Jadi Irup Pemakaman, Gubernur Cerita Kerisauan Tapatab Tentang Utang Pemkab TTS

- Jurnalis

Kamis, 21 November 2019 - 19:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Humas Pemprov NTT

So,e, Savanaparadise.com,- Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat menjadi Inspektur Upacara pada prosesi pemakaman bapak Cornelis Tapatab (Mantan Bupati TTS periode 1973-1983), Kamis 21/11/2019 bertempat di Aula Mutis Kantor Bupati Timor Tengah Selatan.

Dalam sambutannya, Gubernur Laiskodat mengatakan bahwa Nusa Tenggara Timur sangat kehilangan sosok yang sangat luar biasa ini.

“Semenjak berpulangnya almarhum beberapa waktu lalu, tentu seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur merasa sangat kehilangan sosok yang sangat berjasa ini. Almarhum telah mendedikasikan seluruh hidupnya demi kesejahteraan masyarakat NTT. Begitupula terhadap masyarakat di kabupaten Timor Tengah Selatan ketika beliau menjabat sebagai Bupati TTS periode 1973 – 1983. Banyak hal baik yang telah almarhum perbuat. Kiranya semangat kerja dari almarhum boleh menjadi teladan bagi kita semua yang masih berkarya di dunia ini, demi kemajuan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dan sudah sepatutnya kita semua yang hadir saat ini, memberikan penghormatan kepada beliau atas semua karya yang telah diperbuat bukan saja bagi masyarakat TTS, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur,” kata Gubernur.

Baca Juga :  Victory Joss Dapat Nomor Urut 4

Gubernur Viktor juga sedikit mengisahkan pertemuannya dengan almarhum beberapa waktu lalu.

“Ketika saya menjabat sebagai Gubernur, almarhum pernah bertemu dan berbincang dengan saya. Waktu itu almarhum mengatakan bahwa dia sangat risau dengan keadaan TTS saat ini, yang mana utang pemerintah kabupaten masih sangat banyak. Waktu itu saya berjanji nanti setelah pelantikan Bupati dan Wakil Bupati terpilih baru dibicarakan secara baik. Selain masalah utang pemerintah kabupaten TTS, almarhum juga meminta agar memperhatikan ruas jalan Kapan – Nenas. Dan saat ini jalan itu sementara dikerjakan, dan tahun depan saya sudah anggarkan agar pekerjaan jalan tersebut boleh sampai ke desa Nenas. Sayangnya sebelum jalan itu dikerjakan, almarhum sudah dipanggil pulang mendahului kita semua, sehingga almarhum tidak sempat melihatnya,” sambung Laiskodat.

Baca Juga :  Dinilai Tidak Becus, Jadi Alasan Penyegelan Ruangan Ketua DPRD TTU

Sebelum upacara pemakaman secara Kedinasan dilakukan, didahului dengan pembacaan riwayat hidup dari almarhum, dimana almarhum pernah menjabat beberapa jabatan penting, antara lain Bupati TTS masa jabatan 1973 – 1983, pernah juga menjadi Anggota MPR RI, dan juga beberapa jabatan di lingkup Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Tampak hadir pula pada upacara ini, Bupati dan Wakil Bupati TTS, unsur Forkopimda Kabupaten TTS, Tokoh adat dan Tokoh masyarakat Kabupaten TTS dan juga ASN lingkup pemerintah kabupaten TTS.(HumasPemprov)

Berita Terkait

Berjuang Tanpa Gedung Gereja, Umat Paulus Rasul Lamanepa Akhirnya Punya Kapela Berkat Simon Petrus Kamlasi
SMA Negeri 1 Kupang Rayakan HUT ke-75 dengan Ragam Kegiatan Besar
Andreas Hugo Parera Jelaskan Alur Penetapan Ketua DPD dan DPC PDI Perjuangan
Yusinta Nenobahan dan Kuasa Hukum Penuhi Undangan Sinode GMIT Untuk Jernihkan Persoalan Dengan Pendeta Nelson
Kuasa Hukum Yusinta Nenobahan Kecam Pihak Penyebar Data Pribadi Klien
Kasat Korwil Banser NTT Desak Polri Tangkap Pelaku Penganiayaan Banser di Tenggarang 
Difitnah di Kompasiana, Yusinta Bantah Semua Tuduhan Palsu dan Siapkan Langkah Hukum
Tak Hanya Nelayan PPI Oeba, Nelayan Tenau Juga Ikut Geruduk Kantor Gubernur NTT
Berita ini 1 kali dibaca
Tag :