Ende,Savanaparadise.com,- 227 Sekolah di Kabupaten Ende menerima bantuan Belanja Tidak Terduga (BTT) tenda untuk ruang kelas darurat tahun anggaran 2026.
Sekolah yang menerima bantuan tersebut diinput berdasarkan hasil verifikasi dan reviu tim teknis terhadap kerusakan sarana prasarana satuan pendidikan akibat Gempa Bumi mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026 lalu.
Dari hasil verifikasi dan reviu tim teknis (Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP)), yang tervalidasi sebanyak 227 Sekolah dengan rincian, TK/PAUD sebanyak 64 sekolah, SD sebanyak 133 sekolah, dan SMP sebanyak 30 sekolah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Hasil verifikasi dan reviu tersebut kemudian di tetapkan melalui Keputusan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende Nomor: PK.420.IV.03/3216/IX/2026.
Diketahui, bantuan BTT ini sebelumnya dialokasikan Pemerintah Pusat (Banpres) kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Ende untuk penanganan tanggap darurat pascagempa senilai 20 M.
Besaran dana yang terima tersebut sebelumnya telah dicairkan ke setiap Organisasi Perangakat Daerah (OPD) mendekati Rp15 miliar untuk penanganan tanggap darurat di bidang pendidikan, Kesehatan, termasuk rumah ibadah, rumah sakit, dan lain-lainnya. Salah satu Dinas yang mendapat dana ini adalah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kabupaten Ende.
Berdasarkan keterangan Kadis PK Ende yang dilansir dari pemberitaan Savanaparadise.com sebelumnya, Senin, (14/9/2026), dana Banpres yang diterima Dinas PK sekitar 7 M lebih akan digunakan untuk pengadaan tenda darurat bagi sekolah-sekolah yang mengalami tingkat kerusakan berat, sedang, maupun ringan mulai dari TK/PAUD. SD, dan SMP.
Selain itu, dana tersebut juga dialokasikan untuk pengadaan tenda darurat bagi sekolah yang bangunannya tidak mengalami kerusakan. Langkah ini diambil karena bayang-bayang trauma gempa susulan masih menghantui para siswa dan guru, membuat mereka belum berani kembali beraktivitas di dalam ruang kelas.
Ketika dikonfirmasi kembali media, Senin, (19/10/26), Kepala Dinas PK Kabupaten Ende, Venantius Minggu mengungkap, sementara waktu para penyedia barang sedang dalam proses pengantaran ke sekolah-sekolah setelah direviu oleh APIP.
Masing-masing satuan pendidikan, beber dia, jumlah tenda darurat yang diterima yakni untuk TK/PAUD 1 tenda, sedangkan SD dan SMP masing-masing menerima 2 tenda.
“Pengadaan dan pemasangan sampai Desember, lewat waktu denda, uang belum bayar ke penyedia”, ungkap Kadis Venan dalam pesan singkat di WhatsApp yang diterima media.
Meskipun dihadapkan pada keterbatasan logistik, Kepala Dinas Pendidikan, Venan, memastikan bahwa lebih dari 70 sekolah telah berhasil menerima dan memasang tenda darurat untuk mendukung proses belajar-mengajar. Kadis Venan mengakui pengadaan saat ini memang belum mampu mengakomodasi seluruh sekolah yang memiliki fasilitas Enam kelas.
“Ya, belum menjawab semua kelas..Karena yg (yang) di bantu hanya 1 atau 2 tenda, ada 6 kelas. Dan bantuan ini jga (juga) belum menjawab semua , karena masih terbatas. SDH (sudah) lebih dari 70 sekolah, pelan2 (pelan-pelan) pengiriman ade”, ujar Kadis Venan.
Penulis : Mateus Bheri
Editor : Tim Redaksi










