Cara Unik Sekolah Dan Nakes Di Pedalaman NTT Songsong HUT Kemerdekaan RI Ke 78

Ende, Savanaparadise.com,- Dalam menyongsong HarI Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia biasanya selalu diadakan berbagai kegiatan dan perlombaan, baik itu diselenggarakan dengan melibatkan berbagai pihak yang berkepentingan atau tanpa sama sekali.

Kegiatan itu tampak terlihat diberbagai daerah dengan jenis kegiatan yang begitu variatif sehingga mengundang perhatian dari masyarakat untuk turut terlibat dan menyaksikan aneka kegiatan tersebut.

Bacaan Lainnya

Begitupun yang dilakukan oleh sejumlah sekolah dan Tenaga Kesehatan (Nakes) yang ada di pedalaman Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), tepatnya di Kabupaten Ende, Kecamatan Kotabaru. Berbekal modal semangat, demi menyongsong HUT kemerdekaan RI ke 78 mereka mengadakan berbagai aneka kegiatan dan lomba.

Kegiatan ini dibuat sebagai ekspresi kegembiraan, rasa syukur, serta bentuk partisipasi dan keterlibatan dari lembaga pendidikan, sekolah-sekolah, bapak ibu guru, siswa siswi, dan juga Nakes dari Puskesmas Loboniki.

Dengan menggandeng beberapa sekolah yang ada di wilayah dataran Ndondo dan Tenaga Kesehatan Puskesmas Loboniki kegiatan tersebut dilaksanakan dengan sangat meriah.

Adapun sekolah yang terlibat dalam kegiatan tersebut adalah SMA Negeri Ndondo, SMP Swasta Katolik Madani Ndondo, SDK Loboniki, SD Inpres Liga Lejo, SD Inpres Rojabai, dan SD Inpres Nuanaga, serta TK dan Paud.

Kegiatan diawali dengan jalan sehat kemudian dilanjutkan dengan senam pagi bersama di Lapangan Bola Kaki Loboniki, Selasa (15/08/23).

Setelahnya, diadakan berbagai aneka perlombaan, mulai dari baris berbaris, lari karung, lomba makan krupuk, dan lomba cuci tangan, serta lomba dance. Untuk lomba baris berbaris diikuti oleh bapak ibu guru dari masing-masing sekolah, tenaga kesehatan Puskesmas Loboniki, dan campuran yang terdiri dari unsur masyarakat dan juga para kepala desa yang disertai yel-yel dengan versi dan gayanya masing-masing.

Sedangkan lomba lari karung dibagi dalam dua kelompok, kelompok pertama dari pelajar yang terdiri perempuan dan laki-laki dan kelompok yang kedua bapak ibu guru serta tenaga kesehatan.

Terpantau media, suara teriakan dari para penonton demi membakar semangat peserta lomba tak terelakan. Situasi kian ramai dan itu tampak dari raut wajah para penonton kendati di tengah teriknya panas matahari, mereka tetap memadati lapangan bola kaki.

Kepala Puskesmas Loboniki selaku Ketua Panitia penyelenggara, Maximilianus Kolbe menjelaskan, menjelang HUT RI ke 78 kita sudah mengagendakan sebelumnya untuk mengadakan berbagai macam kegiatan dan juga aneka lomba seperti, jalan sehat, senam masal, lomba gerak jalan sehat antar SD, SMP /SMA dan antar Instansi sekolah guru dan pegawai SD, SMP, SMA, Puskesmas dan Aparat Desa.

Menurut Kapus, kegiatan gerak jalan sehat dan senam masal ini bertujuan untuk memupuk rasa persaudaraan dan kekompakan antar sesama tim dan sekaligus melatih keberanian anak-anak agar kelak ketika mereka berada di tengah masyarakat mereka mampu menerapkan nilai itu.

“Dan olaraga senam masal ini kita adakan dengan maksud memasyarakatkan olaraga sehingga olaraga menjadi budaya bagi masyarakat”, urai Maximilianus.

Kapus Loboniki juga menyebutkan selain kegiatan di atas kita juga mengadakan lomba dance cuci tangan, antar SD, SMP dan SMA. Kegiatan ini sendiri menurut Kapus bertujuan untuk membudayakan anak-anak selalu cuci tangan pakai sabun. Dalam hal ini, anak-anak dan masyarakat di ajak untuk berperilaku hidup sehat.

“Kedepannya dari kegiatan itu sebagai upaya pemberdayaan masyarakat dalam bentuk preventif dan promotif. Dance sendiri kita satukan dalam kegiatan ini dengan satu tujuan agar lebih bervariatif”, pungkas Maximilianus.

Selain lomba dance cuci tangan, Kapus Maximilianus juga membeberkan, aneka lomba lain yang kita perlombakan adalah Lari Karung antar SD, SMP dan SMA, serta antar instansi, lomba masukkan paku dalam botol antar SD, SMP dan SMA, Lomba makan krupuk antar TK dan SD kelas 1 dan 2.

“Inti sari dari seluruh rangkaian kegiatan tersebut adalah bagaimana kita membangung rasa cinta tanah air dan bangsa kepada anak-anak sejak dini yang di mulai dari dusun dan desa kita masing-masing”, terang Kapus.

Penulis: Chen Rasi

Pos terkait