Pimpin Konfercab di Ende, Djarot Sebut Flores Punya Hubungan Historis Sangat Kuat Dengan PDI Perjuangan

- Jurnalis

Sabtu, 29 November 2025 - 13:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Djarot Saiful Hidayat yang didampingi Ketua DPD PDI Perjuangan, Yunus Takandewa ketika mengunjungi Rumah Pengasingan Bung Karno di Ende (Foto: Mateus Bheri/SP)

Djarot Saiful Hidayat yang didampingi Ketua DPD PDI Perjuangan, Yunus Takandewa ketika mengunjungi Rumah Pengasingan Bung Karno di Ende (Foto: Mateus Bheri/SP)

Ende, Savanaparadise.com,- Pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan, Djarot S Hidayat, Ibu Sri Rahayau, dan Andreas Hugo Parera berkunjung ke Kabupaten Ende dalam rangka memimpin Konferensi Cabang (Konferceb) PDI Perjuangan sedaratan Flores – Lembata.

Sebelum memulai rangkaian kegiatan Konfercab PDI Perjuangan yang akan dilaksanakan, Sabtu, 29 November 2025 di Hotel Risela Ende Djarot Saiful Hidaya bersama pengurus DPP PDI Perjuangan berkesempatan mengunjungi Rumah Pengasingan Bung Karno di Ende dan Taman Renung Karno.

Dalam kunjungan di dua tempat bersejarah tersebut, tampak mereka didampingi oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan NTT, Yunus Takandewa, Sekretaris DPD PDI Perjuangan NTT, Patris Laly Wolo serta pengurus lainnya.

Hadir pula Ketua dan pengurus DPC PDI Perjuangan sedaratan Flores – Lembata dan para Bupati dan Wakil Bupati sedaratan Flores Lembata dari PDI Perjuangan, termasuk Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda dengan mengenakan baju PDI Perjuangan.

Kepada awak media, Djarot Hidayat, mengungkapkan, kunjungan DPD PDI Perjuangan di Ende merupakan napak tilas dari jejak perjuangan Bung Karno di Flores. Djarot menyebut, hal itu karena Flores mempunyai hubungan histroris yang sangat kuat dengan PDI Perjuangan.

Baca Juga :  Partai Kebangkitan Nusantara di Ende Siap Bertarung di Pemilu 2024

Djarot menambahkan, di sinilah tersemai penggalian pemikiran, cita-cita, harapan, dan hayalan dari Bung Karno untuk merumus Lima mutiara yang terpendam berabad-abad yang lalu pada jiwa negara Indonesia yang di sebut dengan Pancasila.

Oleh sebab itu, kata Djarot, antara Bung Karno dan PDI Perjuangan itu mempunyai hubungan sejarah garis merah yang kuat, bukan hanya secara historis tapi juga secara ide dan cita-cita.

” Bung Karno itu punya cita-cita bahwa di dalam Indonesia merdeka tidak ada kemiskinan. Itulah yang diperjuangkan oleh Bung Karno sejak muda sampai beliau wafat”, kata Djarot.

Menurut Djarot, warisan itulah yang menjadi dasar dan roh, semangat dari PDI Perjuangan untuk bisa mewujudkan, kelak nanti Indonesia merdeka tidak ada kemiskinan.

“Jadi kita semua hari ini dituntut untuk kembali ke jati dirinya, kembali ke akar rumput dan keluar dari zona nyaman, bersama-sama rakyat berjuang untuk mewujudkan keadilan sosial”, ujar mantan Gubernur DKI Jakarta.

Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi DPP Perjuangan ini juga menegaskan, maksud dibalik Konfercab di Flores ini memberikan pesan yang sangat kuat bahwa di tahun 2029 PDI Perjuangan akan menang di Flores yang di mulai dari rumah pengasingan Bung Karno.

Baca Juga :  Unggul Data Real Count, Paket SIAGA Pawai Kemenangan

“Artinya Konvercab di Flores mempunyai makna yang sangat dalam dan pesan yang sangat kuat bahwa PDI Perjuangan akan menang di Flores di tahun 2029 nanti”, pungkasnya.

Senada, Anggota DPR RI dari PDI Perjuangan, Andreas Hugo Parera dalam kesempatan tersebut menjelaskan, antara Bung Karno, Flores, dan Pancasila memiliki keterkaitan yang sangat erat.

AHP menguraikan, dalam suatu wawancara yang dilakukan oleh Cindy Adams, Bung Karno pernah mengatakan bahwa dia mulai mengggali Pancasila itu dari Ende karena di sinilah Ia menemukan keberagaman, kebhinekaan dan di rumah ini, tempat tinggalnya Bung Karno selama diasingkan di Ende.

“Jadi ada keterkaitan yang sangat erat antara Bung Karno, Flores, dan Pancasila. Inilah satu sejarah yang tidak bisa kita pungkiri. Sehingga kami di utus oleh Ibu Mega untuk memimpin Kovercab di Ende”, jelas AHP.

“Dari Konfercab ini, kita tidak bicara orang perorang, kita tidak bicara suku per suku tapi kita bicara bagaimana Ende ini mempunyai sumbangsih untuk keanekaragaman Indonesia, kebhinekaan Indonesia dan menjadi soko guru untuk menopang nasionalisme Indonesia”, ucapnya

“Saya kira Ende adalah tempat yang tepat untuk itu, menjadi contoh bangsa dan negara ini”, tambahnya

Penulis : Mateus Bheri/CR

Berita Terkait

Andreas Hugo Parera Jelaskan Alur Penetapan Ketua DPD dan DPC PDI Perjuangan
Erik Rede Gabung ke PAN, Ahmad Yohan: PAN Merupakan Rumah Yang Nyaman Bagi Semua Orang
Songsong HUT Golkar Ke-60, Partai Beringin di Ende Gelar Pasar Murah
Ketua Pemuda Klasis Dukung SE Wali Kota Kupang Soal Jam Pesta, Minta Sosialisasi hingga Tingkat RT/RW
Christian Widodo Tegaskan Pembatasan Jam Pesta Bukan Larangan, tapi Keseimbangan Hak
Anggota Dewan di Ende Desak Pemerintah Perhatikan Pelayanan di Dukcapil dan Sektor Kesehatan
Fraksi PDIP DPRD Ende Pertanyakan Ranperda Tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2024
Kolaborasi Antara Sang Mantan dan Bupati Aktif, Rencanakan Bangun Ende Bersama-sama
Berita ini 45 kali dibaca