Refafih Minta Polda NTT Serius usut Penggelapan Aset Oleh Jimmy

- Penulis

Kamis, 6 Desember 2018 - 08:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Kupang, Savanaparadise.com,-  Ketua DPD Partai Hanura NTT , Refafi Gah meminta Kepolisian Daerah (Polda) NTT untuk serius mengusut kasus penggelapan aset partai yang dilakukan oleh Jimmy Sianto. Refafih mengatakan laporan ke Polda NTT sudah lebih dari lima bulan namun kasus itu tak kunjung diusut secara serius oleh polisi.

“ Laporan Penggelapan Aset Partai oleh Jimmy itu sudah di Polda NTT  kurang lebih sudah 5 bulan. Hingga saat ini belum ada proggresnya. Kami minta polisi untuk serius ya,” kata Refafih kepada SP, Rabu, 05 Desember 2018.

Baca Juga :  Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT Laporkan Kinerja 2025 ke Publik, Dorong Transparansi dan Kontrol Rakyat

Dikatakan Refafih aset partai yang digelapkan oleh Jimmy adalah satu unit mobil double cabin Navara dan satu unit mobil ambulance.

Ia meminta pihak Polda NTT untuk mengusut kasus penggelapan aset karena sudah terlalu lama tidak ditindak lanjuti. Ia menilai polisi sedang bermain dengan kasus ang dilaporkannya.

“ Semoga ada perhatian dari petinggi Polda NTT, karena tu menyangkut citra polisi. juga bila ada oknum polisi yang main-main dengan kasus itu mohon ditindak. Karena ini terlalu Lama,” kata Refafih.

Baca Juga :  Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT Laporkan Kinerja 2025 ke Publik, Dorong Transparansi dan Kontrol Rakyat

Menurutnya pihaknya sementara mempersiapkan gugatan lainnya terhadap Jimmy. Hal itu kata dia karena Jimmy bukan lagi sebagai anggota partai Hanura sebab sudah dipecat dan KTA nya sudah dicabut.

“ Mungkin Jimmy masih berhalusinasi, kami siap menghadapi itu sambil mempersiapkan tindakan hukum lain yang juga akan segera menggugat Jimmy dari aspek  Pidananya serta mengejar laporan Penggelapan Aset oleh Jimmy,” kata Dia.(SP)

Berita Terkait

Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan
Rapat Dinas DKP Gagal Total,Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Ogah Hadir
DPRD NTT Bantah Intervensi Kenaikan Tarif, Komisi II “Sidang” Kadis DKP Soal Polemik Pergub
Miris, Kadis Perikanan Undang Rapat Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Hanya Lewat WhatsApp
Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Minta Melki Lakalena Jangan Bikin Susah Sesama Ana Oeba 
Politeknik St. Wilhelmus Boawae Cetak 126 Lulusan Baru, William Yani Wea: “Jangan Berhenti Belajar!”
Sulastri Sebut Kenaikan Tarif 300 Persen Karena Masukan DPRD NTT, Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Meradang
Sulastri Sebut Pergub 33/2025 Terbit Berdasarkan Masukan Resmi DPRD NTT
Berita ini 209 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 30 September 2025 - 21:39 WIB

Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan

Selasa, 30 September 2025 - 16:01 WIB

DPRD NTT Bantah Intervensi Kenaikan Tarif, Komisi II “Sidang” Kadis DKP Soal Polemik Pergub

Selasa, 30 September 2025 - 12:44 WIB

Miris, Kadis Perikanan Undang Rapat Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Hanya Lewat WhatsApp

Selasa, 30 September 2025 - 06:59 WIB

Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Minta Melki Lakalena Jangan Bikin Susah Sesama Ana Oeba 

Senin, 29 September 2025 - 21:58 WIB

Politeknik St. Wilhelmus Boawae Cetak 126 Lulusan Baru, William Yani Wea: “Jangan Berhenti Belajar!”

Berita Terbaru