Majukan NTT, Utamakan Sektor Pertanian, RDP Senator Ibrahim Medah dengan Masyarakat TTS

- Penulis

Senin, 20 Februari 2017 - 07:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

4tts

Soe, Savanaparadise.com,- Dalam rilis Badan Pusat Satatistik (BPS) pada awal tahun 2017 menempatkan Provinsi NTT sebagai Provinsi termiskin urutan ketiga dari seluruh provinsi se Indonesia setelah Papua dan Papua Barat. Fakta ini menunjukan bahwa sektor prioritas yang menjadi sandaran hidup mayoritas masyarakat NTT belum terurus dengan maksimal. Itu pasalnya, dalam forum Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Senator Drs. Ibrahim Agustinus Medah dengan masyarakat di Kelurahan Nonohonis, Kecamatan Kota Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), di Kantor Lurah setempat, Rabu (15/2/2017) Ibrahim Medah mengatakan, kemiskinan NTT lantaran sektor pertanian belum terurus dengan serius oleh pemerintah. Turut hadir dalam forum RDP itu Wakil Ketua DPRD Kabupaten TTS Aleks Kaseh dan sejumlah tokoh seprti Anis Lakapu dan Markus Ndun.

Menurut Medah, sektor yang paling bertanggungjawab dalam kaitan dengan angka kemiskinan di NTT adalah sektor pertanian. “Hampir 80 persen masyarakat di NTT hidupnya di sektor pertanian dan kemampuan petani kita di NTT rata-rata hanya mengolah lahan sekitar 0,5 hektar setiap Kepala Keluarga, dengan kondisi air yang sangat minim, bahkan hanya mengharapkan hujan yang tidak menentu,” kata Medah.

Dikatakan Medah, untuk memajukan sektor Pertanian di NTT, pemerintah harus mampu membantu masyarakat menyediakan air untuk pertanian dan peternakan serta membantu masyarakat dalam pengolahan lahan pertanian. “Masalah utama memajukan pertanian kita adalah air dan teknologi untuk mengolah lahan pertanian. Dibutuhkan komitmen politik dari Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota agar menyisihkan lima persen dari APBD Provinsi dan kabupaten/Kota setiap tahun untuk membeli exafator serta peralatan sumur bor yang setiap hari bekerja membuat cek dam dan sumur bor. Selain itu, disisihkan juga lima persen dari APBD per tahun untuk membeli alat berat dan traktor yang bekerja membantu mengolah lahan pertanian sehingga air dan lahan tersedia, para petani kita tinggal menanam,” ujarnya.

Menurut Medah, jika sektor pertanian di NTT maju, maka sektor lain akan terdongkrak dengan sendirinya. “Kita bukan mau mengabaikan sektor lain, tetapi karena mayoritas masyarakat kita menggantungkan hidupnya di sektor pertanian maka sektor ini yang harus diprioritaskan,” kata Medah.

Ketua LPM Kelurahan Nonohonis Frans Mone saat itu membeberkan sejumlah persoalan yang terjadi di daerah itu untuk diperhatikan oleh pemerintah pusat dan Kabupaten TTS diantaranya masalah guru-guru, infrastruktur jalan dan jembatan serta persoalan layanan kesehatan yang tidak maksimal bagi warga. “Persoalan humman traficking di TTS juga harus menjadi perhatian pemerintah, karena banyak anak TTS yang menjadi korban mafia perdagangan orang,” kata Frans Mone.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten TTS Aleks Kaseh saat itu merespons semua aspirasi yang diungkapan masyarakat dan berjanji akan mendesak pemerintah Kabupaten TTS agar segera menyelesaikan berbagai kendala yang sedang dihadapi masyarakat. Ia juga mengharapkan bantuan Senator Drs. Ibrahim Agustinus Medah agar hal mana yang menjadi kewenangan pemerintah pusat agar segera dikoordinasikan dengan pemerintah pusat.***

Senator Drs. Ibrahim Agustinus Medah ketika membawakan materi dalam Rapat Dengar Pendapat bersama masyarakat di Kantor Lurah Nonohonis, Kecamatan Kota Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Rabu, 15 Pebruari 2017

Berita Terkait

Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan
Rapat Dinas DKP Gagal Total,Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Ogah Hadir
DPRD NTT Bantah Intervensi Kenaikan Tarif, Komisi II “Sidang” Kadis DKP Soal Polemik Pergub
Miris, Kadis Perikanan Undang Rapat Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Hanya Lewat WhatsApp
Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Minta Melki Lakalena Jangan Bikin Susah Sesama Ana Oeba 
Politeknik St. Wilhelmus Boawae Cetak 126 Lulusan Baru, William Yani Wea: “Jangan Berhenti Belajar!”
Sulastri Sebut Kenaikan Tarif 300 Persen Karena Masukan DPRD NTT, Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Meradang
Sulastri Sebut Pergub 33/2025 Terbit Berdasarkan Masukan Resmi DPRD NTT
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 30 September 2025 - 21:39 WIB

Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan

Selasa, 30 September 2025 - 18:40 WIB

Rapat Dinas DKP Gagal Total,Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Ogah Hadir

Selasa, 30 September 2025 - 12:44 WIB

Miris, Kadis Perikanan Undang Rapat Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Hanya Lewat WhatsApp

Selasa, 30 September 2025 - 06:59 WIB

Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Minta Melki Lakalena Jangan Bikin Susah Sesama Ana Oeba 

Senin, 29 September 2025 - 21:58 WIB

Politeknik St. Wilhelmus Boawae Cetak 126 Lulusan Baru, William Yani Wea: “Jangan Berhenti Belajar!”

Berita Terbaru