LSM dan Pemerintah Sosialisasi Peningkatan Ketahanan Bencana

Kupang, Savanaparadise.com,- Sosialisasi peningkatan ketahanan kelompok paling rentan bencana alam di selenggarakan atas aliansi beberapa LSM dengan tujuan secara umum untuk meningkatkan ketahanan dan mengurangi kerentanan masyarakat dan lembaga lokal melalui mekanisme berkelanjutan yang mendukung kelompok paling rentan sehingga lebih siap menghadapi dan mengurangi serta merespon bencana alam.

Secara khusus untuk meningkatkan ketahanan kelompok masyarakat yang paling rentan terhadap bencana seperti perempuan, anak-anak, dan penyandang disabilitas di NTT dengan cara memperkuat pengetahuan dan keterampilan untuk program-program Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Komunitas (PRBBK) yang inklusif dan efektif bagi pelaku-pelaku lokal.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Tini Thadeus mengatakan bahwa program prioritas BPBD adalah pencegahan mitigasi dan kesiap siagaan. Untuk itu program diharapkan dibuat dengan. penuh perhatian agar tidak ada pembuatan jalan buntu, jalan setapak serta rumah pinggiran pantai tidak boleh horisontal dengan keadaan pantai tetapi vertikal sehingga jika terjadi Bencana maka ada banyak jalan yang dilalui dalam pelayanan bantuan mau pun penyelamatan diri, ungkapnya

Menyinggung jumlah BPBD di NTT, Thadeus mengatakan bahwa BPBD di seluruh kabupaten/kota di NTT sudah terbentuk semua namun fasilitas yang dimiliki masih sangat terbatas, mobil Ranger baru 14 unit yang tersebar dan masih kurang 8 unit untuk beberapa kabupaten, aku Thadeus

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga NTT diwakili stafnya, Lusianto dalam paparannya mengatakan bahwa jika terjadi Bencana seperti gempa dan tsunami pada saat jam sekolah maka yang paling rentan jadi korban bencana adalah anak-anak sekolah, oleh karena itu PPO berkomitmen untuk membangun sekolah inklusif sehingga tidak ada yang terdiskriminasi dalam berpendidikan, tandasnya

Disebutkan juga, bahwa hal yang sudah dilakukan PPO adalah memediasi sekolah-sekolah melakukan sosialisasi dan menyusun kurikulum sekolah siaga bencana yang berbasis anggaran. “Saat ini draf kurikulumnya sedang dipelajari oleh Handicap Internasional”, ungkapnya.

Okto Tabelak perwakilan Dinas Sosial Provinsi NTT, mengatakan bahwa implementasi program yang telah dilaksanakan Dinas Sosial yaitu perlindungan rehabilitasi sosial, aspek rehabilitasi sosial dan taruna bencana. sosial.

Dengan demikian diharapkan masyarakat hidup akrab dengan bencana, artinya masyarakat harus memahami tanda-tanda bencana, imbuhnya penuh harap.

Disebutkan Okto bahwa kabupaten Belu telah dibangun kampung siaga bencana banjir karena rawan banjir dan TTS kampung siaga bencana longsor karena rawan terjadi longsor.

Dinas Sosial juga menyedia bantuan bencana alam seperti bahan makanan dan juga sudah disiapkan bagi kelompok rentan bencana lainnya. Selain itu Dinsos juga menyediakan perlindungan pra bencana, sedang bencana dan pasca bencana serta menyediakan logistik berupa beras, lauk-pauk, sandang, alat dapur, susu dan lain-lain. (Rey)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan