Senator Ibrahim Medah Bagi Bibit Ubi Ungu Untuk Warga Sonkiko

- Penulis

Rabu, 11 Mei 2016 - 18:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Senator Ibrahim Agustinus Medah memberikan bantuan bibit ubi ungu kepada perwakilan masyarakat Desa Sonkiko Kecamatan Amabi Oefeto Timur, Kabupaten Kupang
Senator Ibrahim Agustinus Medah memberikan bantuan bibit ubi ungu kepada perwakilan masyarakat Desa Sonkiko Kecamatan Amabi Oefeto Timur, Kabupaten Kupang

Kupang, Savanaparadise.com,- Senator/Anggota DPD RI asal Provinsi NTT Drs. Ibrahim Agustinus Medah dalam masa resesnya pada Rabu (11/5/2016) menemui masyarakat di Desa Sonkiko dan Desa Oemantono Kecamatan Amabi Oefeto Timur, Kabupaten Kupang.

Selain menyerap aspirasi masyarakat di wilayah itu, Ibrahim Medah juga membagikan bibit ubi ungu kepada masyarakat untuk ditanam sebagai alternatif bahan makanan ketika terjadi rawan pangan akibat kemarau panjang yang berdampak pada gagal tanam dan gagal panen untuk tanaman padi dan jagung.

Acara pembagian bibit ubi ungu berangsung di Gedung Jemaat Getsemani Sonkiko yang difasilitasi oleh Ketua Majelis Jemaat Pdt. Isterina K. E. Sonlai-Mabilesi, S.Th dan dihadiri ratusan jemaat.

Ibrahim Medah peda kesempatan itu memotifasi masyarakat agar menanam ubi ungu sebanyak-banyaknya untuk mengantisipasi terjadinya rawan pangan yang selalu melanda NTT akibat kekeringan.

“Tanaman ubi ungu ini tidak banyak membutuhkan air dan sangat cocok dengan kondisi alam NTT dan Pulau Timor yang curah hujannya sangat sedikit,” katanya.

Mantan Bupati Kupang dua periode ini menjelaskan, pihaknya sedang menyiapkan 50 juta anakan bibit ubi ungu untuk dibagikan secara gratis kepada seluruh masyarakat NTT. “Teknis penanamannya, masyarakat siapkan lubang penanaman dengan diameter 30 centimeter, kedalaman 40 centimeter dan jarak antara lubang 30 centimeter dari titik tengah lubang. Setelah lubang disiapkan, segera hubungi tim kami yang sudah kami siapkan di semua kabupaten dan kecamatan untuk melihat langsung dan mendata lubang yang disapkan untuk selanjutnya kita datangkan bibitnya,” kata Medah.

Dia juga menjelaskan, ketika membagikan bibit ubi ungu itu akan disertakan juga dengan brosur yang berisikan petunjuk teknis penanaman, pembibitan, dan perawatan hingga panen. “Ubi ungu ini tidak membutuhkan air yang banyak, bahkan air limbah dari kamar mandi dan dapur juga bisa dimanfaatkan untuk menyiram tanaman ini. Penyiramnnya dilakukan tiga hari sekali,” katanya.

Dijelaskannya, usia tanam ubi ungu ini selama empat bulan sehingga dalam setahun bisa dilakukan penanaman selama tiga kali dalm lubang yang sama.

“Jika menggunakan metode penanaman yang benar dan tepat maka dalam satu pohon bisa menghasilkan ubi dengan berat mencapai 3-5 kilo gram. Ini bukan sekedar omong-omong saja tetapi sudah berhasil dilakukan di sejumlah wilayah di kabupaten TTS dan di Pulau Semau,” katanya.

Mantan Ketua DPRD NTT ini menambahkan, jika hasil ubi ungu ini mengalami over produksi dari masyarakat setelah dikonsumsi sebagai alternatif bahan makanan, ia menyarankan untuk dijadikan pakan ternak. “Jika untuk pakan ternak juga masih ada sisa maka dijual di pasar. Tetapi toh masih juga ada lebih dan tidak terjual di pasar, maka seluruh ubi yang dihasilakan masyarakat NTT akan dibelinya,” kata Medah optimis.

Ketua Majelis Jemaat Getsemani Sonkiko Pdt. Isterina K. E. Sonlai-Mabilesi, S.Th pada kesempatan itu sangat bergembira menerima bantuan bibit ubi ungu untuk seluruh jemaat. Dihadapan Senator Ibrahim Agustinus Medah, Pdt. Isterina terus menyemangati jemaatnya untuk segera mungkin menyiapkan lubang penanaman.

“Ini berkat yang datang dari Tuhan melalui Bapak Ibrahim Medah untuk memperbaiki perekonomian kita, maka saya akan memimpin langsung seluruh jemaat untuk menyiapkan lubang penanaman,” katanya.

Pada kesempatan itu, Ibrahim Medah juga memberikan bantuan dana untuk pembangunan Rumah Pastori di Jemaat Getsemani Sonkiko dan bantuan dana untuk pembangunan gedung Gereja Ebenhazer Ouahumoro Desa Oemantono.(LTL/SP

Berita Terkait

Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan
Rapat Dinas DKP Gagal Total,Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Ogah Hadir
DPRD NTT Bantah Intervensi Kenaikan Tarif, Komisi II “Sidang” Kadis DKP Soal Polemik Pergub
Miris, Kadis Perikanan Undang Rapat Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Hanya Lewat WhatsApp
Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Minta Melki Lakalena Jangan Bikin Susah Sesama Ana Oeba 
Politeknik St. Wilhelmus Boawae Cetak 126 Lulusan Baru, William Yani Wea: “Jangan Berhenti Belajar!”
Sulastri Sebut Kenaikan Tarif 300 Persen Karena Masukan DPRD NTT, Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Meradang
Sulastri Sebut Pergub 33/2025 Terbit Berdasarkan Masukan Resmi DPRD NTT
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 30 September 2025 - 21:39 WIB

Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan

Selasa, 30 September 2025 - 18:40 WIB

Rapat Dinas DKP Gagal Total,Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Ogah Hadir

Selasa, 30 September 2025 - 12:44 WIB

Miris, Kadis Perikanan Undang Rapat Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Hanya Lewat WhatsApp

Selasa, 30 September 2025 - 06:59 WIB

Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Minta Melki Lakalena Jangan Bikin Susah Sesama Ana Oeba 

Senin, 29 September 2025 - 21:58 WIB

Politeknik St. Wilhelmus Boawae Cetak 126 Lulusan Baru, William Yani Wea: “Jangan Berhenti Belajar!”

Berita Terbaru