Plt Dispenda NTT Tuding Ibu-Ibu Besipae Bermain Sinetron Guling di Tanah

- Jurnalis

Kamis, 15 Oktober 2020 - 11:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

So,e, Savanaparadise.com,- Plt Kepala Badan Pendapatan dan Aset Daerah Provinsi NTT, Welly Rohi Mone Menuding ibu-ibu Pubabu, Besipae, TTS bermain sinetron. Ia mengatakan pihaknya tidak pernah melakukan kekerasan, memukul ibu-ibu dan anak-anak.

Ia mengatakan Video yang beredar dan diupload di sosial media hanya untuk mengejar subscribe. Padahal yang terjadi dilapangan kata dia justru staf nya yang menjadi korban. Salah satu staf nya yang perempuan benjol-benjol di kepala karena hendak menolong salah satu ibu yang jatuh karena terpeleset.

Baca Juga :  PEMKOT Kupang Dapat Bantuan RP 2,4 Miliar Dari Kementerian Kelautan dan Perikanan

” Kalau naik video itu, itu sinetron semua itu. Macam Kejar tayang saja,” kata Welly.

” Waktu itu ada satu ibu lagi yang terpeleset, jadi staf saya maksudnya mau pi angkat, bantu kasi badiri tapi dong datang timpah dia rame-rame,” ujarnya menjelaskan.

Ia mengatakan staf nya dipukul oleh seorang ibu. Ibu itu kata dia sudah memukul 4 orang. dan staf merupakan orang yang ke empat yang dapat pukul.

” Katong yang luka-luka nah, dong ada babangka dimana?,” kata Welly.

Sementara itu salah satu Tokoh Masyarakat Pubabu, Besipae, Niko Manoe mengatakan rombongan aparat dan sejumlah preman bertato ingin melakukan penanaman lamtoro dilahan yang bermasalah. Namun keinginan aparat dan preman bertato mendapat penolakan dari masyarakat setempat.

Baca Juga :  Disebut Dirinya WNA, Begini Penjelasan Orient Riwu Kore

Akibatnya kata Niko para aparat dan preman bertato melakukan penganiayaan terhadap masyarakat yang menolak.

” Dari Koramil Amnuban Selatan turun lebih dahulu.situasinya aman. Kami jelaskan kalau mau buat kegiatan , lahan ini masih bermasalah. Kemudian Pemerintah provinsi dan Sat Pol PP juga datang. Masyarakat menghampiri mereka dan menolak,” kata Niko Manoe ketika dihubungi wartawan, Rabu, 14/18/2020.

Ia menjelaskan para korban adalah Debora Nomleni tangannya di putar sampai keseleo, Mama Demaris di cekik dan dibanting sampai lehernya terluka hingga pingsan, Garsi Tanu (laki-laki umur 10 ) di tarik, Novi di banting dan di tendang sampai badannya penuh dengan lumpur, Marlin di dorong sampai jatuh.(SP)

Berita Terkait

Berjuang Tanpa Gedung Gereja, Umat Paulus Rasul Lamanepa Akhirnya Punya Kapela Berkat Simon Petrus Kamlasi
SMA Negeri 1 Kupang Rayakan HUT ke-75 dengan Ragam Kegiatan Besar
Andreas Hugo Parera Jelaskan Alur Penetapan Ketua DPD dan DPC PDI Perjuangan
Yusinta Nenobahan dan Kuasa Hukum Penuhi Undangan Sinode GMIT Untuk Jernihkan Persoalan Dengan Pendeta Nelson
Kuasa Hukum Yusinta Nenobahan Kecam Pihak Penyebar Data Pribadi Klien
Kasat Korwil Banser NTT Desak Polri Tangkap Pelaku Penganiayaan Banser di Tenggarang 
Difitnah di Kompasiana, Yusinta Bantah Semua Tuduhan Palsu dan Siapkan Langkah Hukum
Tak Hanya Nelayan PPI Oeba, Nelayan Tenau Juga Ikut Geruduk Kantor Gubernur NTT
Berita ini 2 kali dibaca