Mafia Rampok Minyak Tanah Bersubsidi Milik Rakyat di Ende

- Penulis

Kamis, 8 September 2022 - 20:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RDP DPRD Kabupaten Ende bersama Disperindag, membahas soal kelangkaan minyak tanah (Foto: Chen Rasi/Savanaparadise.com)

RDP DPRD Kabupaten Ende bersama Disperindag, membahas soal kelangkaan minyak tanah (Foto: Chen Rasi/Savanaparadise.com)

Ende, Savanaparadise.com,- Persoalan kelangkaan minyak tanah di Kabupaten Ende masih saja terjadi. Keluhan demi keluhan atas kelangkaan minyak tanah masih saja dilontarkan oleh masyarakat kota Ende.

Ada yang menduga bahwa kelangkaan ini disebabkan karena ada mafia yang merampok minyak tanah bersubsidi milik rakyat dan dipergunakan untuk kepentingan pribadi.

Dugaan itu diperkuat, lantaran berdasarkan informasi dari beberapa agen, pendistribusian minyak tanah dari pertamina ke agen dan dari agen ke pangkalan berjalan lamcar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Senada dengan para agen, Kadis Perindag Kabupaten Ende, Mohamad Syahrir juga mengeluarkan pernyataan yang sama bahwa distrubusi minyak tanah dari pertamina sampai ke pangkalan juga berjalan lancar.

Aneh bin ajaib kendati lancar, namun persolan kelangkaan minyak tanah ini ibaratnya seperti benang kusut yang sulit terurai.

Dugaan adanya mafia juga dilontarkan anggota DPRD Kabupaten Ende pada saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Disperindag, Kamis (08/09/22). DPRD Ende menduga telah terjadi mafia, monopoli ataupun penimbunan yang dilakukan oleh oknum tertentu.

Baca Juga :  Jelang Peresmian TPA Al Amin di Ende, Yayasan Timur Bangkit Peduli Pelopori Khitanan Massal

“Dugaan yang sedang terjadi saat ini sulit bagi pemerintah dalam hal ini dinas terkait untuk mengendalikan, terutama penimbunan minyak tanah sehubungan dengan banyaknya proyek yang dikerjakan”, kata ketua Fraksi PDIP DPRD Ende, Vinsen Sangu.

Vinsen meminta tindakan riil pemerintah (Disperindag) untuk mengurai faktor penyebab terjadinya kelangkaan minyak tanah.

Senada dengannya, anggota DPRD Ende Maksi Deki juga mengingatkan pemerintah untuk mendeteksi lebih jauh beberapa pekerjaan proyek di Ende yang membutuhkan minyak tanah.

Maksi menduga kelangkaan minyak tanah yang sudah memasuki tiga minggu lebih ini disinyalir adanya mafia.

“Kalau memang hotmix membutuhkan minyak tanah, ada beberapa pekerjaan di Ende yang butuh minyak tanah. Lalu berapa yang dibutuh dan ini perlu diselidiki”, ungkap Maksi.

Maksi Deki juga mengusulkan kepada Disperindag agar pelayanan minyak tanah perlu dilakukan disetiap kelurahan masing-masing demi menjamin ketersedian minyak untuk masyarakat.

Baca Juga :  Perkumpulan Peduli Kasih Prihatin Atas Kasus Pencabulan Anak Di Bawah Umur Oleh Tiga Pria di Ende

Diakhir RDP, DPRD secara kelembagaan melalui Ketua DPRD Kabupaten Ende, Fery Taso selaku pimpinan rapat menyampaikan sikap kepada pemerintah untuk menghentikan semua distribusi minyak tanah dari agen ke pangkalan.

“Secara kelembagaan sudah memutuskan secara bersama, hentikan semua distribusi minyak tanah dari agen ke pangkalan”, tegas Fery Taso.

Sebagai tindak lanjutnya, kata Fery Taso, DPRD menyarankan kepada pemerintah untuk mengambil alih semua distribusi minyak tanah ke pangkalan langsung ke kelurahan masing-masing.

Sementara, Kepala Disperindag Kabupaten Ende, Mohamad Syahrir mengatakan berdasarkan rekomendasi dari DPRD Pemerintah mengambil alih seluruh pendistribusian minyak tanah. Di mana, semula dari agen langsung ke pangkalan tapi selanjutnya dari agen langsung ke pemerintah kecamatan atau kelurahan.

Hal ini menurut Kadis demi menekan terjadinya kelangkaan minyak tanah di Kabupaten Ende dan langka ini diambil hingga keadaan normal kembali.

“Itu akan kita realisasikan mulai besok”, kata Kadis.

Penulis: Chen Rasi

Berita Terkait

Wujud Kepedulian terhadap Lingkungan, PA GMNI NTT Hijaukan Kawasan Mata Air Oelneneno Jelang Konferda II
Orang Muda di Ende Kritik Kebijakan Gubernur Soal Pembatasan Kendaraan Dalam Mengisi BBM Bersubsidi 
Alumni GMNI se-NTT Gelar Jalan Santai dan Bhakti Sosial Jelang Konferda II PA GMNI NTT
Jelang Peresmian TPA Al Amin di Ende, Yayasan Timur Bangkit Peduli Pelopori Khitanan Massal
Jalan Saga – Sokoria Tak Kunjung Diperbaiki, Pemkab Ende Akan Evaluasi PT. SGI
Gandeng CIRMA, PA GMNI NTT Gelar Penghijauan dan Bagikan Alat Tulis untuk Anak Sekolah Sambut Konferda II*
DPRD Ende Nilai PT SGI Belum Maksimal Berkontribusi Untuk Daerah
Songsong HUT Bhayangkara Ke-80, Polres Ende Gelar Pengobatan Gratis Untuk Masyarakat dan Lansia 
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 15:02 WIB

Wujud Kepedulian terhadap Lingkungan, PA GMNI NTT Hijaukan Kawasan Mata Air Oelneneno Jelang Konferda II

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:56 WIB

Orang Muda di Ende Kritik Kebijakan Gubernur Soal Pembatasan Kendaraan Dalam Mengisi BBM Bersubsidi 

Jumat, 3 Juli 2026 - 13:13 WIB

Alumni GMNI se-NTT Gelar Jalan Santai dan Bhakti Sosial Jelang Konferda II PA GMNI NTT

Senin, 29 Juni 2026 - 18:42 WIB

Jalan Saga – Sokoria Tak Kunjung Diperbaiki, Pemkab Ende Akan Evaluasi PT. SGI

Minggu, 28 Juni 2026 - 11:53 WIB

Gandeng CIRMA, PA GMNI NTT Gelar Penghijauan dan Bagikan Alat Tulis untuk Anak Sekolah Sambut Konferda II*

Berita Terbaru