Site icon savanaparadise.com

Pemerhati Perempuan dan Anak di Ende Dampingi, Saat Korban Laporkan Mucikari dan Pemilik Kos ke Polisi

Ketua Perklumpulan Peduli Kasih, Yohana Afra Babo Raki (Foto: Mateus Bheri/SP)

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>Ende&comma; Savanaparadise&period;com&comma;- Pemerhati Perempuan dan Anak di Ende&comma; Yohana Afra Babo Raki mendampingi kelima perempuan&comma; sebagai korban saat para korban melaporkan Mucikari inisial T dan Pemilik Kos insial NA yang berprofesi sebagai ASN ke Kepolisian Resor Ende&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Pendampingan tersebut dilakukan Yohana karena merasa prihatin atas musibah yang menimpah kelima korban yang terjebak dalam kasus Prostitusi Online&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Melihat kasus ini kita sebagai pemerhati perempuan dan anak wajib untuk mengusut tuntas kasus ini&period; Ya&comma; secara hukum&period; Sehingga kami mendampingi korban untuk melapor&period; Ke sini&&num;8221&semi;&comma; kata Yohana kepada awak media&comma; Jumat&comma; &lpar;17&sol;6&sol;26&rpar;&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Laporan tersebut dilayangkan oleh salah satu korban insial KEY &lpar;18&rpar;&comma; mewakili empat korban lainnya di Kepolisian Resor Ende dengan laporan Polisi Nomor&colon; LP&sol;B&sol;84&sol;VII&sol;&sol;2026&sol;SPKT Satreskrim&sol;Res&period; Ende&sol;Polda NTT&comma; hari Jumat&comma; 17 Juli 2026&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Perkara yang dilaporkan para korban ini adalah dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang &lpar;TPPO&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Pihak yang dilaporkan itu adalah pemilik kos dan orang-orang yang keterkaitan diduga merusak mereka itu termasuk Mucikarinya&&num;8221&semi;&comma; ungkap Yohana yang juga adalah Ketua Perkumpulan Peduli Kasih Kabupaten Ende&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Yohana berharap pihak Kepolisian yang menangani kasus ini bertindak secara profeaional transparan&period;l sehingga masyarakat bisa mengetahui secara pasti akan kebenaran kasus ini&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sementara&comma; Kasat Reskrim Polres Ende&comma; Iptu Rifky Nugraha hingga berita belum dapat di konfirmasi media ini&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Di tempat berbeda&comma; menangapi laporan terhadap kliennya di Polres Ende&comma; Kuasa hukum&comma; Benedictus Siga kepada awak media menegaskan bahwa pihaknya siap mengikuti proses hukum<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Ya kita ikuti proses hukum&&num;8221&semi;&comma; tanggap Benedictus singkat&period;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version