Polres Ende Bentuk 16 Kampung Tangguh Cegah Covid-19

- Penulis

Sabtu, 20 Februari 2021 - 07:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ende, Savanaparadise.com, Kepolisian Resort (Polres)  Ende bentuk kampung tangguh untuk penanganan dan pencegahan Covid-19 di Kabupaten Ende.

Kampung tangguh yang sudah dibentuk oleh Polres Ende berjumlah 16 yang terdiri dari beberapa Desa dan Kelurahan yang ada di Wilayah Kabupaten Ende.

16 kampung tangguh yang sudah dibentuk antara lain, untuk Kecamatan Ende diantaranya, Desa Tomberabu II, Desa Rukuramba, Desa Ndetundora, Desa Peozakmbara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk Kecamatan Ende Selatan, kelurahan Tetandara, Kecamatan Ende Tengah, Kelurahan Paupire, Kecamatan Ende Timur, Desa Kedebodu, Kecamatan Ende Utara, Desa Gheoghoma.

Baca Juga :  Kapolres Ende dan Ketua Bhayangkari Serahkan Bantuan Perlengkapan Sekolah Untuk Siswa SD

Sedangkan Kecamatan Ndona, Kelurahan Lokoboko, Kecamatan Detusoko, Kelurahan Detusoko Barat, Kecamatan Wolowaru, Desa Tenda, Kecamatan Wewaria, Desa Mukusaki.

Kecamatan Maurole, Desa Aewora, Kecamatan Maukaro Desa Kebirangga, Kecamatan Lio Timur, Kelurahan Watuneso, Kecamatan Nangapanda, Desa Penggajawa, dan terahkir Kecamata Pulau Ende, Desa Puutara.

Hal ini disampaikan oleh Kapolres Ende, AKBP Albertus Andreana, saat konferensi pers di ruangan Satreskrim Polres Ende, Jumat, (19/2/21).

” Kampung tangguh dibangun terkusus untuk memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 di wilayah Kabupaten Ende”, jelas Kapolres.

Kapolres mengatakan, terbentuknya kampung tangguh atas kerjasama dengan empat tungku diantara Pemerintah, Agama, Adat, dan TNI/Polri.

Kapolres juga menjelaskan kita sadar dan tahu bahwa hingga saat ini masyarakat masih taat pada ritual adat dan masih menjunjung tinggi nilai-nilai adat sebagai kearifan lokal.

Baca Juga :  Polres Ende Dirikan Tenda Darurat dan Kawal Bantuan Presiden Untuk Korban Bencana Gempa Flores

sehingga, kata Kapolres,  kita akan bangun sinergitas, konsilidasi, dan koordinasi dengan pihak adat agar dengan cara adat masyarakat yang belum patut dan taat pada protokol kesehatan patut diberikan sanksi secara adat.

“Nanti kita lihat sesuai kearifan lokal masing-masing desa atau kelurahan dalam pemberlakuan sanksi”, jelas Andreana.

 

Andreana juga menyampaikan, pada hari Kamis, beberapa perwira Polres Ende turun ke lokasi untuk launching kampung tangguh.

“Saya laouching kampung tangguh di Desa Puutara, sedangkan teman-teman lain ada yang ke Desa Aewora, dan ada juga yang ke Kecamatan Lio Timur”, imbunnya.

Andreana berharap dengan kehadiran kampung tangguh ini mampu mencegah dan memutuskan mata rantai Covid-19 di Kabupaten Ende secara keseluruhan.

Penulis: Chen Rasi

Berita Terkait

Bupati Badeoda Lantik Gabriel Dala Jadi Sekda Ende; Minta Benahi Birokrasi Berbelit-Belit
Kunjungi Ende, Wamen PU Instruksikan Percepatan Tanggap Darurat Infrastruktur Air Minum Perumda Tirta Kelimutu
Datangi Kantor DPRD dan Bupati Ende; Puluhan Kades Tergabung Dalam APDESI dan PPDI Sampaikan 8 Poin Tuntutan
Sempat Dikabarkan Batal Dibagikan ke KPM; 54 Ton Beras Rawan Pangan di Ende Disalurkan Secara Manual
754 Ton Beras Rawan Pangan Di Ende Gagal Salur, Ansel Kaise : Pemkab Segera Koordinasi Dengan Bapanas
Ratusan Unit Kendaraan Dinas Milik Pemkab Ende Tunggak Pajak
Sambut Harlantas Bhayangkara Ke-71, Satlantas Polres Ende Bagikan Sembako Kepada Pengemudi Ojek dan Warga Kurang Mampu
Putri Pariwisata Indonesia 2026 Bersama Levico Butik Bagikan Paket Sembako Untuk Warga Terdampak Gempa di Ende
Berita ini 14 kali dibaca