Terkait Konflik di Besi Pae TTS, Cagub SPK : Saya Pahami Betul Apa yang Masyarakat Butuhkan 

- Penulis

Senin, 28 Oktober 2024 - 08:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUPANG,Savanaparadise.com- Konflik saling klaim lahan di Besipae, NTT, terjadi antara warga Pubabu dan Pemprov NTT hingga kini belum menemui titik terang.

Saat ini sebanyak 29 kepala keluarga (KK) masyarakat adat Pubabu-Besipae, jadi korban penggusuran yang dilakukan Pemerintah Provinsi NTT.

Mereka kini terpaksa membangun tenda-tenda darurat sebagai tempat tinggal sementara di lokasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Calon Gubernur NTT nomor urut 3, Simon Petrus Kamlasi (SPK) ikut berkomentar terkait polemik tersebut.

Saat menjawab pertanyaan panelis dalam Diskusi Publik Politik Gagasan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur NTT Periode 2024-2029 yang digelar Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Nusa Cendana (Undana ) Kupang, Sabtu (26/10/2024).

Panelis menanyakan strategi apa yang akan dilakukan Paket SIAGA Nomor Urut 3 untuk menyelesaikan konflik yang terjadi antara masyarakat Besi Pae, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) terkait persoalan lahan Besi Pae yang diklaim milik Pemprov NTT selama ini.

Baca Juga :  Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT Laporkan Kinerja 2025 ke Publik, Dorong Transparansi dan Kontrol Rakyat

Calon Gubernur Nusa Tenggara Timur Nomor Urut 3, Simon Petrus Kamlasi (SPK) menyampaikan terima kasih atas pertanyaan dari panelis.

“Terima kasih atas pertanyaan panelis,” tutur SPK.

Cagub SPK mengatakan, memang ada pendekatan hukum dalam kasus di Besi Pae TTS, tetapi pendekatan untuk menyejahteraan mereka juga lebih penting.

Jika terpilih menjadi Gubernur NTT, SPK berjanji akan mengevaluasi kembali terkait polemik di Besi Pae TTS. Ia menegaskan, harus punya strategi percepatan untuk menyiapkan kesejahteraan masyarakat di Besi Pae.

“Luas lahan itu tidak seberapa. Jadi , nanti kita evaluasi kembali. Kalau kita menggeser mereka sesuai hasil dialog dalam keputusan bersama, maka kita harus punya strategi percepatan untuk menyiapkan kesejahteraan masyarakatnya. Kita harus pastikan, bahwa kesejahteraan masyarakatnya terjamin,” kata SPK.

Baca Juga :  Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada

SPK mengaku sebagai putra asli TTS, ia memahami betul apa yang masyarakat butuhkan. Karena itu, dia, dalam menyelesaikan sebuah persoalan lebih di kedepankan tindakan persuasif dan musyawarah untuk mencapai kesepakatan bersama.

“Kebetulan saya anak asli dari Timor Tengah Selatan (TTS), saya pahami betul apa yang masyarakat butuhkan. Mereka itu adalah saudara-saudara kita dan membutuhkan mata pencahariannya dari situ,” terang Jenderal Bintang Satu ini.

“Apakah mereka (masyarakat,red) lebih baik menjadi “pagar hidup” dari project yang ada di sana. Artinya, merekalah yang terlibat langsung untuk menjadi orang –orang yang lebih berperan di situ. Jadi, kita libatkan mereka menjadi “pagar hidup” di situ, sehingga mereka merasa memiliki tanggungjawab untuk menjaga dan memelihara lahan yang ada. Ini sebenarnya urusan mata pencaharian,” kata Putra Timor Kelahiran Bumi Cendana Wangi ini.***

Berita Terkait

Meski Dipolemikan, Anton Doni Dihen Libatkan Sekda Ngada Defenitif dalam Pansel Job Fit di Flores Timur
Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada
Akademisi Koreksi Pernyataan Fraksi Golkar DPRD Ngada Terkait Pelantikan Sekda
Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT Laporkan Kinerja 2025 ke Publik, Dorong Transparansi dan Kontrol Rakyat
Akademisi Apresiasi Laporan Kinerja Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT, Dorong Standar Baru Akuntabilitas Politik
Anggota Dewan di Ende Desak Pemerintah Perhatikan Pelayanan di Dukcapil dan Sektor Kesehatan
Fraksi PDIP DPRD Ende Pertanyakan Ranperda Tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2024
Kolaborasi Antara Sang Mantan dan Bupati Aktif, Rencanakan Bangun Ende Bersama-sama
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 14 Maret 2026 - 15:15 WIB

Meski Dipolemikan, Anton Doni Dihen Libatkan Sekda Ngada Defenitif dalam Pansel Job Fit di Flores Timur

Senin, 9 Maret 2026 - 14:29 WIB

Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada

Minggu, 8 Maret 2026 - 08:59 WIB

Akademisi Koreksi Pernyataan Fraksi Golkar DPRD Ngada Terkait Pelantikan Sekda

Selasa, 17 Februari 2026 - 10:47 WIB

Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT Laporkan Kinerja 2025 ke Publik, Dorong Transparansi dan Kontrol Rakyat

Selasa, 17 Februari 2026 - 09:48 WIB

Akademisi Apresiasi Laporan Kinerja Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT, Dorong Standar Baru Akuntabilitas Politik

Berita Terbaru