Gagal Ditempat Rantau, Cemos Pilih Buka Usaha Pangkas Rambut Di Desa Aeramo Nagekeo

- Jurnalis

Kamis, 2 Juni 2022 - 21:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bernadus Nggolu, pemilik usaha Barber Shop di Desa Aeramo Nagekeo (Foto: Fardin Bay/Savanaparadise.com)

Bernadus Nggolu, pemilik usaha Barber Shop di Desa Aeramo Nagekeo (Foto: Fardin Bay/Savanaparadise.com)

Mbay, Savanaparadise.com,- Bernadus Nggolu demikian nama lengkap pemilik pangkas rambut asal Desa Aeramo Mbay ini.

Meskipun tak sempat mengenyam pendidikan di perguruan tinggi namun bukan berarti Bernadus tak memiliki mimpi dalam berwirausaha.

Maklum Bernadus hanya mengenyam pendidikan di Sekolah Menengah Atas (SMA) yang ada di Kecamatan Keotengah, Kabupaten Nagekeo.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat di temui media ini dikediamannya yang bertempat di Desa Aeramo, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Kamis (02/06/22), Bernadus Nggolu (20) menceritakan kisahnya demikian:

Melihat kondisi perekonomian keluarga yang carut marut, pria yang akrab Cemos itu mencoba untuk merantau ke Kabupaten Malang, Provinsi Jawa timur bersama sang kakak untuk mencari perkerjaan.

Baca Juga :  Melalui ”Klasterku Hidupku”, BRI Dampingi Klaster Jeruk Semboro Terapkan Pertanian Berkelanjutan

Kakaknya mengajurkan dia untuk mengikuti pelatihan pangkas rambut selama satu Minggu.

Sebenarnya Cemos sudah memiliki bakat pangkas rambut sejak dirinya masih duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) dikampungnya.

Saat itu dirinya seringkali diminta jasanya oleh teman-teman sebayanya ataupun beberapa warga disekitar tempat dirinya tinggal untuk pangkas rambut mereka.

Dari bakat yang Tuhan anugerakan kepada dirinya dikala itu, saat orang meminta jasanya untuk pangkas rambut hasilnya terkadang ia sisipkan untuk membeli buku dan pulpen.

” Saya sejak SMP sudah mulai gunting rambut, Kadang di bayar kadang juga tidak ungkapnya sambil tersenyum. Uang dari hasil gunting rambut saya sisipkan untuk beli buku, balpoint, Fotocopy. Dan juga kalau gula atau kopi tidak ada dirumah saya juga beli pake uang dari hasil pangkas rambut. “terangnya.

Cemos lalu melanjutkan ceritanya. Selesai pelatihan dia sempat menganggur dikarenakan susah untuk mendapatkan pekerjaan.

Baca Juga :  Rating CSA Melesat Signifikan di 2022, Penerapan ESG BRI Terus Meningkat

Karena belum mendapat pekerjaan, akhirnya Cemos memutuskan untuk pulang kampung.

Sesampainya di kampung ia mecoba untuk membuka tempat Pangkas Rambut (Barber Shop) di wilayah pinggiran kota Mbay, tepatnya di Desa Aeramo.

Alhasil, dari modal yang di bantu sang kakak ia mampu membuka tempat usaha.

Dirinya tak menyangka selama 12 hari menjalani usahanya, ia sudah mengumpulkan uang sebesar Rp. 600 ribu dari keterampilannya.

Dia pun berharap agar kelak dia bisa memperkerjakan lagi teman-temannya yang menganggur dikampung.

” Kalau usaha saya ini berjalan dengan baik dan lancar saya akan buka lagi tempat-tempat baru sehingga adik-adik atau teman-teman saya dari kampung yang menganggur saya bisa ajak untuk kerja di tempat saya dan juga bagi teman-teman yang ingin melatih keterampilannya di pangkas rambut saya juga siap membantu” ujar Cemos.

Penulis: Fardin Bay

Editor: Chen Rasi

Berita Terkait

Kondisi Jalan di Lepkes Ende Cukup Prihatin, warga Desak Pemerintah Segera Perbaiki
Yayasan Generasi Peduli Sarai Bagi Kado Natal Kepada Puluhan Yatim Piatu Di Sabu Raijua
AKP Royke Weridity Resmi Jadi Kasat Lantas Polres Ende
Wildrian Ronald Otta Terpilih sebagai Ketua Kwarcab Pramuka Kota Kupang
Seleksi Substansi Bakal Calon Kepala Sekolah di NTT Diikuti 511 Peserta
SPK Bantu Gereja Portable, Jemaat GKS Wee Rame Akhirnya Miliki Tempat Ibadah Permanen 
Bupati Badeoda Uraikan Data Aktivitas Ekonomi Selama Event ETMC di Ende Dari Hasil Kajian BPS, Totalnya 18,40 Miliar
DPW NasDem NTT Gelar Rakorwil Zona Timor, Ketua DPW NasDem Ajak seluruh Kader Jadi Pelaku Restorasi 
Berita ini 8 kali dibaca