Site icon savanaparadise.com

BPBD Ende Laporkan Data Pengungsian Terpusat Nol; Faktanya di Maukaro Masih Ada

Posko Pengungsian Terpusat di Dusun Nioniba, Desa Kebirangga, Kecamatan Maukaro, Kabupaten Ende masih di tempati warga (Foto: Mateus Bheri/SP)

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>Ende&comma; Savanaparadise&period;com&comma;- Badan Penangulangan Bencana Daerah &lpar;BPBD&rpar; Kabupaten Ende mengupadte data terbaru dampak Gempa Bumi Utara Flores 7&comma;7 SR&period; Berdasarkan data yang di rilis BPBD Ende pertanggal&comma; 7 September 2026 dilaporkan bahwa sebanyak 11243 unit rumah penduduk yang mengalami kerusakan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>BPBD Ende membagi data kerusakan rumah penduduk dalam tiga kategori yakni&comma; rumah rusak ringan sebanyak 7750 unit&comma; kategori rusak sedang 2065 unit&comma; dan kategori rusak berat sebanyak 1428 unit&period; Data tersebut di himpun BPBD Ende berdasarkan laporan kerusakan rumah penduduk yang tersebar di 21 kecamatan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Anehnya&comma; dalam laporan yang ditanda tangani langsung oleh Kepala BPBD Ende&comma; Marselus Eclesianus Meta&comma; ST&period; M&period;Eng menyatakan jumlah pengungsi terpusat yang sudah dipulangkan ke rumah masing-masing dan melakukan pengungsian mandiri didepan teras dan halaman rumah sebanyak 5712 jiwa&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Berkaitan dengan data yang dilaporkan BPBD Ende menyangkut pengungsian terpusat nol&comma; berbanding terbalik dengan kondisi riil yang di temukan di lapangan&period; Dari hasil penelusuran media Savanaparadise&period;com&comma; terdapat beberapa titik posko pungungsian terpusat yang masih ditempati pengungsi&period; Salah satunya terdapat di Dusun Nioniba&comma; Desa Kebirangga&comma; Kecamatan Maukaro&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kepala Desa Kebirangga&comma; Yoakim Sumwi ketika dihubungi media&comma; Selasa&comma; &lpar;8&sol;9&sol;26&rpar; mengatakan bahwa di Desa Kebirangga terdapat satu titik posko pengungsian terpusat masih ditempati warga&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kades Yoakim menyebut&comma; jumlah KK yang menempati posko pengungsian tersebut kurang lebih sebanyak 159 KK dan di perkirakan sekitar 500 jiwa&period; Dari 159 KK tersebut&comma; kata Kades&comma; kebanyakan warga Dusun Nioniba&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sementara&comma; berdasarkan informasi yang disampaikan Kades Kebirangga bahwa di Dusun Nioniba sendiri terdapat 6 unit rumah penduduk yang mengalami rusak berat&period; Selebihnya masuk dalam kategori rumah rusak ringan dan sedang&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menurutnya&comma; pihaknya pernah diminta pemerintah kecamatan untuk menyampaikan himbauan kepada para pengungsi di posko terpusat agar segera kembali ke rumah namun permintaan tersebut belum direspons warga&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dikatakan&comma; alasan warga belum berniat pindah karena  rumah warga dalam kondisi rusak&comma; baik rusak ringan&comma; sedang&comma; dan berat&period; Selain itu&comma; menurut Kades&comma; alasan berikutnya adalah warga mengaku takut dan masih trauma untuk kembali ke rumah karena Gempa susulan masih terjadi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Selain 159 KK yang menempati Posko pengungsian terpusat&comma; Kades Yoakim menyebutkan bahwa warga juga masih mengungsi secara mandiri di depan dan halaman rumah dengan membangun tenda darurat&period;<&sol;p>&NewLine;<p><strong>Data Tidak Sesuai Antara Tim Verifikasi dan Desa<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;<p>Kades Kebirangga&comma; Yoakim Sumwi mengaku kebingungan dengan data yang dipegang tim verifikasi saat turun ke Desa Kebirangga untuk melakukan survei data kerusakan rumah penduduk&period; Ia mengaku bingung lantaran antara data yang di kirim desa dan data yang di pegang tim verifikasi tidak sesuai&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menurutnya&comma; ketidaksesuaian data tersebut bilamana disandingkan dengan data yang dikirim desa sebanyak 163 unit rumah penduduk yang rusak tetapi data yang turunkan hanya 93 unit&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Perbedaan tersebut&comma; kata Kades Yoakim&comma; bisa menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat dan berimbas pada konflik sosial antara pemerintah desa dan masyarakat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Karena itu&comma; dirinya menyarankan agar sebelum tim melakukan survey ke rumah-rumah penduduk yang mengalami kerusakan&comma; terlebih dahulu melakukan sinkronisasi data antara pihak desa dengan tim verifikasi sehingga tidak ada rumah warga yang terlewatkan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Ini awal turun survey tidak menyampaikan kepada kami di Desa&comma; lalu kemudian di hari kedua baru minta kami dampingi&period; Itu kan aneh&period; Apalagi data dari kami desa sudah tidak di pakai&&num;8221&semi;&comma; tegasnya&period;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version