Ende, Savanaparadise.com,- Kondisi infrastruktur jalan di berbagai wilayah Kabupaten Ende masih cukup memprihatinkan. Buruknya kondisi jalan dibeberapa wilayah ini yang menyebabkan arus trasportasi di wilayah tersebut menjadi terhambat.
Selain itu, masyarakat harus berjibaku melewati medan yang begitu ekstrem yang sekali-kali dapat mengancam keselamatan mereka. Saking buruknya kondisi jalan ini, jangankan kendaraan roda empat, roda dua pun sangat sulit melawatinya.
Padahal, apabila diamati secara seksama beberapa wilayah yang kondisi jalannya rusak parah tersebut merupakan pemasok hasil komoditi terbanyak di Kabupaten Ende. Lebih dari itu, para pelaku UMKM juga ikut merasakan sulitnya untuk mendistribusikan barang-barang kebutuhan pokok warga untuk dijual.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu wilayah yang mengalami buruk infrastruktur jalan adalah empat desa di wilayah Kecamatan Lepembusu Kelisoke, Kabupaten Ende, yakni, Desa Rutujeja, Desa Tani Woda, Desa Detuara, dan Desa Tiwu Sora.
Hingga kini, buruknya wajah jalan di wilayah empat desa ini kembali menjadi sorotan dan juga catatan kritis bagi orang muda di Kecamatan Lepkes karena tak pernah tersentuh yang nama pembangunan jalan.
Salah satu tokoh muda, Yanto Woda, mengungkapkan bahwa jalan desa yang rusak menyulitkan aktivitas warga, khususnya para petani dan pelaku usaha kecil dalam mendistribusikan hasil produksi.
“Jalan ini merupakan urat nadi ekonomi masyarakat desa. Jika kondisinya rusak dan tidak segera diperbaiki, maka biaya transportasi meningkat dan pendapatan warga ikut menurun, ujarnya kepada media, Senin (7/1/2026).
Pria yang akrba disapa Yanto ini menegaskan, kondisi infrastruktur jalan di kecamatan Lepkes perlu ada perhatian serius dari pemerintah daerah dan dibutuhkan untuk diperbaiki segera.
“Kebutuhan utama bagi warga 4 desa di Lepkes adalah infrastruktur jalan. Tapi nyatanya sejauh pengamatan kita selama ini, terkesan pembangunan hanya terpusat di perkotaan”, beber Yanto.
Yanto juga secara tegas meminta Bupati untuk turun langsung melihat kondisi jalan pedesaan yang selama bertahun-tahun belum tersentuh perbaikan maksimal. Bahkan, menurutnya terjadi longsor di kali lowosuli bertepatannya di desa taniwoda sampai hari ini pun belum ada pembersihan material oleh pemerintah kabupaten Ende
” Kita beranggapan bahwa pemerintah seolah – olah masa bodoh dengan kondisi yang di rasakan oleh masyarakat ke empat desa”, timpalnya.
Hal senada juga disampaikan tokoh muda lainnya, Rian Gare. Rian menilai bahwa perbaikan infrastruktur jalan desa merupakan investasi jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, ketika jalan desa bagus, barang dan jasa menjadi lancar, tentunya akan mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka akses pasar, dan meningkatkan kesejahteraan warga.
Rian menambahkan, Pemuda desa siap mendukung program pemerintah sepanjang berpihak pada kebutuhan dasar masyarakat akan tetapi manakala kepentingan masyarakat itu tidak terdiatribusi secara baik, kata dia, jangan salahkan masyarakat seandainya ada mosi tidak percaya.
“Kita berharap agar Bupati segera mengalokasikan anggaran dan menetapkan perbaikan jalan pedesaan sebagai prioritas pembangunan daerah.
Kita juga berharap agar aspirasi yang yang disampaikan ini dapat menjadi perhatian serius pemerintah daerah demi mendorong pemerataan pembangunan dan peningkatan ekonomi masyarakat desa”, pungkas Rian
Penulis : Mateus Bheri/CR











