Site icon savanaparadise.com

Pemkot Gandeng IDAI dan POGI Tangani Stunting di Kota Kupang*

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>KUPANG&comma;<strong>Savanaparadise&period;Com-<&sol;strong>Pemerintah Kota Kupang menggandeng Ikatan Dokter Anak Indonesia &lpar;IDAI&rpar; dan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia &lpar;POGI&rpar; NTT untuk penanganan stunting di Kota Kupang dalam kegiatan bertajuk Gerakan Kemanusiaan Penanganan Stunting&comma; yang digelar serentak di 12 puskesmas yang ada di Kota Kupang&comma; Senin &lpar;14&sol;10&rpar;&period; Kegiatan dibuka oleh Penjabat Wali Kota Kupang&comma; Linus Lusi&comma; S&period;Pd&period;&comma; M&period;Pd&period;&comma; didampingi Pj&period; Ketua TP PKK Provinsi NTT&comma; Ny&period; Santi Ambarwati&comma; Pj&period; Ketua TP PKK Kota Kupang&comma; Ny&period; Angela Lusi-Deran di Puskesmas Oesapa&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut para Kepala Perangkat Daerah Lingkup Kota Kupang&comma; para Dokter Spesialis yang tergabung dalam IDAI dan POGI&comma; Camat dan para Lurah se-Kecamatan Kelapa Lima&comma; Kepala Puskesmas Oesapa serta para orangtua dan anak penerima manfaat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dalam sambutannya Pj&period; Wali Kota memberikan perhatian serius terhadap isu stunting yang masih melanda lebih dari 900 anak di wilayah Oesapa&period; Ia menyampaikan pentingnya peran orang tua&comma; khususnya ibu-ibu&comma; dalam mengatasi masalah kesehatan anak&period; Dari 900 anak yang masih mengalami stunting&comma; kehadiran Ibu-ibu untuk penimbangan berat badan sangatlah vital dan akan didampingi oleh dokter spesialis yang peduli dengan masa depan anak-anak&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Beliau juga mengingatkan pentingnya memiliki keluarga yang sehat&period; &&num;8220&semi;Jika memiliki lebih dari dua anak&comma; pastikan ada dukungan ekonomi yang memadai&comma; lingkungan yang sehat&comma; dan akses air bersih&period; Mari kita berkomitmen untuk menghindari sifat malas dan memperhatikan kesehatan anak-anak&comma;&&num;8221&semi; tegasnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Pj&period; Wali Kota juga mengingatkan kepada para bapak untuk bekerja keras dan bertanggung jawab dalam mendukung keluarga sehingga tidak ada toleransi terhadap stunting di Oesapa dan harus bersama-sama berusaha menciptakan lingkungan yang sehat bagi anak-anak&period; Dalam kesempatan itu&comma; beliau menekankan pentingnya peran Puskesmas sebagai pusat edukasi kesehatan&period; &&num;8220&semi;Indikator kelurahan yang sehat adalah tidak adanya kasus stunting dan angka kunjungan pasien ke Puskesmas di bawah 50&percnt;&period; Ini bukan pabrik&comma; tetapi tempat di mana edukasi kesehatan berjalan terus&comma;&&num;8221&semi; jelasnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Untuk memastikan keberhasilan program ini&comma; Pj&period; Wali Kota meminta adanya laporan rutin bulanan dan tahunan&period; Ia menegaskan bahwa instansi pemerintah&comma; baik di tingkat daerah maupun pusat&comma; berkomitmen untuk mencegah stunting sebagai isu bersama&period; Gerakan kemanusiaan untuk mencegah stunting ini merupakan inisiatif Pj&period; Gubernur NTT&comma; yang dijabarkan oleh Pj&period; Wali Kota melalui kerjasama dengan IDAI&comma; POGI&comma; dan instansi terkait lainnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang&comma;drg&period; Retnowati&comma; M&period;Kes&comma; melaporkan bahwa kasus stunting di Kota Kupang telah menjadi perhatian utama sejak tahun 2021&comma; di mana prevalensi stunting mencapai 26&comma;1&percnt;&period; Dengan upaya bersama&comma; pada tahun 2022 telah melakukan pendataan langsung bersama Survei Status Gizi Indonesia &lpar;SSGI&rpar; dari Kementerian Kesehatan dan data menunjukkan angka stunting menurun menjadi 21&comma;5&percnt;&period; Hingga tahun 2024&comma; angka tersebut berhasil diturunkan menjadi 18&comma;4&percnt;&period; Meskipun penurunan persentase menunjukkan kemajuan&comma; Kadis Kesehatan menekankan pentingnya melihat data riil&period; Dari total kasus yang ditangani sebanyak 4&period;594&comma; kini angka tersebut berkurang menjadi 4&period;086&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Untuk mencapai hasil ini&comma; Dinas Kesehatan Kota Kupang telah melaksanakan berbagai intervensi spesifik&comma; termasuk pemberian makanan tambahan&comma; tablet tambah darah&comma; pemeriksaan ibu hamil&comma; serta dukungan bagi remaja yang mengalami leukemia&period; Inovasi terus dilakukan untuk menangani stunting&comma; salah satunya melalui pemberian susu Pangan Olahan untuk Keperluan Medis Khusus &lpar;PKMK&rpar; yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak-anak stunting&period; &&num;8220&semi;Sejak tahun lalu&comma; kami telah menyediakan susu PKMK&comma; dan hingga saat ini&comma; Puskesmas Oesapa telah melaporkan distribusi lebih dari 500 susu PKMK&comma;&&num;8221&semi; ungkap Kadis Kesehatan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kepala Puskesmas Oesapa&comma; dr&period; Ovlian Manafe&comma; menyampaiakan hasil evaluasi terbaru mengenai masalah gizi di wilayah kerjanya&comma; mencakup sasaran balita dan ibu hamil yang menjadi perhatian utama dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat&period; Jumlah balita yang menjadi sasaran program adalah 3&period;887&comma; sedangkan sasaran ibu hamil terdapat 1&period;783 ibu hamil&period;<&sol;p>&NewLine;<p>UPTD Puskesmas Oesapa telah melaksanakan berbagai intervensi spesifik dan sensitif&comma; antara lain perawatan gizi buruk&comma; rujukan balita gizi buruk ke rumah sakit&comma; pemberian makanan tambahan lokal bagi balita gizi kurang dan ibu hamil Kurang Energi Kronis &lpar;KEK&rpar;&comma; tatalaksana balita stunting dengan susu PKMK&comma; serta edukasi gizi secara berkala&period; Selain itu&comma; dilakukan intervensi sensitif meliputi kunjungan lintas sektor serta bantuan dari donatur dan CSR untuk mendukung pelatihan dan pendampingan&period; Harapannya dengan upaya kolaboratif ini&comma; status gizi balita dan ibu hamil di wilayah Oesapa dapat meningkat&comma; sehingga menciptakan generasi yang lebih sehat dan produktif&ast;&ast;&ast;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version