KPU NTT Hentikan Publikasi ‘Real Count’

- Penulis

Rabu, 20 Maret 2013 - 07:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, Savanaparadise.com,- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nusa Tenggara Timur (NTT) menghentikan publikasi real count perolehan suara pemilihan gubernur mulai Rabu (20/3) pukul 13.00 Wita.

Anggota KPU NTT Djidon de Haan mengatakan langkah itu dilakukan karena suara sah yang masuk ke KPU sudah lebih dari 50 persen. Selanjutnya hasil resmi perolehan suara menunggu rekapitulasi suara pada 27 Maret mendatang. Menurut Djidon rekapitulasi suara akan digandeng dengan pengumuman calon gubernur terpilih.

Adapun rekapitulasi suara di KPU kabupaten dan kota akan digelar selamadua hari yakni 24 dan 25 Maret. “Jadi dua agenda pada 17 Maret yaitu rekapitulasi tingkat provinsi dan pengumuman calon terpilih,” ujar Djidon. Ia mengatakan publikasi real count dilakukan selama tiga hari sejak pemunggutan suara dengan tujuan segera menyampaikan hasil perolehan suara sementara kepada masyarakat. Djidon juga belum memastikan apakah pemilu kada akan berlangsung satu putaran pemilihan atau dua putaran pemilihan.

Sementara itu perolehan suara sementara pada pukul 13.00 Wita masih menampatkan pasangan Frans Lebu Raya-Benny Litelnoni yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) meraih suara terbanyak yakni 541.252 suara (30,48 persen) dari suara sah yang masuk sebanyak 1.775.660 atau 58,666 persen.

Baca Juga :  Akademisi Apresiasi Laporan Kinerja Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT, Dorong Standar Baru Akuntabilitas Politik

Pasangan Esthon Foenay-Paul Edmundus Tallo mengumpulkan 437.332 suara (24,63 persen). Peraih suara terbanyak ketiga adalah pasangan Ibrahim Agustinus Medah-Melkiades Laka Lena mengumpulkan 413.110 suara (23,27 persen), kemudian pasangan Christian Rotok-Paul Lyanto mengumpulkan 208.600 suara (11,75 persen), dan pasangan Benny Kabur Harman-Willem Nope mengumpulkan 175.366 suara (9,88 persen). (SP)

Berita Terkait

Perdes Masih Draf Uji Coba, Warga Suku Boti Mengaku Merugi Ratusan Juta
Akademisi Apresiasi Laporan Kinerja Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT, Dorong Standar Baru Akuntabilitas Politik
Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan
Rapat Dinas DKP Gagal Total,Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Ogah Hadir
DPRD NTT Bantah Intervensi Kenaikan Tarif, Komisi II “Sidang” Kadis DKP Soal Polemik Pergub
Miris, Kadis Perikanan Undang Rapat Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Hanya Lewat WhatsApp
Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Minta Melki Lakalena Jangan Bikin Susah Sesama Ana Oeba 
Politeknik St. Wilhelmus Boawae Cetak 126 Lulusan Baru, William Yani Wea: “Jangan Berhenti Belajar!”
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 18 Februari 2026 - 20:57 WIB

Perdes Masih Draf Uji Coba, Warga Suku Boti Mengaku Merugi Ratusan Juta

Selasa, 17 Februari 2026 - 09:48 WIB

Akademisi Apresiasi Laporan Kinerja Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT, Dorong Standar Baru Akuntabilitas Politik

Selasa, 30 September 2025 - 21:39 WIB

Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan

Selasa, 30 September 2025 - 18:40 WIB

Rapat Dinas DKP Gagal Total,Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Ogah Hadir

Selasa, 30 September 2025 - 16:01 WIB

DPRD NTT Bantah Intervensi Kenaikan Tarif, Komisi II “Sidang” Kadis DKP Soal Polemik Pergub

Berita Terbaru