PDIP Minta Tentara Penyerang Ditindak Tegas

- Penulis

Minggu, 21 April 2013 - 05:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Savanaparadise.com,- Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Tubagus Hasanuddin, meminta agar personel tentara yang memasuki dan memukul petugas keamanan kantor DPP PDIP di Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, agar ditindak tegas. Permintaan tersebut disampaikan kepada Komandan Batalion Zeni Konstruksi 13 TNI Angkatan Darat yang menjadi atasan tentara yang menyerang kantor partai berlambang banteng dengan moncong putih tersebut.

“Kami minta mereka ditindak tegas sesuai aturan,” kata Hasanuddin melalui pesan pendek, Ahad, 21 April 2013.

Adapun insiden penyerangan ke kantor DPP PDIP terjadi pada Sabtu, 20 April 2013, sekitar pukul 20.30 WIB. Hasanuddin mengatakan, kejadian tersebut berawal pada pukul 19.35 WIB ketika terjadi keributan di sekitar pompa bensin di dekat kantor DPP PDIP, yang melibatkan seorang anggota Batalion Zeni Konstruksi 13.

“(Dia) ribut dengan seorang pemuda, kemudian anak ini melarikan diri di tengah keramaian pengajian sekitar DPP,” kata Ketua Komisi I DPR ini.

Setelah itu, kata dia, tentara tersebut mengundang teman-temannya yang secara bersamaan datang ke tempat kejadian untuk mencari anak muda itu. Bahkan, beberapa di antara mereka masuk ke dalam kompleks DPP PDIP, lalu memukul petugas keamanan dengan gagang sangkur.

Hasanuddin mengatakan, mereka masuk ke lokasi kantor DPP PDIP karena menduga pemuda tersebut berlari ke halaman kantor tersebut.

Adapun pelaku pemukulan tersebut bernama Prajurit Satu Rachmat dan Prajurit Satu Junaedi. Hasanuddin mengatakan, keduanya langsung diamankan oleh pengawal Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum DPP PDIP.

“Kedua pelaku itu sekarang sudah diambil oleh patroli Garnizun dan Komandan Batalion Zipur 13 untuk diproses hukum lebih lanjut di kesatuannya,” kata Hasanuddin.

Purnawirawan Jenderal TNI ini kembali mempertegas bahwa insiden tersebut bukan penyerbuan tentara ke kantor PDIP, melainkan hanya tindakan kriminal murni. “Komandannya sudah minta maaf,” kata Ketua PDIP Jawa Barat ini.(tempo.co/sp)

Berita Terkait

Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan
Rapat Dinas DKP Gagal Total,Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Ogah Hadir
DPRD NTT Bantah Intervensi Kenaikan Tarif, Komisi II “Sidang” Kadis DKP Soal Polemik Pergub
Miris, Kadis Perikanan Undang Rapat Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Hanya Lewat WhatsApp
Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Minta Melki Lakalena Jangan Bikin Susah Sesama Ana Oeba 
Politeknik St. Wilhelmus Boawae Cetak 126 Lulusan Baru, William Yani Wea: “Jangan Berhenti Belajar!”
Sulastri Sebut Kenaikan Tarif 300 Persen Karena Masukan DPRD NTT, Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Meradang
Sulastri Sebut Pergub 33/2025 Terbit Berdasarkan Masukan Resmi DPRD NTT
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 30 September 2025 - 21:39 WIB

Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan

Selasa, 30 September 2025 - 18:40 WIB

Rapat Dinas DKP Gagal Total,Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Ogah Hadir

Selasa, 30 September 2025 - 12:44 WIB

Miris, Kadis Perikanan Undang Rapat Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Hanya Lewat WhatsApp

Selasa, 30 September 2025 - 06:59 WIB

Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Minta Melki Lakalena Jangan Bikin Susah Sesama Ana Oeba 

Senin, 29 September 2025 - 21:58 WIB

Politeknik St. Wilhelmus Boawae Cetak 126 Lulusan Baru, William Yani Wea: “Jangan Berhenti Belajar!”

Berita Terbaru