Sulaiman Radja Bukan Ketua YPLP PGRI NTT

- Penulis

Jumat, 29 Mei 2015 - 11:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, Savanaparadise.com,- Ribuan mahasiswa beserta dosen, pegawai dan alumni Universitas PGRI Kupang, Jumat 29 Mei 2015 hari ini menggelar aksi damai di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Nusa Tenggara Timur.

Kedatangan seluruh civitas akademika universitas PGRI Kupang ke gedung DPRD NTT itu untuk menyampaikan aspirasi mereka terkait kisruh yang dilakukan oleh mantan ketua Yayasan PGRI NTT, Sulaiman Radja beserta koleganya.

Dalam pernyataan sikap setebal lima halaman yang dibacakan oleh salah seorang alumni universitas PGRI Kupang itu disebutkan bahwa pada 11 Maret 2014, pengurus Besar PGRI telah mengeluarkan surat keputusan yang menonaktifkan Sulaiman Radja sebagai Ketua Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi PGRI NTT.

Surat keputusan itu juga telah diperkuat dengan adanya Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta Timur sehingga secara administrasi surat keputusan yang dikeluarkan Pengurus Besar PGRI telah berkekuatan hukum tetap atau incracht.

Dengan demikian menurut seluruh civitas akademika universitas PGRI Kupang, Sulaiman Radja tidak lagi menjabat sebagai ketua Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi PGRI NTT, sehingga segala bentuk tindakan yang dilakukan Sulaiman Radja yang mengatasnamakan ketua YPLP PGRI NTT adalah perbuatan atau tindakan melawan hukum.

“Kami menolak setiap bentuk tindakan atau aktivitas yang dilakukan oleh Sulaiman Radja yang mengatasnamakan ketua YPLP PGRI NTT sehingga tidak menimbulkan kisruh yang berkepanjangan dan menggangu pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi universitas PGRI NTT,” kata koordinator umum aksi yang juga menjabat Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan Universitas PGRI Kupang, Uly Jonathan Riwu Kaho.

Wakil Ketua DPRD NTT, Nelson Matara ketika menerima para demonstran menyampaikan dukungannya kepada seluruh civitas akademika Universitas PGRI dan berjanji akan berkordinasi dengan Pemerintah.

“”DPRD NTT mendukung dan berjanji akan berkoordinasi dengan pemerintah untuk menyikapi tuntutan mahasiswa,” tegas Matara. (SP)

Berita Terkait

Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan
Rapat Dinas DKP Gagal Total,Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Ogah Hadir
DPRD NTT Bantah Intervensi Kenaikan Tarif, Komisi II “Sidang” Kadis DKP Soal Polemik Pergub
Miris, Kadis Perikanan Undang Rapat Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Hanya Lewat WhatsApp
Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Minta Melki Lakalena Jangan Bikin Susah Sesama Ana Oeba 
Politeknik St. Wilhelmus Boawae Cetak 126 Lulusan Baru, William Yani Wea: “Jangan Berhenti Belajar!”
Sulastri Sebut Kenaikan Tarif 300 Persen Karena Masukan DPRD NTT, Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Meradang
Sulastri Sebut Pergub 33/2025 Terbit Berdasarkan Masukan Resmi DPRD NTT
Berita ini 1 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 30 September 2025 - 21:39 WIB

Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan

Selasa, 30 September 2025 - 18:40 WIB

Rapat Dinas DKP Gagal Total,Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Ogah Hadir

Selasa, 30 September 2025 - 12:44 WIB

Miris, Kadis Perikanan Undang Rapat Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Hanya Lewat WhatsApp

Selasa, 30 September 2025 - 06:59 WIB

Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Minta Melki Lakalena Jangan Bikin Susah Sesama Ana Oeba 

Senin, 29 September 2025 - 21:58 WIB

Politeknik St. Wilhelmus Boawae Cetak 126 Lulusan Baru, William Yani Wea: “Jangan Berhenti Belajar!”

Berita Terbaru