Pemerintah NTT Diminta Serius Urus DOB

- Penulis

Kamis, 9 Juni 2016 - 19:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DSCN0442

Kupang, Savanaparadise.com,- -Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT untuk lebih fokus mengurus proses pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) yang telah diwacanakan.

Kedelapan usulan DOB yang dimaksud adalah Kabupaten Adonara, Kota Maumere, Kabupaten Amfoang, Kabupaten Pantar, Kabupaten Amanatun, Kabupaten Pahunga Lodu, Kabupaten Sumba Timur Jaya, dan Kabupaten Sumba Selatan.

Hingga saat ini belum ada penetapan dari pemerintah pusat terhadap usulan pemekaran DOB yang telah diusulkan. Malah pemerintah provinsi mewacanakan dan mengusulkan daerah otonom baru lainnya lagi.

Ketua Komisi I DPRD NTT Maksi Ebu Tho dalam rapat dengar pendapat antara Komisi I DPRD NTT bersama Biro Pemerintahan Provinsi NTT di ruang rapat Komisi I, Kamis (9/6) mengatakan pemerintah seharusnya fokus dan konsentrasi pada delapan daerah otonomi baru yang telah terlebih dahulu diusulkan. Bukanya menambah usulan DOB lainnya lagi, atau berwacana terkait pembentukan provinsi Flores atau provinsi Timor.

“Seharusnya pemerintah serius dan konsentrasi mengurus DOB yang telah diusulkan terlebih dahulu bukan menambah usulan pemekaran, DOB baru lagi,” tegas Ebu Tho.

Senada dengan Ebu Tho, anggota Komisi I DPRD NTT Ismail Asamau mengatakan, pemerintah harus memprioritaskan usulan yang telah diusulkan terlebih dahulu yaitu delapan usulan pemekaran kabupaten dan kota dengan mempertimbangkan keterbatasan waktu dan biaya.

“Harus diprioritas terlebih dahulu DOB mana saja yang sesuai dana dan anggaran bukan kemudian diwacanakan dan satu pun tidak jadi sehingga Biro Pemerintahan harus memperioritaskan mana yang harus diutamakan sesuai ketentuan-ketentuan secara formatif yang telah ditetapkan,” ujar Ismail.(SP//DA)

Berita Terkait

Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan
Rapat Dinas DKP Gagal Total,Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Ogah Hadir
DPRD NTT Bantah Intervensi Kenaikan Tarif, Komisi II “Sidang” Kadis DKP Soal Polemik Pergub
Miris, Kadis Perikanan Undang Rapat Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Hanya Lewat WhatsApp
Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Minta Melki Lakalena Jangan Bikin Susah Sesama Ana Oeba 
Politeknik St. Wilhelmus Boawae Cetak 126 Lulusan Baru, William Yani Wea: “Jangan Berhenti Belajar!”
Sulastri Sebut Kenaikan Tarif 300 Persen Karena Masukan DPRD NTT, Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Meradang
Sulastri Sebut Pergub 33/2025 Terbit Berdasarkan Masukan Resmi DPRD NTT
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 30 September 2025 - 21:39 WIB

Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan

Selasa, 30 September 2025 - 18:40 WIB

Rapat Dinas DKP Gagal Total,Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Ogah Hadir

Selasa, 30 September 2025 - 12:44 WIB

Miris, Kadis Perikanan Undang Rapat Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Hanya Lewat WhatsApp

Selasa, 30 September 2025 - 06:59 WIB

Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Minta Melki Lakalena Jangan Bikin Susah Sesama Ana Oeba 

Senin, 29 September 2025 - 21:58 WIB

Politeknik St. Wilhelmus Boawae Cetak 126 Lulusan Baru, William Yani Wea: “Jangan Berhenti Belajar!”

Berita Terbaru