Anak Muda Desa Waienga, Lembata, Tuding APBDes 2020 Copy Paste

- Jurnalis

Senin, 8 Februari 2021 - 21:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lewoleba, Savanaparadise.com,- Sejumlah masyarakat desa Waienga, Kecamatan Lebatukan, kabupaten Lembata menduga penjabaran Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) hasil copi paste. Hal itu mendapat protes dari anak-anak muda desa Waienga.

Perwakilan anak-anak muda Desa Waienga, Gabriel Lewa mengatakan APBDes Waienga dikopi paste dari dokumen milik desa Bunga Muda.

” Kami unsur anak muda Waienga menilai dokumen APBDS yang di buat oleh Pemdes adalah plagiat. ini perlu ditindak lanjuti karena ini menyakut dokumen negara. Unsur mudah Waienga menduga kuat bahwa Pemdes Waienga tidk mampu menyusun peraturan tentang penjabaran perubahan anggaran pendapatan dan belanja Desa tahun anggaran 2020,” kata Gabriel kepada SP, Senin, 08/02/2021.

Hal itu kata dia terbukti di dalam isi dokumen tentang peraturan Kepala Desa Waienga nomor 3 tahun 2020 tercantum nama Desa Bunga Muda. Dokumen itu kata dia didapat dari BPD desa Waienga.

Wakil Ketua BPD Desa Waieng,Viktor Lewu ketika diminta tangapan terkait persoalan ini, membenarkan hal tersebut. Viktor menjelaskan bawah dokumen APBDS tahun 2020 mereka dapatkan dari BPMD kabupaten Lembata. itu pun mereka dapat dokumennya dalam bentuk fotocopy.

Baca Juga :  Polisi Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Pengelolaan Keuangan BLUD RSUD Ende

Terkait hal itu juga kata Viktor, mereka didesak oleh masarakat sehinga BPD berinisiatif minta di pemerintah desa. Namun hingga kini dokumen itu tak kunjung diberikan oleh pemerintah desa.padahal dokumen APBDes kata dia wajib hukumnya dipegang oleh BPD.

Sementar itu kepala Desa Waieng, Bernabas Belia ketika dikonfirmasi melalui saluran telepon meminta pihak-pihak yang mempersoalkan APBDes datang bertemu dirinya dikantor desa.

” Datang konfirmasi saja di kantor sehingga jangan umbar diwarga masyarakat biar warga merasa tenang dan nyaman berada di desa,” jelasnya.

Dikatakannya persoalan nama desa Bunga Muda merupakan kesalahan edit saja. Ia minta persoalan itu jangan diumbar ke masyarakat desa.(PLW)

Berita Terkait

Kondisi Jalan di Lepkes Ende Cukup Prihatin, warga Desak Pemerintah Segera Perbaiki
AKP Royke Weridity Resmi Jadi Kasat Lantas Polres Ende
Bupati Badeoda Uraikan Data Aktivitas Ekonomi Selama Event ETMC di Ende Dari Hasil Kajian BPS, Totalnya 18,40 Miliar
​Polres Ende Gelar Operasi Lilin Turangga 2025, Pastikan Nataru Tahun Ini Aman Kondusif
Polemik Antara Bupati dan DPRD Ende Berujung Hak Angket, Dewan Soroti Soal Adanya Silpa Tahun 2024 Tanpa Perubahan APBD
4 Fraksi DPRD Ende Usulkan Hak Angket Meski Paripurna Interpelasi Sempat Ricuh
DPRD Ende Tunda Rapat Paripurna Interpelasi, Ini Alasan dan Jadwalnya
Gubernur NTT, Melki Laka Lena Luncurkan Gerai NTT Mart di Ende
Berita ini 40 kali dibaca