Ende Akui Peran Besar Levico Butik Antarkan Dirinya ke Podium Juara

Dijelaskannya Pemerintah propinsi didesak oleh DPRD supaya aset-aset dioptimalkan sehingga bermanfaat bagi daerah dan masyarakat.

” justru pembangunan hotel tersebut akan membuka lapangan pekerjaan yang baru, meningkatkan PAD bagi kabupaten Manggarai Barat,” Jelasnya.

Soal tuntutan penyiapan ruang publik, Leburaya mengatakan tetap akan memberikan akses bagi ruang publik.

” pembangunan membutuhkan dinamika dan tantangan dan kita tetap akan terus melakukan pembangunan,” kata Leburaya.(SP)

Berita Terkait

Raih Runner Up Putra Pariwisata Indonesia 2026; Gilang Asal Ende Akui Peran Besar Levico Butik Antarkan Dirinya ke Podium Juara
NTT Menyapa Dunia: Tour de EnTeTe 2025, Balap Sepeda Terpanjang di Indonesia
Merekam Kegiatan Launching Pekan Ende Street Festival
Gubernur Melki Laka Lena Ingin Majukan Ekonomi Lokal Lewat Pariwisata
Wagub NTT Harap Hadirnya Resort Di Labuan Bajo Serap Tenaga Kerja Lokal
Dua Gubernur, NTT Dan DKI Jakarta Bahas Peluang Investasi Serta Bisnis
Sakral Dan Penuh Makna, Kapolda NTT Pantau Langsung Prosesi Laut Anta Tuan
Archipelago International Meluncurkan Promosi Bali Tranquil Stay Untuk Merayakan Hari Raya Nyepi 2024
Berita ini 7 kali dibaca
Tag :