Apel Gala dan Granny Smith Amerika Dilarang Beredar di NTT

- Penulis

Selasa, 10 Februari 2015 - 12:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, Savanaparadise.com,- Buah apel impor asal Amerika Serikat jenis gala dan granny smith di sebuah pusat perbelanjaan di Kota Kupang. Puluhan Kg buah apel itu disita karena diduga terkontaminasi bakteri listeria monocyten.

Pekan lalu Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTT, menyita sekitar 30 kilogram (Kg) buah apel impor asal Amerika Serikat jenis gala dan granny smith di sebuah pusat perbelanjaan di Kota Kupang. Puluhan Kg buah apel itu disita karena diduga terkontaminasi bakteri listeria monocyten.

Baca Juga :  Portofolio Kredit Rp79 Miliar Terdampak Gempa Flores, Bank NTT Siapkan Restrukturisasi

“Apel yang sudah disita kami minta jangan dijual karena diduga mengandung kuman atau bakteri yang mematikan jika dimakan,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTT, Bruno Kupok, Selasa (10/2).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penyitaan buah apel impor asal Amerika Serikat tersebut kata Bruno, berdasarkan surat edaran yang dikeluarkan Kementerian Perdagangan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan(BPOM).

“ kami akan terus melakukan pengawasan supaya para pedagang buah tidak menjual apel gala dan granny smith yang diduga mengandung bakteri membahayakan manusia,” ujarnya.

Disperindag kata Bruno akan menindak tegas pedagang buah-buahan dan distributor yang masih menjual apel impor asal Amerika Serikat. Untuk itu Pihak nya telah berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan kabupaten/kota untuk menanggapi serius peredaran apel jenis granny smith dan apel gala asal Amerika yang terkontaminasi bakteri listeria.

Baca Juga :  Bank NTT Terima Apresiasi ILO, Pembiayaan Petani Rumput Laut di Sumba Timur Catat NPL 0 Persen

Dia menambahkan, perdagangan kedua jenis apel yang telah dicabut izin impor oleh Kementerian Perdagangan, melanggar undang-undang perlindungan konsumen nomor 8 tahun 1999 tentang peredaran barang yang dilarang atau barang yang tercemar dapat dikenakan sanksi. (SP)

Berita Terkait

Bank NTT Terima Apresiasi ILO, Pembiayaan Petani Rumput Laut di Sumba Timur Catat NPL 0 Persen
Portofolio Kredit Rp79 Miliar Terdampak Gempa Flores, Bank NTT Siapkan Restrukturisasi
Bank NTT dan Jamkrida NTT Teken Kerja Sama Pengalihan Hak Tagih
Bank NTT Bahas Kemungkinan Relaksasi Kredit bagi Debitur dan Pelaku UMKM Terdampak Gempa Flores
Rekor MURI Pecah, 220 Ribu Siswa NTT Serentak Menabung di Bank NTT
Laba Bank NTT Naik 31,94% pada Semester I, Efisiensi dan Transformasi Bisnis Dongkrak Kinerja
Bank NTT Hadirkan Solusi Digital untuk Tingkatkan Transparansi Keuangan Daerah
Festival Daun Lontar Ende Lio Ajang Lestarikan Tradisi Anyaman Yang Bernilai Ekonomis
Berita ini 11 kali dibaca