DPW PSI NTT : Yuyun Adalah Wajah Muram Anak Dan Perempuan Indonesia

- Penulis

Selasa, 10 Mei 2016 - 17:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jajaran DPW PSI NTT bersama masyarakat Baun Kabupaten Kupang/Foto Petrus Yohanes Mone
Jajaran DPW PSI NTT bersama masyarakat Baun Kabupaten Kupang/Foto Petrus Yohanes Mone

Kupang, Savanaparadise.com,- Kasus pemerkosaan dan pembunuhan terhadap Yuyun, warga Desa Kasie Kasubun, Kecamatan Padang Ulak Tanding, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu terus mendapati sorotan dan empati dari seluruh warga NTT. Betapa tidak kekerasan seksual hingga berujung kematian ini merupakan potret buram para anak dan perempuan Indonesia.

Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Nusa Tenggara Timur (NTT) turut mengutuk para pelaku kejahatan kemanusian yang dilakukan oleh para pelaku.
” Yuyun telah tiada. Namun yuyun yang lain bisa jadi adalah anak,adik, bibi,tante dan kaka perempuan kita . Kejadian yang menimpah Yuyun adalah wqjah muram para perempuan indonesia. Kami seluruh jajaran PSI di NTT menyatakan berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya atas kasus yang menimpa Yuyun,” kata ketua DPW PSI NTT, JUNAIDIN MAHASAN, kepada Wartawan, 9/05 dikupang.

PSI NTT mendesak para pihak pihak yang berwenang dalam menangani kasus yuyun agar bertindak seadil adilnya demi tegaknya harkat dan martabat perempuan di persada Nusantara. Juga bisa memberikan hukuman kepada pelaku kejahatan dengan hukuman seberat-beratnya.

Dikatakan Junaidin, sesuai dengan undang-undang No.35 Tentang Perlindungan anak, maka partai yang dinahkodai oleh mayoritas kaum Muda Nasional mempunyai komitmen untuk menyikapi berbagai hal yang menjadi perhatian bersama.

” DPW beserta seluruh jajaran PSI di NTT meminta kepada pemerintah untuk segerah mengesahkan RUU penghapusan kekerasan seksual,” Ujar Junaidin yang didampingi oleh Wakil Sekretaris, Petrus Yohanes Mone.

Untuk Konteks NTT, Junaidin mengatakan DPW PSI NTT akan terus memantau dan mencegah kekerasan di semua lini. Juga memberikan dukungan moril , perlindungan serta pemulihan terhadap keluarga korban dimanapun berada.

” Dengan mengandeng Lembaga Bantuan Hukum APIK kami melakukan sosialisasi dari kampung ke kampung tentang kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan.ini sebagai langka preventif sebagai bentuk kewaspadaan dini bagi perempuan, anak dan orang tua” ujarnya.(SP)

Berita Terkait

Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan
Rapat Dinas DKP Gagal Total,Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Ogah Hadir
DPRD NTT Bantah Intervensi Kenaikan Tarif, Komisi II “Sidang” Kadis DKP Soal Polemik Pergub
Miris, Kadis Perikanan Undang Rapat Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Hanya Lewat WhatsApp
Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Minta Melki Lakalena Jangan Bikin Susah Sesama Ana Oeba 
Politeknik St. Wilhelmus Boawae Cetak 126 Lulusan Baru, William Yani Wea: “Jangan Berhenti Belajar!”
Sulastri Sebut Kenaikan Tarif 300 Persen Karena Masukan DPRD NTT, Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Meradang
Sulastri Sebut Pergub 33/2025 Terbit Berdasarkan Masukan Resmi DPRD NTT
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 30 September 2025 - 21:39 WIB

Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan

Selasa, 30 September 2025 - 18:40 WIB

Rapat Dinas DKP Gagal Total,Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Ogah Hadir

Selasa, 30 September 2025 - 12:44 WIB

Miris, Kadis Perikanan Undang Rapat Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Hanya Lewat WhatsApp

Selasa, 30 September 2025 - 06:59 WIB

Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Minta Melki Lakalena Jangan Bikin Susah Sesama Ana Oeba 

Senin, 29 September 2025 - 21:58 WIB

Politeknik St. Wilhelmus Boawae Cetak 126 Lulusan Baru, William Yani Wea: “Jangan Berhenti Belajar!”

Berita Terbaru