Esthon-Paul Temukan Pelanggaran Dalam Pilgub NTT

- Penulis

Minggu, 26 Mei 2013 - 15:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

foto : lintasntt.com

foto : lintasntt.com

Kupang, Savanaparadise.com,- Tim pemenangan paket Pasangan calon gubernur (Cagub) Nusa Tenggara Timur Esthon Foenay-Paul Edmundus Tallo (Esthon-Paul) menemukan adanya kecurangan-kecurangan yang terjadi dalam Pilkada Gubernur NTT pada putaran II.

“ Pelangaran-pelanggaran Pemilu Kada sudah dikumpulkan oleh tim sebagai bukti jika timbul sengketa di kemudian hari. Kecurangan di Kabupaten Sumba Barat Daya yakni ketika seorang guru tertangkap tangan mencoblos 10 siurat suara untuk paket Frenly.”, kata Sekretaris tim pemenangan, Gabriel Beri Bina, ketika memberi keterangan pers, di hotel Romytha, Kupang, 26/05.

Di katakan Beri Bina selain di Sumba Barat Daya, kecurangan juga terjadi di Lembata dan Timor Tengah Utara. Di lembata Ketua DPC PDIP Lembata, Yohanes Derosari, melakukan pendekatan kepada Ketua DPD Gerindra Lembata, Vian Burin, SH untuk memberikan 10 000 suara kepada paket Frenly dengan iming-iming uang melalui manipulasi pada format C1 KWK. Permintaan ini kemudian tidak di indahkan oleh Burin.

“ Semua bukti-bukti percakapan melalui SMS (short mesage service) ada pada saya dan kami akan print out sebagai bukti adanya pelanggaran pilkada”, kata Burin

Di Timor-Tengah Utara kata Beri Bina, di kecamatan Insana ada salah satu ketua KPPS yang meminta kepada para saksi untuk mengembalikan format C1 KWK tanpa lasan yang jelas.

Baca Juga :  Safari Politik Jokowi ke NTT Dikritik Akademisi: Rakyat Butuh Solusi, Bukan Manuver Politik

“ Pengungkapan pelanggaran Pilkada ini bukanlah sekedar cerita tapi adalah fakta sebagai bentuk keterbukaan kami kepada masyarakat tentang proses demokrasi”, ujar Beri Bina.

Pada tempat yang sama, Beri Bina kembali menegaskan sesuai data perolehan suara, pasangan Esthon-Paul mendapatkan suara terbanyak yakni 996.857 suara dengan 51,7%. Sedangkan paket Frenly mendapat suara 931.299 atau 48,3%. Angka-angka tersebut berasal dari rekapan C1 KWK yang sudah di kumpulkan dari seluruh kabupaten kota di NTT.(SP)

Berita Terkait

Safari Politik Jokowi ke NTT Dikritik Akademisi: Rakyat Butuh Solusi, Bukan Manuver Politik
Mindriyati Astiningsih Laka Lena Ajak Orang Tua Perkuat Perlindungan Anak Lewat Parenting dan Literasi Digital
Media Penyiaran Berperan Penting dalam Penyebarluasan Informasi Pemilu
Universitas Dhyana Pura Bali Tradisi Ora et Labora Lewat Ibadah Rabuan
Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada
Akademisi Koreksi Pernyataan Fraksi Golkar DPRD Ngada Terkait Pelantikan Sekda
Panas! Bupati Ngada Abaikan Penunjukan Gubernur, Watu Ngebu Tetap Dilantik Jadi Sekda
Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 19:13 WIB

Safari Politik Jokowi ke NTT Dikritik Akademisi: Rakyat Butuh Solusi, Bukan Manuver Politik

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:14 WIB

Mindriyati Astiningsih Laka Lena Ajak Orang Tua Perkuat Perlindungan Anak Lewat Parenting dan Literasi Digital

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:58 WIB

Media Penyiaran Berperan Penting dalam Penyebarluasan Informasi Pemilu

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:08 WIB

Universitas Dhyana Pura Bali Tradisi Ora et Labora Lewat Ibadah Rabuan

Senin, 9 Maret 2026 - 14:29 WIB

Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada

Berita Terbaru