Satgas Covid-19: Warga yang Libur Akhir Tahun Wajib Jalankan Prokes

- Penulis

Jumat, 18 Desember 2020 - 20:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Jakarta, Savanaparadise.com,- Satgas Penanganan Covid-19 mengungkapkan, libur akhir tahun 2020 menjadi liburan yang paling menakutkan dibandingkan liburan sebelumnya. Ketua SubBidang Tracing Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19 Kusmedi Priharto mengatakan, sebagian besar masyarakat sudah mulai jenuh di rumah dan ingin rekreasi. Alasan itu kemungkinan besar yang membuat masyarakat memilih untuk liburan akhir tahun.

Berdasarkan data Satgas Covid-19, liburan panjang di masa pandemi selalu membuat positivity rate naik. Contohnya pada libur Lebaran dan juga libur panjang pada akhir Oktober lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sebenarnya liburan itu bisa ditahan, kami minta masyarakat tetap di rumah untuk mencegah meluasnya penyebaran Covid-19. Namun, apabila ingin tetap berlibur maka protokol kesehatan wajib untuk tetap dijalankan. Apabila sama-sama memakai masker, maka sangat kecil peluang untuk tertular virus Covid-19. Tentu memakai masker yang tiga lapis dan cara memakainya benar,” kata Kusmedi dalam perbincangan di IG Live Katadata dengan tema Mencegah Klaster Libur Akhir Tahun, Jumat (18/12/2020).

Kusmedi menambahkan, masyarakat yang akan melakukan libur akhir tahun sebaiknya menjalani tes antigen. Kata dia, tes antigen bisa mendapatkan hasil yang lebih cepat yaitu sekitar 10-15 menit. Sedangkan tes PCR memerlukan waktu yang lebih lama dan juga harganya lebih mahal.

Terkait kapasitas rumah sakit di daerah-daerah yang menjadi target liburan masyarakat, Kusmedi meyakini masih mencukupi. Namun, yang menjadi masalah adalah sumber daya manusia alias tenaga kesehatan.

“Sudah hampir 9 bulan tenaga kesehatan menangani pasien Covid-19 dan sebagian besar sudah kelelahan. Mereka terkadang harus menginap di RS selama dua minggu dan takut untuk pulang ke rumah karena tidak mau anggota keluarga tertular. Sebenarnya SDM ini yang menjadi masalah bukan kapasitas kamar di rumah sakit,” ujar Kusmedi.

Karena itu, protokol kesehatan 3 M yaitu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak menjadi hal yang sangat krusial untuk mencegah munculknya klaster libur akhir tahun.(SP/Tim)

Berita Terkait

YNS Volly Cup 1 Sukses, Bank NTT Juara, Masyarakat Apresiasi Komitmen Yusinta Nenobahan
Mentri Nino Pereira Bertemu Gubernur NTT, Bahas Peluang Bisnis Dan Investasi Ke Timor Leste
Tutup Kejurda NTT, Gubernur Melki Katakan Drag Bike Picu Pertumbuhan Ekonomi Disektor UMKM
Mentri Wihaji Ungkap Prevalensi Stunting Di NTT Masih Tinggi
1.380 Orang CPNS Formasi 2024 Lingkup Pemprov NTT Resmi Terima SK Pengangkatan
Pemprov NTT Teken MoU Bersama Organisasi dan Institusi Soal Penanganan Stunting
Mentri Kebudayaan Fadli Zon Kunker Ke NTT Dan Disambut Gubernur Melki Laka Lena
Gubernur Melki Laka Lena Ingin Majukan Ekonomi Lokal Lewat Pariwisata
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 22 September 2025 - 13:13 WIB

YNS Volly Cup 1 Sukses, Bank NTT Juara, Masyarakat Apresiasi Komitmen Yusinta Nenobahan

Selasa, 1 Juli 2025 - 09:05 WIB

Mentri Nino Pereira Bertemu Gubernur NTT, Bahas Peluang Bisnis Dan Investasi Ke Timor Leste

Senin, 30 Juni 2025 - 10:53 WIB

Tutup Kejurda NTT, Gubernur Melki Katakan Drag Bike Picu Pertumbuhan Ekonomi Disektor UMKM

Rabu, 25 Juni 2025 - 09:11 WIB

Mentri Wihaji Ungkap Prevalensi Stunting Di NTT Masih Tinggi

Kamis, 12 Juni 2025 - 18:11 WIB

1.380 Orang CPNS Formasi 2024 Lingkup Pemprov NTT Resmi Terima SK Pengangkatan

Berita Terbaru