Pemprov NTT Seleksi Pengisian Tujuh JPTP

- Penulis

Rabu, 11 April 2018 - 08:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur NTT, Frans Lebu Raya

Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTT, melalui Bidang Pengembangan Karier Pegawai, menyelenggarakan promosi pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP), di lingkungan pemerintah provinsi (pemprov) NTT. Promosi pengisian JPTP (eselon II) tersebut dibuka bagi peserta yang berasal dari lingkup pemprov NTT dan pemerintah kabupaten/kota se-NTT.

Seleksi JPTP dilakukan secara transparan untuk mengisi kekosongan jabatan pada: 1). Kepala Dinas Perhubungan NTT; 2). Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika NTT; 3). Kepala Dinas Kesehatan NTT; 4). Kepala Badan Pengembangan SDM NTT; 5). Inspektur NTT; 6). Kepala Biro Hukum Setda NTT dan 7). Kepala Biro Kerjasama Setda NTT.

Pendaftaran untuk pengisian JPTP di lingkungan pemprov NTT telah dibuka sejak 20 Maret 2018 dan akan ditutup pada 12 April 2018 dan langsung dimulai dengan seleksi administrasi oleh panitia seleksi (Pansel). Proses dilakukan melelalui tahapan seleksi kompetensi managerial dan bidang serta wawancara dan akhirnya akan ditetapkan tiga calon JPTP untuk diajukan kepada Gubernur NTT.

Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya, ketika dikonfirmasi wartawan terkait pembukaan promosi pengisian JPTP, usai sidang paripurna DPRD NTT penyerahan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Gubernur NTT Tahun Anggaran 2017, Selasa (10/4), mengakui pengisian JPTP setingkat eselon II-a dan II-b sedang berlangsung dan masih dalam tahap pendaftaran peserta.

Baca Juga :  VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit

Gubernur Lebu Raya, menjelaskan saat ini terdapat kekosongan jabatan pada tujuh perangkat daerah di lingkungan pemprov NTT. Kekosongan jabatan tersebut, ungkap Gubernur, perlu segera diisi untuk mengatasi adanya kefakuman ditingkat JPTP.

Dikatakan Gubernur, pengisian posisi JPTP sangat penting untuk pengendalian penyelenggaraan jalannya pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan. Ini semua mengacu pada regulasi dan tentu nantinya harus mendapat persetujuan dari Menteri Dalam Negeri, di Jakarta.

“Saya berharap proses seleksi pengisian JPTP harus dipercepat. Nanti saya menanyakan kepada Sekda atau Pansel, prosesnya sudah samapai dimana dan apakah sudah ada yang mendaftar,” kata Lebu Raya.(HumasNTT)

Berita Terkait

Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada
Akademisi Koreksi Pernyataan Fraksi Golkar DPRD Ngada Terkait Pelantikan Sekda
Panas! Bupati Ngada Abaikan Penunjukan Gubernur, Watu Ngebu Tetap Dilantik Jadi Sekda
Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah
VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit
Perdes Masih Draf Uji Coba, Warga Suku Boti Mengaku Merugi Ratusan Juta
Akademisi Apresiasi Laporan Kinerja Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT, Dorong Standar Baru Akuntabilitas Politik
Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan
Berita ini 4 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 14:29 WIB

Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada

Minggu, 8 Maret 2026 - 08:59 WIB

Akademisi Koreksi Pernyataan Fraksi Golkar DPRD Ngada Terkait Pelantikan Sekda

Sabtu, 7 Maret 2026 - 09:48 WIB

Panas! Bupati Ngada Abaikan Penunjukan Gubernur, Watu Ngebu Tetap Dilantik Jadi Sekda

Rabu, 4 Maret 2026 - 13:04 WIB

Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah

Sabtu, 21 Februari 2026 - 15:08 WIB

VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit

Berita Terbaru