Sejumlah Tokoh Masyarakat SBD Minta Putusan MK Di Tindak Lanjuti

- Penulis

Kamis, 26 September 2013 - 17:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, Savanaparadise.com,- Sejumlah perwakilan tokoh masayarakat asal Sumba Barat Daya hari ini menemui ketua DPRD NTT, Ibrahim Agustinus Medah, Gubernur NTT, Frans Leburaya, Ketua KPUD NTT, Jhon Depa dan Polda NTT. kedatangan tokoh masyarakat ini untuk menyampaikan aspirasi terkait kisruh pilkada kabupaten Sumba Barat Daya yang di pleno kan ulang.

Sebelumnya juga aksi serupa juga di lakukan oleh sejumlah Masyarakat Sumba Barat Daya ke gubernur NTT untuk membatalkan pelantikan Bupati terpilih sesuai putusan Mahkamah Kontitusi. bedanya, kali ini tokoh masyarakat meminta agar pelantikan Markus Dairo Talu dan Dara Tanggu Kaha untuk d lantik sebagaimana hasil putusan MK .

“ Hari ini KPUD Sumba barat daya menggelar review rekapitulasi atau pleno ulang ataupun versi apa pun yang hendak di lakukan oleh KPUD. Peristiwa ini mendorong lahirnya suasana yang mencekam lagi yang sangat menggangu aktivitas ekonomi masyarakat serta, anak-anak sekolah dan pelayanan kesehatan menjadi terganggu”, kata Welem Malo Lingu, salah satu tokoh masyarakat, ketika bertemu Ketua DPRD NTT, Ibrahim medah, kamis, 26/09, di Kupang.

Malo Lingu yang didampingi sembilan tokoh masyarakat ini mengatakan, apa yang di lakukan oleh KPUD Sumba Barat Daya sesungguhnya dalam konteks Pemilu Kada telah ada keputusan Mahkamah Konstitusi yang dalam pemahaman kami sebagai masyarakat sudah final dan mengikat. Bahkan kata Malo Lingu, berkas-berkas usulan pelantikan MDT-DT masih tertahan di tingkat Provinsi.

“ hal-hal yang di lakukan oleh KPUD atau ataupun siappun di SBD yang dapat menggangu seluruh pelayanan masyarakat agar bisa di ambil tindakan tegas jika hal tersebut tidak perlu lagi di lakukan karena sangat berpotensi menimbulkan konflik horisontal. “ Katanya.

Malo Lingu meminta agar proses yang seharus di tangani oleh pemerintah Provinsi bisa di percepat agar Bupati hasil pemilu kada di SBD bisa secepatnya di lantik dan melakukan pelayanan kepada Masyarakat.

Ketua DPRD NTT, Ibrahim Medah, dalam kesempatan itu mengatakan dirinya sudah berkoordinasi dengan KPUD NTT dan Gubernur NTT untuk terus berkoordinasi agar KPUD SBD, sejak perhitungan ulang yang dilakukan oleh pihak polres dalam kaitan tindak pidana, agar KPUD SBD tidak melakukan langka-langka di luar peraturan perundang-undangan dan inkonstitusional.

“ oleh karenanya perhitungan ulang surat suara tersebut tidak di benarkan. Saya berharap agar kita mengikuti saja ketentuan perundang-undangan yang berlaku dan resmi “, katanya.

Medah meminta sebaiknya KPUD Sumba Barat Daya agar konsisten dan tidak melakukanpleno ulang surat suara kalau tetap di lakukan juga, maka itu adalah tindakan yang melanggar perundang-undangan yang berlaku.

“ tindakan pleno ulang tersebut adalah sia-sia dan tidak di akui secara hukum”, tegas Medah.(SP)

Berita Terkait

Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan
Rapat Dinas DKP Gagal Total,Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Ogah Hadir
DPRD NTT Bantah Intervensi Kenaikan Tarif, Komisi II “Sidang” Kadis DKP Soal Polemik Pergub
Miris, Kadis Perikanan Undang Rapat Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Hanya Lewat WhatsApp
Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Minta Melki Lakalena Jangan Bikin Susah Sesama Ana Oeba 
Politeknik St. Wilhelmus Boawae Cetak 126 Lulusan Baru, William Yani Wea: “Jangan Berhenti Belajar!”
Sulastri Sebut Kenaikan Tarif 300 Persen Karena Masukan DPRD NTT, Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Meradang
Sulastri Sebut Pergub 33/2025 Terbit Berdasarkan Masukan Resmi DPRD NTT
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 30 September 2025 - 21:39 WIB

Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan

Selasa, 30 September 2025 - 18:40 WIB

Rapat Dinas DKP Gagal Total,Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Ogah Hadir

Selasa, 30 September 2025 - 12:44 WIB

Miris, Kadis Perikanan Undang Rapat Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Hanya Lewat WhatsApp

Selasa, 30 September 2025 - 06:59 WIB

Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Minta Melki Lakalena Jangan Bikin Susah Sesama Ana Oeba 

Senin, 29 September 2025 - 21:58 WIB

Politeknik St. Wilhelmus Boawae Cetak 126 Lulusan Baru, William Yani Wea: “Jangan Berhenti Belajar!”

Berita Terbaru