Site icon savanaparadise.com

GPSP Desak KSOP dan PELNI Terbuka Soal Penyebab KM Lawit Tabrak Dermaga Ippi Ende

Sekretaris GPSP Kabupaten Ende, Marianus Yanto Woda (Foto: Mateus Bheri/SP)

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>Ende&comma; Savanaparadise&period;com&comma;- Sekretaris Gerakan Pencinta Suara Pancasila &lpar;GPSP&rpar; Kabupaten Ende&comma; Marianus Yanto Woda mendesak Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan &lpar;KSOP&rpar; kelas IV Ende dan Pelayaran Nasional Indonesia &lpar;PELNI&rpar; Cabang Ende harus terbuka soal penyebab terjadinya insiden Kapal Motor &lpar;KM&rpar; Lawit&comma; menabrak dermaga Ippi Ende&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Desakan ini disampaikan Sekretaris GPSP&comma; mengingat insiden tersebut telah terjadi sebanyak dua kali&comma; tetapi KSOP dan PELNI terkesan jarang mengekspos ke publik secara terbuka tentang akar penyebabnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Kasus ini sudah dua kali terjadi&period;tapi masyarakat belum mengetahui apa penyebab utama terjadi kecelakaan tersebut&period; Kita minta perlu ada transparansi di sini&period; Apakah insiden ini diduga karena faktor manusia&comma; atau &lpar;human error&rpar;&&num;8221&semi;&comma; ujar Yanto Woda melalui pesan singkatnya di WhatsApp&comma; Rabu&comma; &lpar;4&sol;11&sol;26&rpar;&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Ia mengungkapkan dari beberapa berita yang dibaca&comma; secara terbuka baik KSOP maupun PELNI berjanji akan menyampaikan secara terbuka hasil investigasi dan rekomendasi tim investigator&period; Bahkan PELNI juga berjanji akan menyampaikan perkembangan dan informasi secara berkala&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Bagi GPSP&comma; kata Yanto Woda&comma; sikap bijak ini patut diapresiasi dan didukung karena sikap terbuka tersebut dapat memperbaiki kesalahan demi menjaga keselamatan pelayaran&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Kita patut memberikan apresiasi atas gerak cepat yang dilakukan KSOP dan PELNI pasca tabrak itu&comma; sehingga para penumpang tidak mengelu dan ditelantarkan di pelabuhan Ippi Ende&period; Termasuk bagaimana menyiapkan kapal pengganti bagi penumpang yang hendak berangkat&period; Akan tetapi kita juga menginginkan KSOP dan PELNI juga harus berani mengungkap penyebab di balik tabrak itu&&num;8221&semi;&comma; tegas Yanto Woda&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menurutnya&comma; desakan ini bukan untuk mencari tahu siapa yang bersalah melainkan bertujuan mencari akar penyebab masalahnya demi mencegah kejadian serupa tidak terjadi kembali untuk ketiga kalinya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Kita minta ini perlu disikapi secara serius dari para pihak&period; Jangan sampai jatuh korban jiwa dulu baru kita reaksi&&num;8221&semi;&comma; pungkasnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Diketahui&comma; KM Lawit mengalami insiden&comma; menabrak dermaga Ippi Ende pada Kamis&comma; 29 Oktober 2026&comma; sekitar pukul 16&period;20 Wita&period; Insiden kapal mengalami rusak dilinggi bagian depan dan sedikit terjadi kebocoran pada bagian bawah bulbous bow&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sebelum insiden&comma; KM Lawit berangkat dari pelabuhan Waingapu menuju Pelabuhan Ende&period; Saat itu&comma; cuaca dalam kondisi nyaman dan arus sedikt kencang&period; Meski demikian&comma; menurut KSOP tidak hal-hal yang luar biasa yang terjadi pada saat itu&period; Namun&comma; pada saat nakhoda melakukan olah gerak kapal&comma; terjadilah benturan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sejauh ini belum diketahui secara pasti apa penyebab atau pemicu sehingga mengakibatkan kapal Lawit menabrak dermaga saat melakukan olah gerak&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Disisi lain&comma; pihak KSOP terkesan enggan menyampaikan perkembangan terkahir dari hasil investigasi&period; Saat dihubungi media melalui WhatsApp&comma; Selasa&comma; &lpar;4&sol;11&sol;26&rpar; enggan membalas pesan yang dikirim wartawan&period;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version