Hama Belalang Mulai Bermunculan di Sumba Timur

- Penulis

Selasa, 14 Juni 2016 - 21:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FB_IMG_1465908867433-1

Waingapu, Savanaparadise.com,- Hama Belalang mulai bermunculan di beberapa tempat di Kabupaten Sumba Timur. Kemunculan belalang dalam jumlah yang tidak wajar ini cukup membuat masyarakat setempat agak resah.

Di Yubuwai, Kecamatan Kahaungu Eti belalang bermunculan dalam jumlah yang cukup banyak. Belalang yang masih berukuran kecil kecil ini juga memenuhi badan jalan.

Menurut penuturan Warga Sumba Timur, Ariance Ina Rohi, Belalang mulai bermunculan sejak beberapa minggu yang lalu. Menurut Ariance yang merupakan Guru Sekolah Dasar (SD) ini belalang tersebut memenuhi ruas jalan raya di Yubuwai, kecamatan Kahaungu Eti.

” dua minggu lalu belalang sudah muncul.waktu itu saya dalam perjalanan menuju ke Sekolah untuk mengajar. jumlahnya sangat banyak tapi masih kecil-kecil. tapi kini sudah berukuran besar,” kata Ariance ketika di hubungi melalui saluran pertelepon , selasa malam, 14/06.

Foto : Ariance Ina Rohi
Foto : Ariance Ina Rohi

Dijelaskannya kemunculan belalang dalam jumlah banyak membuat masyarakat setempat mulai resah. Ariance berharap pemerintah setempat secepatnya melakukan usaha pencegahan agar tidak menyerang lahan pertanian milik warga.

Bupati Sumba Timur, Gidion Mbiliyora ketika dikonfirmasi membenarkan serangannya belalang di Sumba Timur. Menurut Gidion kemunculan belalang pertama di laporkan bermunculan di kecamatan Melolo.

Dengan jumlah sebaran yang mulai muncul di dua Kecamatan, Gidion mengatakan pemerintah sudah melakukan tindakan pencegahan.

” Sudah ada penanganan, muncul pertama itu di kecamatan Rindi,” Jelasnya.

Untuk diketahui, Beberapa tahun sebelumnya Kabupaten Sumba Timur, Pernah mengalami serangan Hama belalang. Belalang jenis kumbara ini pmenyerang tanaman pertanian. Pemerintah setempat melakukan tindakan pembasmian dengan menggunakan Pestisida. (SP)

Berita Terkait

Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan
Rapat Dinas DKP Gagal Total,Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Ogah Hadir
DPRD NTT Bantah Intervensi Kenaikan Tarif, Komisi II “Sidang” Kadis DKP Soal Polemik Pergub
Miris, Kadis Perikanan Undang Rapat Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Hanya Lewat WhatsApp
Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Minta Melki Lakalena Jangan Bikin Susah Sesama Ana Oeba 
Politeknik St. Wilhelmus Boawae Cetak 126 Lulusan Baru, William Yani Wea: “Jangan Berhenti Belajar!”
Sulastri Sebut Kenaikan Tarif 300 Persen Karena Masukan DPRD NTT, Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Meradang
Sulastri Sebut Pergub 33/2025 Terbit Berdasarkan Masukan Resmi DPRD NTT
Berita ini 3 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 30 September 2025 - 21:39 WIB

Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan

Selasa, 30 September 2025 - 18:40 WIB

Rapat Dinas DKP Gagal Total,Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Ogah Hadir

Selasa, 30 September 2025 - 12:44 WIB

Miris, Kadis Perikanan Undang Rapat Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Hanya Lewat WhatsApp

Selasa, 30 September 2025 - 06:59 WIB

Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Minta Melki Lakalena Jangan Bikin Susah Sesama Ana Oeba 

Senin, 29 September 2025 - 21:58 WIB

Politeknik St. Wilhelmus Boawae Cetak 126 Lulusan Baru, William Yani Wea: “Jangan Berhenti Belajar!”

Berita Terbaru