Site icon savanaparadise.com

Yohanes Salem : “Program Rumah Terima Kunci, Timbulkan Kecemburuan Masyarakat”

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p><strong>Kefamenanu&comma; Savana paradise&period;com&comma;&lowbar;<&sol;strong> Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah &lpar;DPRD&rpar; Kabupaten Timor Tengah Utara &lpar;TTU&rpar; Yohanes Salem&comma; ST menyampaikan&comma; pelaksanaan Pilot Project program Rumah Tekun Melayani tahun anggaran 2021&comma; yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten TTU meninggalkan kecemburuan antar masyarakat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Pasalnya&comma; dalam kunjungan kerja yang dilakukan sebagai anggota komisi III DPRD TTU yang bermitra dengan dinas PRKPP&comma; ditemukan ada sejumlah masyarakat yang berada di lokasi pelaksanaan pilot project ini&comma; menyatakan sikap kurang puas dan sikap protes&comma; sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan pelaksanaan program ini&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ia menjelaskan&comma; reaksi ketidakpuasan masyarakat terhadap program ini dikarenakan&comma; adanya kecendrungan seolah-olah Pemerintah membangun unit rumah bagi masyarakat kurang mampu dengan satu fasilitas yang sangat mewah&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Menurut masyarakat yang kita kunjungi di lokasi pelaksanaan pilot project&comma; ini ibarat membangun sebuah Istana di tengah pemukiman kumuh&&num;8221&semi; jelas Johni&comma; sapaan akrab Yohanes Salem&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ia menjelaskan&comma; pihaknya menghargai niat pemerintah untuk membantu masyarakat kurang mampu&comma; akan tetapi hal tersebut terlalu menyolok sehingga kemudian membuat sebagian besar masyarakat menjadi cemburu&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Kalau begitu&comma; biar kami juga tidak usah kerja&comma; biar kami juga bisa dibantu oleh pemerintah&&num;8221&semi; ungkap Johni menirukan pernyataan masyarakat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Untuk pelaksanaan program yang sama di tahun 2022&comma; Johni menjelaskan&comma; DPRD telah mengalokasikan sejumlah anggaran untuk program serupa di 40 desa&sol;kelurahan&period; Namun&comma; berdasarkan temuan akan adanya keluhan masyarakat terkait program ini&comma; pihaknya akan melakuan Rapat Dengar Pendapat &lpar;RDP&rpar; dengan dinas PRKPP selaku dinas tekhnis&comma; untuk menyampaikan kondisi-kondisi yang ditemui komisi III di lapangan&comma; agar kemudian dibahas lebih lanjut oleh pemerintah&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Tujuan kami sebagai wakil rakyat adalah&comma; kita berupaya untuk mengurangi atau meminimalisir ekses yang timbul akibat dari pelaksanaan program pemerintah&comma; dan kita akan minta agar program itu bisa direvisi kembali dengan tema yang lebih sederhana&comma; sehingga kemudian banyak masyarakat yang bisa mendapatkan manfaat dari program tersebut&&num;8221&semi; tutur Johni&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Johni menambahkan&comma; point penting dari pelaksanaan program ini adalah&comma; bantuan yang diterima oleh masyarakat memenuhi kriteria rumah sehat dan layak huni<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Jadi rumah yang dibangun itu tidak harus sangat lux dan kemudian banyak orang melakukan komplain&period; Tapi yang paling utama adalah berapa banyak masyarakat yang sudah terbantu untuk tinggal di rumah yang layak huni dan sehat&&num;8221&semi; ungkapnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Johny membeberkan&comma; data rumah tidak layak huni pasca di tinggalkan oleh pemerintahan sebelumnya terdata kurang lebih 26&period;000 unit&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ia menguraikan&comma; dengan kebijakan penuntasan program rumah tekun melayani yang dicanangkan oleh pemerintahan saat ini&comma; dengan mengalokasikan bantuan per unit Rp&period;87&comma;5 juta dari total 30 milyard yang dianggarkan setiap tahunnya&comma; maka dapat dipastikan bahwa dengan masa jabatan kurang lebih 3&comma;5 tahun&comma; kebijakan ini tidak mampu mengurai persoalan rumah tidak layak huni yang jumlahnya sekitar 26 ribu tersebut&comma; karena setiap tahun hanya mampu mengcover 300 sampai 400 KK pemanfaat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Dengan pelaksanaan pilot project yang sudah dilaksanakan&comma; harus bisa dilakukan evaluasi agar ada skema atau metode baru yang dipakai untuk mengurangi jumlah rumah tidak layak huni ini di TTU ini&&num;8221&semi; pungkas Sekretaris Fraksi Ampera DPRD TTU ini&period;<&sol;p>&NewLine;<p><strong>Penulis &colon; Yuven Abi<&sol;strong><br &sol;>&NewLine;<strong>Editor &colon; Chen Rasi<&sol;strong>&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version