Hasil Tracing Kontak Pasien Covid-19 Nagekeo ditemukan di Maropokot

- Jurnalis

Kamis, 14 Mei 2020 - 06:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mbay, Savanaparadise.com,- Kabupaten Nagekeo sudah masuk Zona Merah pasca satu warga diumumkan positif Covid-19. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid -19 terus melakukan tracing terhadap siapa yang melakukan kontak dengan pasien 01.

Hasil tracing yang dipimpin oleh Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid -19 Kabupaten Nagekeo, Silvester Teda menemukan satu warga Maropokot yang mempunyai riwayat kontak dengan pasien, Rabu, 13/05/2020.

Warga Maropokot berinisial AN (28) ini dikunjungi Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid -19. Silvester Teda melakukan dialog dengan AN dalam jarak 4 meter.

Kunjungan itu Silvester Teda didampingi, Ketua RT setempat, Kletus Mete Niga, Bidan Desa, Monica Wea serta kerabat dekat AN.

” Saya salah satu pekerja diwarungnya yang sudah bekerja selama 3 tahun lebih.” kata AN dalam kesempatan itu.

AN menjelaskan pada tanggal 7 Mei 2020 pukul 17.00 wita lewat sampai dengan pukul 21.00 wita mengaku sempat duduk ngobrol jarak dekat dengan pasien Terkonfirmasi positif rapid test.

AN menjelaskan lebih lanjut pada hari Sabtu, tanggal 9 Mei Ia pulang kerumahnya di desa Maropokot.

Silvester Teda mengatakan pengakuan AN itu sangat membantu dirinya dan juga untuk keluarga AN.

” Corona ini sangat berbahaya. Bisa membunuh kita . Virus itu tidak seperti pilek biasa. Jadi rajin-rajin kita mencuci tangan memakai sabun . Rajin memakai masker sehingga ketika kita batuk dan bersin-bersin cairan yang kita keluarkan itu akan terpercik muka kita sendiri sehingga virus itu tidak menular ke orang lain,” kata Slivester dihadapan AN dan kerabatnya.

Baca Juga :  Gunung Egon Kembali Keluarkan Asap

Silvester mengatakan AN harus dikarantina Selama 14 di kamar tidak boleh lakukan kontak fisik dengan siapapun. Lebih teknis nya akan dipantau oleh ibu bidan desa .

” yang lain akan kita dekati untuk melakukan penelusuran kepada mereka-mereka yang sudah melakukan kontak fisik dengan saudari kita pasien 01,” kata Silvester.

Bidan Desa Maropokot, Monika Wea mengatakan AN akan dilakukan Rapid Test.

” Kami sudah konfirmasi dengan tim medis kabupaten. setelah alat rapid test tiba maka kami akan langsung melakukan rapid terhadap AN, kata Monica (FR03)

Berita Terkait

Kondisi Jalan di Lepkes Ende Cukup Prihatin, warga Desak Pemerintah Segera Perbaiki
AKP Royke Weridity Resmi Jadi Kasat Lantas Polres Ende
Bupati Badeoda Uraikan Data Aktivitas Ekonomi Selama Event ETMC di Ende Dari Hasil Kajian BPS, Totalnya 18,40 Miliar
​Polres Ende Gelar Operasi Lilin Turangga 2025, Pastikan Nataru Tahun Ini Aman Kondusif
Polemik Antara Bupati dan DPRD Ende Berujung Hak Angket, Dewan Soroti Soal Adanya Silpa Tahun 2024 Tanpa Perubahan APBD
4 Fraksi DPRD Ende Usulkan Hak Angket Meski Paripurna Interpelasi Sempat Ricuh
DPRD Ende Tunda Rapat Paripurna Interpelasi, Ini Alasan dan Jadwalnya
Gubernur NTT, Melki Laka Lena Luncurkan Gerai NTT Mart di Ende
Berita ini 0 kali dibaca