Kalabahi, Savanaparadise.com,- Program One School One Product (OSOP) yang digagas Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena dan Johni Asadoma (Melki–Johni), mulai menunjukkan hasil nyata di tingkat satuan pendidikan. Salah satu implementasi berhasil ditunjukkan oleh SMK Negeri Bukapiting, Kabupaten Alor, yang mampu mengembangkan produk unggulan sekolah berbasis potensi lokal dan kreativitas peserta didik.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambros Kodo mengatakan SMK Negeri Bukapiting telah memproduksi abon ikan tuna sebagai bagian dari pelaksanaan program OSOP. Produk tersebut dinilai sejalan dengan karakteristik wilayah Alor yang kaya sumber daya kelautan.
“Ini contoh konkret bagaimana OSOP dijalankan di sekolah. SMK Negeri Bukapiting mampu membaca potensi lokal dan mengolahnya menjadi produk bernilai ekonomi. Ini yang kita harapkan dari OSOP, bukan hanya konsep tetapi praktik nyata,” ujar Ambros Kodo usai menerima produk OSOP dari SMK Negeri Bukapiting, Senin, 19/01/2026 di Kupang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, program OSOP dirancang untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak dini sekaligus memperkuat keterkaitan antara dunia pendidikan dan kebutuhan pembangunan daerah.
Melalui program OSOP kata Ambros, SMK Negeri Bukapiting tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan vokasional tetapi juga mendorong pembentukan karakter kewirausahaan serta keterampilan produktif peserta didik. Program ini dinilai mampu memperkuat peran sekolah sebagai bagian dari penggerak ekonomi lokal.
” Keberhasilan SMK Negeri Bukapiting diharapkan dapat menjadi contoh bagi sekolah lain di Kabupaten Alor maupun wilayah NTT dalam mengimplementasikan program OSOP sebagai bagian dari strategi penguatan pendidikan berbasis potensi daerah dan pembangunan sumber daya manusia,” ujarnya.
Program OSOP kata Ambros sejalan dengan Dasacita ke 3 Gubernur dan Wakil Gubernur NTT yaitu meningkatkan kualitas sumber daya manusia NTT dengan mengintegrasikan pendidikan dengan keterampilan vokasional dan kewirausahaan,
membentuk karakter produktif, mandiri, dan kreatif pada peserta didik,memperkuat pembelajaran berbasis praktik dan potensi lokal.
Sementara itu Kepala SMK Negeri Bukapiting, Simon Dgustan Laumakiling, S.Pd, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja kolaboratif antara guru dan siswa dalam menerjemahkan kebijakan OSOP ke dalam kegiatan pembelajaran produktif.
“ OSOP memberi ruang bagi sekolah untuk berinovasi. Kami melibatkan siswa secara langsung mulai dari pengolahan bahan baku, proses produksi, hingga pengemasan abon ikan tuna. Ini menjadi pembelajaran nyata bagi mereka,” kata Simon.
Ia menambahkan melalui OSOP siswa tidak hanya dibekali keterampilan teknis, tetapi juga pemahaman tentang nilai ekonomi, kemandirian, dan tanggung jawab.***
Penulis : Tim Redaksi (DD)











