Site icon savanaparadise.com

Tidur Ditenda Darurat Mandiri; Warga di Ende Mulai Alami Gangguan Kesehatan Pascagempa Flores

Kondisi tenda darurat mandiri yang didirikan warga (Foto: Mateus Bheri/SP)

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>Ende&comma; Savanaparadise&period;com&comma;- Memasuki tahap kedua perpanjangan masa tanggap darurat bencana pascagempa Flores&comma; para pengungsi mandiri di Kabupaten Ende masih bertahan tidur ditenda-tenda darurat mandiri akibat trauma dengan gempa susulan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Mereka tidur di bawah tenda darurat yang di bangun seadanya demi menjaga resiko&comma; kalau-kalau terjadi gempa susulan&period; Warga yang tidur ditenda-tenda darurat ini&comma; rata-rata rumah kebanyakan rumah berdinding bata ekspos &lpar;rumah berdinding yang belum diplester&rpar; yang sudah mengalami retak-retak ringan tetapi luput dari pendataan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dari hasil pantuan media dilokasi dan berdasarkan pengakuan beberapa warga setempat&comma; pilihan bertahan tidur ditenda darurat secara mandiri dilakukan pascagempa mengguncang Flores pada Sabtu&comma; 15 Agustus lalu hingga kini&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Akibatnya&comma; tidak sedikit diantara warga mulai alami gangguan kesehatan&period; Terpantau dilokasi juga&comma; kebanyakan warga yang alami gangguan kesehatan adalah Lansia dan Anak-anak&comma; seperti yang dialami salah seorang Ibu&comma; Dominika Sedho &lpar;75&rpar;&comma; warga Desa Ndetundora 3&comma; RT&period; 05&sol;RW&period;02&comma; Dusun Koponio 2&comma; Kecamatan Ende&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Mama Sedho&comma; saat ditemui media Saavanapaaradise&period;com di rumahnya&comma; Sabtu&comma; 29 Agustus 2026 menuturkan&comma; pascagempa 15 Agustus 2026 dirinya bersama kerabat keluarga di sekitarnya tidur di tenda darurat mandiri hingga kini&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ia mengatakan&comma; keputusan tersebut diambil berdasarkan permintaan dari tetangganya dan juga anak-anaknya diperantuan mengingat kondisi rumahnya yang mengalami retak akibat gempa meskipun tidak parah&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Maklum&comma; Mama Sedho seorang janda setelah ditinggal suaminya puluhan tahun lalu&period; Karena sering tidur ditenda darurat saat malam tiba sekaligus terpapar angin malam sehingga mengakibatkan kesehatannya terganggu&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Mama Sedho mengaku&comma; bukan hanya dirinya mengalami nasib demikian&comma; tetapi tetangga di sekitarnya juga mengalami hal sama yang sama&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8216&semi;Kami ndia bhene meke mesa baba&period; &lpar;Kami di sini batuk pilek semua anak-red&rpar;&period; Kami taku baba eru ndia sa&&num;8217&semi;o &lpar;kami takut anak tidur di dalam rumah&rpar;&period; Gempa goyang terus na baba&&num;8221&semi;&comma; tutur Mama Sedho&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Hal yang sama juga dituturkan oleh tetangga mama Sedho yang tidak namanya di mediakan&period; Menurut pengakuanya&comma; dampak dari gempa 15 Agustus yang lalu&comma; masyarakat di RT&period;05&sol;RW&period;02&comma; Dusun Koponio 2 merasa trauma dan takut ditambah gempa susulan yang terus terjadi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ia mengaku&comma; sejak gempa utama kemudian ditambah gempa susulan membuat warga enggan melakukan aktivitas karena takut&period; Ia juga mengaku&comma; selama ini dirinya dan tetangga di sekitarnya selalu tidur di luar rumah&comma; di bawah tenda yang didirikan sendiri oleh warga&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Mungkin cuacanya kurang bersahabat sehingga kesehatan warga di sini mengalami batuk&comma; pilek&comma; dan bahkan demam&period; Ada anak-anak dan juga orang tua&&num;8221&semi;&comma; terangnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ia menambahkan&comma; sejak gempa juga warga di RT nya juga jarang turun ke Kota Ende untuk berbelanja lantaran kondisi jalan pascagempa mengalami reruntuhan di mana-mana sehingga perputaran roda ekonomi masyarakat setempat agak sedikit tersendat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Ada yang mau kita ke Kota&comma; mau beli keperluan kita sehari-hari juga takut karena kondisi jalan juga belum stabil&period; Untuk sementara kita masih was-waslah itu&&num;8221&semi;&comma; ungkapnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Kalau takut dan trauma itu sudah pasti&period; Saya sendiri&comma; keluarga saya&comma; anak saya&comma; kalau terjadi gempa pasti lari walaupun dalam skala kecil&period; Karena dia trauma betul-betul karena baru pertama kali merasakan itu&period; Kebanyakan anak-anak itu takut&&num;8221&semi;&comma; tambahnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dia mengungkapkan&comma; sejauh ini dirinya bersama warga yang lain pernah sekali menerima bantuan dari keluarga mereka yang ada di Jakarta&period; &&num;8220&semi;Kemarin itu katanya informasi pemeriksaan kesehatan gratis di dua titik katanya ada Dokter dari Jakarta&period; Tapi kami tidak sempat ke sana karena informasi kami terima&comma; saat dokter sudah ada di lokasi&&num;8221&semi;&comma; tuturnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Karena itu&comma; dirinya mendorong agar tenaga kesehatan yang ada di Puskesmas ataupu Dinas Kesehatan dapat turun ke desa atapun dusun untuk melakukan pemeriksaan kesehatan bagi warga yang terdampak gempa&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Kalau di sini untuk rumah rusak karena penilaian saya juga belum tahu yang ringan&comma; sedang&comma; dan berat&period; Itu saya belum tahu&period; Yang di sini saya lihat yang di data ini hanya satu saja yang terdata&period; Padahal masih ada 3 rumah yang tidak di data&&num;8221&semi;&comma; pungkasnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Diketahui&comma; dari data yang di himpun dilapangan&comma; di RT&period;05&sol;RW&period;02&period; Dusun Koponio 2&comma; sebanyak 30 KK yang bertempat di sana yang terdiri dari&comma; 6 orang lansia&comma; 20 Orang anak dan 4 orang Ibu menysui&period; Namun&comma; dari pengamatan dilokasi&comma; tidak sedikit warga menderita penyakit ISPA&period; Sejauh ini&comma; warga terpaksa mengeluarkan uang dari kantong sendiri untuk membeli obat&period;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version