Ramai Dikritik, Akhirnya Anggota DPRD NTT Batal Dapat Gaji ke 13

- Penulis

Senin, 6 Juli 2015 - 22:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, Savanaparadise.com,- Wacana usulan gaji ke 1 bagi anggota DPRD NTT mendapat kritik dari masyarakat NTT. Berbagai komentar pedas di jejaring social di alamatkan ke anggota DPRD NTT.

Sadar mendapat penolakan, dalam sidang paripurna Senin, 6 Juni 2015, tujuh fraksi menolak usulan Badan Anggaran (Banggar) DPRD tersebut.

Fraksi Partai Demokrat melalui sekretaris Fraksi, Leonardus Lelo mengatakan usulan gaji ke-13 bertentangan dengan regulasi yang berlaku. Selain itu sangat sensitif dengan realitas kemiskinan dan penderitaan mayoritas rakyat NTT saat ini.

Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa berpendapat kebijakan gaji ke-13 hanya diperuntukan bagi Aparatur Sipil Negara dan bukan untuk Pejabat Daerah. Fraksi PKB dengan tegas menyatakan menolak usulan gaji ke-13 oleh Banggar.

Pernyataan penolakan gaji ke-13 yang dibacakan anggota Fraksi, Aleta Baun menyatakan, dengan melihat realita terhadap masalah kelaparan, kekeringan, rawan pangan & Gizi Buruk yang terjadi di NTT, maka PKB mengajak semua untuk prihatin dan bersedia memberikan bantuan sebagaimana sebagai derma bagi janda miskin

Hal senada disampaikan, Wellem Kale, juru bicara Fraksi Nasdem untuk menolak usulan gaji ke-13 usulan Banggar DPRD NTT dengan pertimbangan tidak sesuai dengan regulasi dan memperhatikan kondisi masyarakat NTT yang masih dalam keadaan memprihatinkan.

Baca Juga :  Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah

Sementara Fraksi PDIP yang di mintai keterangan melalui sekretaris Fraksi, Yunus Takandewa mengatakan sejak awal Fraksinya sudah menolak usulan dari banggar.

” Fraksi PDIP menolak secara tegas usulan banggar yang meminta gaji ke 13. permintaan ini sangat berlebihan dan melukai perasaan masyarakat NTT yang masih membutuhkan perhatian dari Pemerintah,” Jelasnya. (SP)

Berita Terkait

Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada
Akademisi Koreksi Pernyataan Fraksi Golkar DPRD Ngada Terkait Pelantikan Sekda
Panas! Bupati Ngada Abaikan Penunjukan Gubernur, Watu Ngebu Tetap Dilantik Jadi Sekda
Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah
VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit
Perdes Masih Draf Uji Coba, Warga Suku Boti Mengaku Merugi Ratusan Juta
Akademisi Apresiasi Laporan Kinerja Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT, Dorong Standar Baru Akuntabilitas Politik
Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 14:29 WIB

Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada

Minggu, 8 Maret 2026 - 08:59 WIB

Akademisi Koreksi Pernyataan Fraksi Golkar DPRD Ngada Terkait Pelantikan Sekda

Sabtu, 7 Maret 2026 - 09:48 WIB

Panas! Bupati Ngada Abaikan Penunjukan Gubernur, Watu Ngebu Tetap Dilantik Jadi Sekda

Rabu, 4 Maret 2026 - 13:04 WIB

Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah

Sabtu, 21 Februari 2026 - 15:08 WIB

VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit

Berita Terbaru