Peluncuran Program One Vilage One Product Gubernur NTT Didukung Penuh Bank NTT

- Penulis

Rabu, 28 Mei 2025 - 20:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, Savanaparadise.com,-  Bank NTT mendukung penuh program Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Lakalena dan Johni Asadoma. Salah satu program itu adalah One Vilage One Product. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) secara resmi meluncurkan program One Village One Product (OVOP) sebagai upaya mendorong kebangkitan ekonomi lokal berbasis potensi desa dan kelurahan.

Peluncuran yang digelar meriah di halaman Kantor Gubernur NTT ini turut dimeriahkan oleh penampilan tarian daerah dan peragaan busana tenun khas NTT, serta partisipasi aktif ratusan pelaku UMKM pada Selasa, 27 Mei 2025 malam.

Dalam kegiatan ini, Bank NTT memberikan dukungan penuh. Direktur Kredit Bank NTT, Hilarius Minggu, menyatakan bahwa keterlibatan pihaknya tidak hanya sebatas dukungan moral, tetapi juga dukungan nyata dalam bentuk fasilitas dan pembinaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tenda-tenda yang ada di halaman depan Kantor Gubernur semuanya disiapkan oleh Bank NTT. Dan masih banyak bentuk dukungan lain yang tidak kami sebutkan satu per satu,” ungkap Hilarius

Baca Juga :  Terima 7 M Dari Dana Banpres, Dinas PK Ende Gunakan Untuk Pengadaan Tenda Darurat di 227 Sekolah 

Ia juga menambahkan bahwa para pelaku UMKM yang berpartisipasi adalah binaan Bank NTT, yang telah diberi pelatihan dan pendampingan dalam mengembangkan produk mereka.

Tercatat sebanyak 190 pelaku UMKM dan pedagang kaki lima turut ambil bagian dalam acara ini, menyajikan lebih dari 1.000 porsi makanan gratis kepada para pengunjung. Semangat gotong royong dan kebersamaan ini menjadi daya tarik tersendiri dalam peluncuran program OVOP.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi NTT, Viktor Manek, menjelaskan bahwa program OVOP bukan sekadar peluncuran produk, tetapi merupakan refleksi martabat dan kerja kolektif masyarakat NTT.

“Dari ladang dan laut ke pasar, OVOP adalah wujud martabat diri—di mana potensi lokal, kemampuan beradaptasi, dan kerja keras para pelaku usaha terekspresi dalam satu produk yang menggambarkan kebanggaan dan keunikan kita,” tegas Viktor.

Sebanyak 44 produk unggulan dari desa dan kelurahan se-NTT diperkenalkan dalam peluncuran ini. Produk-produk tersebut telah melalui proses pemetaan potensi, penilaian keberlanjutan bahan baku, serta aspek legalitas dan distribusi. Dari jumlah tersebut, tiga produk telah selesai didampingi, empat sedang dalam proses pendampingan di tingkat kabupaten, dan 37 lainnya menanti intervensi lebih lanjut dari Pemerintah Provinsi.

“Pendampingan ke depan akan fokus pada peningkatan kualitas produksi, penyediaan sarana dan prasarana, kemasan, label, izin edar (BPOM dan Halal), barcode, QRIS, hingga penguatan pemasaran digital sepanjang tahun 2025,” jelas Viktor.

Baca Juga :  Peduli Gempa Flores; Diaspora Ende Lio Sare Kutai Timur Kaltim Salurkan Bantuan Bagi Lansia di Ende

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini, termasuk BPOM NTT, BPJS Kesehatan, dan Bank NTT. Tak lupa, ia mengajak perguruan tinggi untuk turut serta dalam riset dan pengembangan produk-produk lokal agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Peluncuran program OVOP kali ini juga dirangkaikan dengan Gerakan Beli Produk NTT dan kampanye penggunaan Kartu Kredit Pemerintah Daerah sebagai bagian dari strategi digitalisasi ekonomi daerah.

Acara peluncuran program OVOP ini dibuka secara resmi oleh Gubernur NTT, Melki Laka Lena, didampingi Wakil Gubernur Jhoni Asadoma, Ketua DPRD NTT Emiliana Nomleni, serta Direktur Kredit Bank NTT, Hilarius Minggu.

Turut hadir dalam ajang OVOP tersebut antara lain Kepala Kejaksaan Tinggi NTT Zet Tadung Allo, Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo, Bupati Sumba Barat Daya Ratu Wulla Talu, Sekretaris Daerah Provinsi NTT Kosmas Lana, para pimpinan SKPD lingkup Pemprov NTT, serta para kepala desa dan lurah dari 22 kabupaten/kota di NTT. (SP)

Berita Terkait

Datangi Kantor DPRD dan Bupati Ende; Puluhan Kades Tergabung Dalam APDESI dan PPDI Sampaikan 8 Poin Tuntutan
Sambut Harlantas Bhayangkara Ke-71, Satlantas Polres Ende Bagikan Sembako Kepada Pengemudi Ojek dan Warga Kurang Mampu
Terima 7 M Dari Dana Banpres, Dinas PK Ende Gunakan Untuk Pengadaan Tenda Darurat di 227 Sekolah 
GPSP Dorong BPBD Ende Lakukan Studi Kelayakan Sebelum Pulangkan Pengungsi
Bunda Julie Laiskodat Salurkan 350 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Gempa di Ende
Diaspora Ende Lio Sare Kutai Timur Kaltim Bagikan Susu Kotak dan Makanan Ringan Untuk Anak TK Serta SD
BPBD Ende Laporkan Data Pengungsian Terpusat Nol; Faktanya di Maukaro Masih Ada
Sisir Wilayah Utara Ende, Diaspora Ende Lio Sare Kutai Timur Kaltim Serahkan Bantuan Sembako dan Susu Untuk Kelompok Rentan
Berita ini 4 kali dibaca
Tag :