Lakukan Aksi, GMNI Ende Sampaikan Lima Poin Tuntutan Kepada Pemda dan DPRD Soal Infrastruktur Jalan

- Penulis

Selasa, 7 Juni 2022 - 20:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puluhan Massa Aksi dari GMNI Cabang Ende dihadang barisan dari personil Sat Pol PP Kabupaten Ende di pintu pagar Kantor Bupati Kabupaten Ende (Foto: Chen Rasi/Savanaparadise.com)

Puluhan Massa Aksi dari GMNI Cabang Ende dihadang barisan dari personil Sat Pol PP Kabupaten Ende di pintu pagar Kantor Bupati Kabupaten Ende (Foto: Chen Rasi/Savanaparadise.com)

Ende, Savanaparadise.com,- Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Ende mengelar aksi demo damai di depan kantor Bupati dan DPRD Kabupaten Ende, Selasa (07/06/22).

Dalam aksi demonya, puluhan massa aksi dari GMNI Cabang Ende ini menyoroti berbagai persoalan mengenai pembangunan infrastruktur jalan yang ada di pelosok Desa yang dinilai belum disentuh secara baik.

Mereka mendesak agar Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Ende segera menuntaskan janji-janji kampanye MJ Jilid II yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) terkait 12 program unggulan dan salah satunya adalah soal infrastruktur jalan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebab, berdasarkan advokasi dan investigasi yang mereka lakukan masih terdapat disparitas pembangunan infrastruktur jalan antara kota dan Desa.

Menurut massa aksi, masih terdapat sejumlah kecamatan terkhusus Desa yang kondisi jalannya sangat memprihatinkan, seperti Kecamatan Nangapanda, Kecamatan Ndona Timur, Kecamatan Lepembusu Kelisoke, Kecamatan Detukeli, dan Kecamatan Maurole.

Terpantau, sebelum tiba di kantor Bupati Ende, massa aksi dari GMNI ini melakukan orasi disepanjang jalan hingga tiba di kantor Bupati Kabupaten Ende yang dikawal oleh puluhan personil dari Kepolisian Resort (Polres) Ende.

Tiba di kantor Bupati Kabupaten Ende massa aksi disambut oleh personil dari Sat Pol PP dan Polisi yang sedang melakukan blokade di pintu pagar kantor Bupati.

Baca Juga :  PMKRI Bantah Pernyataan Bupati Tentang Pendidikan dan Kesehatan di Ende Baik

Aksi semula berjalan alot dan damai. Namun ketika massa aksi meminta agar pintu pagar kantor Bupati di buka dan membiarkan massa aksi masuk untuk bertemu dengan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Ende, namun maksud tersebut tidak sikapi oleh barisan aparat.

Situasi pun mulai memanas, aksi saling dorong antara massa aksi dan aparat dari Sat Pol PP pun tak terelakan.

Setelah mengetahui Bupati dan Wakil Bupati tidak berada di tempat, lewat oratornya, mereka menyampaikan kekesalan dan menyatakan mosi tidak percaya kepada Bupati dan Wakil Bupati Ende dan berjanji akan melakukan aksi kembali dengan kekuatan massa yang lebih besar.

Sebelum melanjutkan aksi ke kantor DPRD Ende, Ketua GMNI Cabang Ende Marianus Yanto Woda menyampaikan pernyataan sikapnya sebagai berikut:

1. GMNI Ende mendesak PEMDA dan DPRD Kab. Ende untuk mengalokasikan dana pembangunan infrastruktur jalan dari beberapa desa yang sudah disebutkan :

2. GMNI Ende mendesak PEMDA dan DPRD Kab. Ende harus memprioritaskan kegiatan pembangunan pada Desa-desa terpencil /tertinggal yang belum tersentuh oleh pembangunan infrastruktur jalan dan listrik.

3. GMNI Ende mendesak PEMDA dan DPRD Ende untuk menginstruksikan Dinas PU Kab. Ende guna melihat langsung kondisi-kondisi jalan yang Ada di wilayah perdesaan

4. GMNI Ende mendesak PEMDA dan DPRD Kab. Ende segera menuntaskan jaringan irigasi di daerah pertanian/persawahan di Mautenda 1 sampai Mautenda 8 untuk mewujudkan cita-cita swasembada pangan.

Baca Juga :  Personil Polres Ende Tangani Bencana Longsor di Roa Ende

5. GMNI Ende mendesak PEMDA dan DPRD Ende untuk merencanakan dan melaksanakan kebijakan pembangunan daerah secara adil dan merata sebelum mengakhiri masa jabatan sehingga tidak terjadi ketimpangan pembangunan dalam wilayah Kabupaten Ende.

Sesudah menyampaikan pernyataan sikap massa aksi yang dikawal oleh personil polisi lalu melanjutkan aksi menuju kantor DPRD Ende.

Setiba di kantor DPRD Ende massa aksi di ijinkan masuk untuk bertemu dengan DPRD Ende. Namun saat di minta haring tapi massa aksi menolak dengan alasan bahwa di kantor Bupati tadi mereka tak sempat bertemu dengan Bupati dan Wakil Bupati untuk menyampaikan aspirasi.

Akhirnya, lewat orator Stefanus Seru, GMNI menyampaikan beberapa tuntutan kepada DPRD Ende yakni:

1. Kepada Bapak/Ibu DPRD Kab, Ende sebagai representasi masyarakat. Masyarakat sangat menaruh harapan besar untuk memperjuangkan akses sarana infrastruktur jalan sehingga masyarakat dapat menikmati.

2. Kepada Bapak/Ibu Dewan terhormat, kami meminta bentuk tanggung jawabnya kepada masyarakat perdesaan terkait dengan hajat hidup orang banyak.

3. Masyarakat menyadari betul terkait dengan tupoksi DPRD sebagai Wakil Rakyat. Kami meminta implementasi dari tugas Bapak/Ibu Dewan terkait kegiatan pembangunan yang direncanakan oleh Daerah.

Penulis: Chen Rasi

Editor: Yuven Abi

Berita Terkait

Sidang PS Sengketa Tanah Maulafa, Penggugat Tak Bisa Buktikan Batas Lahan
NasDem Sumba Tengah Kritik Pemberitaan Tempo, Tuntut Klarifikasi dan Permintaan Maaf
Framing “PT. Partai NasDem Indonesia Raya Tbk,DPW NasDem NTT tuntut Majalah Tempo minta maaf secara tertulis 
Cipayung Plus Menduga Adanya Intimidasi Dibalik Kehadiran Camat Enteng dan Sat Pol PP di Margasiswa PMKRI, Begini Penjelasan Camat
Buruknya Infrastruktur Jalan, Seorang Ibu Hamil di Ende Dibopong Jalan Kaki Selama Tiga Jam dan Melahirkan di Kampung Tetangga
Seruan Moral Seorang Anak Pedagang Kecil di Ndao Ende Saat Demo: Jangan Rampas Hak Kami
SPK Panaskan Mesin PAN NTT, Target Kursi Tambahan di Dapil II
Demo di Kantor Bupati Ende, Pendemo Lakukan Aksi Bakar Ban Hingga Bentrok Dengan Sat Pol PP
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 18:00 WIB

Sidang PS Sengketa Tanah Maulafa, Penggugat Tak Bisa Buktikan Batas Lahan

Rabu, 15 April 2026 - 14:14 WIB

NasDem Sumba Tengah Kritik Pemberitaan Tempo, Tuntut Klarifikasi dan Permintaan Maaf

Rabu, 15 April 2026 - 13:12 WIB

Framing “PT. Partai NasDem Indonesia Raya Tbk,DPW NasDem NTT tuntut Majalah Tempo minta maaf secara tertulis 

Senin, 13 April 2026 - 21:11 WIB

Cipayung Plus Menduga Adanya Intimidasi Dibalik Kehadiran Camat Enteng dan Sat Pol PP di Margasiswa PMKRI, Begini Penjelasan Camat

Minggu, 12 April 2026 - 21:57 WIB

Buruknya Infrastruktur Jalan, Seorang Ibu Hamil di Ende Dibopong Jalan Kaki Selama Tiga Jam dan Melahirkan di Kampung Tetangga

Berita Terbaru