Site icon savanaparadise.com

YBL Bikin Terobosan Baru Ganti Polybag Plastik Dengan Polybag Serat Alam

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p><strong>Kupang&comma; Savanaparadise&period;com&comma;<&sol;strong>&&num;8211&semi; Yayasan Bambu Lestari &lpar;YBL&rpar;&comma; lembaga nirlaba yang menginisiasi program pembibitan dan penghijauan bambu berbasis kelompok perempuan di NTT&comma; melakukan terobosan inovatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap polybag &lpar;kantung benih&rpar; berbahan plastik&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Melalui kolaborasi dengan kelompok perempuan di dua desa di Flores&comma; YBL melakukan ekplorasi penggunaan serat alam sebagai bahan pembuatan polybag&period;<br &sol;>&NewLine;Di Desa Du&comma; Kecamatan Lela&comma; Kabupaten Sikka&comma; ibu-ibu pembibit bambu setempat berhasil membuat polybag berbahan serat alam&comma; yaitu dari pelepah pisang&comma; daun kelapa dan sabut kelapa&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sedangkan di Desa Nginamanu&comma; Kecamatan Wolomeze&comma; Kabupaten Ngada&comma; YBL menggandeng DuAnyam&comma; lembaga nirlaba pengembangan kerajinan anyam tradisional&comma; serta KEHATI untuk membimbing ibu-ibu pembibit bambu menciptakan kerajinan tangan berbahan bambu&comma; termasuk polybag serat bambu&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Inovasi ini merupakan upaya YBL untuk memastikan bahwa program-program yang dijalankan di NTT makin memenuhi kaidah ramah ligkungan&period; Meski praktis&comma; kuat dan murah&comma; polybag berbahan plastik jauh lebih sulit terurai dibandingkan polybag berbahan serat alam&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Presiden Direktur YBL&comma; Arief Rabik menegaskan bahwa inovasi ini secara bertahap akan diterapkan dalam skala luas di desa-desa peserta program pembibitan dan penghijauan bambu&period; Saat ini ada 20 desa di 7 kabupaten di Flores yang didampingi YBL dalam program yang didanai Pemprov NTT tersebut&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Tahun ini program akan menghasilkan 2&comma;8 juta bibit bambu&comma; artinya jumlah polybag yang dibutuhkan juga jutaan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Secara bertahap&comma; polybag plastik akan kita ganti dengan polybag serat alam&period; Tahun ini kita mengupayakan agar 10 persen dari seluruh polybag yang dipakai adalah yang berbahan serat alam&comma;&&num;8221&semi; ujarnya<&sol;p>&NewLine;<p>Inovasi ini juga mencakup pemetaan daerah-daerah dengan sumberdaya serat alam di NTT&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Penggunaan serat alam ini juga akan berdampak positif dengan menguatkan industri kerajinan di desa-desa dan memberikan peluang ekonomi tambahan pada para penganyam serat alam&comma;&&num;8221&semi; ujar Arief di sela-sela Presentasi dan Diskusi Program Desa Wanatani Bambu di NTT&comma; Senin &lpar;23&sol;8&rpar; di Hotel Naka&comma; Kupang&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Acara yang dihadiri langsung oleh Ketua TP PKK NTT&comma; Julie Sutrisno Laiskodat serta Wakil Ketua TP PKK NTT Maria Fransisca Djogo&comma; diikuti oleh YBL dan sejumlah OPD yang terkait dengan program pembibitan dan penghijauan bambu berbasis kelompok perempuan itu&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Inovasi polybag berbahan serat bambu itu memperoleh dukungan antusias dari Ibu Julie Sutrisno Laiskodat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;NTT sangat kaya dengan tradisi anyaman dan polybag berbahan serat alam ini sangat menarik dan bagus&comma;&&num;8221&semi; kata Julie Sutrisno Laiskodat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dalam Presentasi dan Diskusi Program Desa Wanatani Bambu di NTT itu&comma; YBL melaporkan hasil-hasil yang telah dicapai selama Januari-Juli 2021&period; Program ini ditargetkan menghasilkan 2&comma;8 juta bibit&comma; membentuk 20 kelompok perempuan pelopor bambu di 7 kabupaten di Flores&comma; serta memberdayakan 305 ibu-ibu pelopor bambu sebagai pelaksana family nursery &lpar;pembibitan berbasis keluarga&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Julie Sutrisno Laiskodat meminta agar YBL dan OPD terkait bekerja sama sebaik-baiknya dalam memastikan bahwa program benar-benar memberi manfaat bagi pelestarian lingkungan NTT serta bagi pemberdayaan masyarakat desa dan perempuan di NTT&period;<&sol;p>&NewLine;<p><strong>Tentang YBL<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;<p>Yayasan Bambu Lestari &lpar;YBL&rpar; didirikan oleh Ibu Linda Garland pada 1993 sebagai organisasi nirlabauntuk mengkampanyekan dan mewujudkan bambu sebagai solusi ekonomi dan ekologi bagimasyarakat pedesaan di Indonesia&period; Setelah Ibu Linda Garland berpulang&comma; kepemimpinan YBLdilanjutkan oleh putra beliau&comma; Arief Rabik&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Bambu menjadi pilihan utama karena sejumlah keutamaan yang dimiliki tanaman tersebut&period;Dari sisi Ekologis keutamaan bambu adalah&colon; &lpar;1&rpar; Mampu memulihkan lahan kritis&semi;&lpar;2&rpar; Mampumenyimpan air&comma; satu rumpun bambu mampu menyimpan 5000 liter air per musim hujan&period; Air yang kemudian dilepaskan kembali ke tanah pada musim kemarau&period;&semi;&lpar;3&rpar; Mampu menyerap karbon &lpar;CO2&rpar;&comma; satu hektar hutan bambu mampu menyerap dan menahan 50 ton CO2 per tahun&period;&semi;&lpar;4&rpar; Mampu tumbuh di lahan miring serta menstabilkan lahan rawan longsor&period; Dengan demikian bambu adalah tanaman yang tepat untuk upaya restorasi lahan kritis&comma; perlindungan Daerah Aliran Sungai &lpar;DAS&rpar;&comma; mitigasi dan adaptasi perubahan iklim&comma; serta pencegahan bencana&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dari sisi Ekonomis keutamaan bambu adalah&colon; &lpar;1&rpar; Dapat dibudidayakan secara lestari danberkelanjutan&period; Dengan metode Hutan Bambu Lestari &lpar;HBL&rpar; bambu dapat dipanen secara reguler tanpa mengurangi fungsi hutan bambu sebagai daerah tutupan hijau serta konservasi air&period;&semi; &lpar;2&rpar; Kemampuan bambu dalam menyimpan air menciptakan sebuah lingkungan kondusif bagi budidaya tanaman-tanaman pangan dan produktif lainnya&period;&semi; &lpar;3&rpar; Bambu dapat diolah menjadi beraneka ragam produk&comma; termasuk produk-produk yang selama ini telah akrab dengan tradisi masyarakat lokal di Indonesia&period; Secara global&comma; telah diidentifikasi lebih dari 1500 produk berbasis bambu&comma; dari produk bangunan dan furnitur hingga tekstil dan makanan&period;&semi; &lpar;4&rpar; Permintaan akan bambu terus meningkat&period; Pasar global untuk bambu dan produk-produk olahan bambu nilainya kini ditaksir telah melebihi 100 Milyar Dollar&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Seluruh program YBL untuk mengkampanyekan dan mewujudkan bambu sebagai solusi ekonomi dan solusi ekologi bagi masyarakat pedesaan memiliki paling tidak lima tujuan utama&comma; yaitu &lpar;1&rpar; Restorasi lahan kritis&semi; &lpar;2&rpar; Konservasi air&semi; &lpar;3&rpar; Mitigasi dan adaptasi perubahan iklim&semi; &lpar;4&rpar; Pencegahan bencana&semi; &lpar;5&rpar; Pemberdayaan Masyarakat Desa serta Masyarakat Adat&period;<br &sol;>&NewLine;Lima tujuan utama ini tercermin secara utuh pada model Desa Bambu yang diperkenalkan oleh YBL&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Pada model ini Masyarakat Desa dan Masyarakat Adat menjadi mitra utama dalam pembibitan&comma; penanaman&comma; perawatan serta pemanenan bambu&period; Bibit bambu kemudian ditanam pada tanah milik desa maupun tanah yang dikelola mitra utama lainnya &lpar;seperti KPH&comma; Perhutani&comma; Pemerintah Daerah&rpar;&comma; serta di lahan-lahan kritis&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Pada daerah penanaman&comma; bambu kemudian disandingkan dengan tanaman pangan lokal maupun tanaman produktif lainnya sehingga masyarakat memiliki sumber pendapatan lainnya pada saat menunggu bambu mencapai usia panen&period; Koperasi serta badan usaha milik desa diaktivasi untuk membangun dan mengelola pabrik pengolahan bambu di tingkat desa guna menciptakan produk-produk yang memiliki nilai tambah&period; Model Desa Bambu ini memastikan bahwa industri bambu yang dibangun adalah industri yang berbasis rakyat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Provinsi Nusa Tenggara Timur&comma; terutama Kabupaten Ngada&comma; telah menjadi titik utama upaya YBL dalam mewujudkan industri bambu yang berbasis rakyat&period; Berkat dukungan kuat dari Pemerintah Provinsi NTT di bawah arahan Bapak Gubernur Victor B&period; Laiskodat&comma; upaya mewujudkan mimpi itu telah mengalami percepatan dan penguatan dalam beberapa tahun terakhir ini&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dukungan ini menguatkan upaya YBL untuk mengeksplorasi model Desa Bambu sebagai wahana untuk memberdayakan perempuan serta generasi muda&period; Eksplorasi lainnya yang sedang dikerjakan adalah menggunakan model Desa Bambu untuk memberdayakan Masyarakat Adat yang tinggal di sekitar Kawasan Konservasi&period;<br &sol;>&NewLine;Selain di NTT&comma; YBL juga menjalankan program di Bali dan Jawa Timur&comma; yang berfokus pada rehabilitasi dan pelindungan Daerah Aliran Sungai&comma; serta di Kalimantan dan Sulawesi&period; &lpar;Red01&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version