Frans Leburaya Disebut-Sebut Sebagai Capres Alternatif

- Penulis

Senin, 17 Februari 2014 - 21:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, Savanaparadise.com,- Nama Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Frans Leburaya di sebut-sebut sebagai capres alternatif. Frans Leburaya di pandang memiliki kapasitas yang cukup ideal sebagai Capres yang mewakili kawasan indonesia timur.

Seperti diberitakan http://manado.tribunnews.com, dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema ”Mencari Figur Pemimpin dari Indonesia Timur” yang digelar Indopolling Network di Hotel Yuta Manado, Sabtu (15//20142), nama Frans Leburaya merupakan salah satu capres alternatif di samping tokoh-tokoh lainnya dari kawasan Indonesia Timur.

Dalam diskusi ini peserta FGD sepakat pemimpin Indonesia kedepan berusia 50-an tahun, merupakan seorang visioner, mempunyai komitmen kerakyatan dan memiliki pengalaman memimpin daerah seperti gubernur, wali kota atau bupati, mempunyai komitmen untuk membangun kawasan timur Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menariknya dalam diskusi ini beberapa nama dari Indonesia Barat seperti Jokowi, Ridwan Kamil dan Tri Rismaharini tetap diusulkan peserta sebagai calon pemimpin Indonesia kedepan.

Baca Juga :  Akademisi Apresiasi Laporan Kinerja Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT, Dorong Standar Baru Akuntabilitas Politik

Sedangkan beberapa nama yang dianggap representasi Indonesia Timur dan layak memimpin Indonesia antara lain, `Gita Wirjawan (Mantan Menperindag), Frans Lebu Raya (Gubernur NTT), Marhanny Pua (Anggota DPD RI utusan Sulut), Benny Mamoto (Mantan Deputi BNN), Yasin Limpo (Gubernur Sulawesi Selatan), GSV Lumentut (Ketua APEKSI dan Wali Kota Manado), Agustin Teras Narang (Gubernur Kalimantan Selatan), Isran Noor (Bupati Kutai Timur), Sandiago Uno dan lainnya.

Pada sesi terakhir peserta mencoba menyandingkan calon presiden dan calon wakil presiden dengan satu di antaranya merupakan representasi pemimpin dari wilayah timur Indonesia. Akhirnya peserta sepakat figur capres yang paling berpeluang adalah Jokowi, kemudian peserta mencoba menyandingkan Jokowi (Capres) dengan Teras Narang (Cawapres), Jokowi (Capres)- Yasin Limpo (Cawapres), Jokowi (Capres)-Gita Wirjawan (Cawapres) dan Jokowi (Capres)-Isran Noor (Cawapres).

Senada dengan itu, salah satu tokoh muda Belu-Malaka di Kupang, Fredrikus R Bau, SE, Kepada Savanaparadise.com, mengatakan Jika mau dibandingkan, sebenarnya Frans Leburaya lebih hebat dari Gubernur DKI, Jokowi.

Baca Juga :  Perdes Masih Draf Uji Coba, Warga Suku Boti Mengaku Merugi Ratusan Juta

Fredrikus yang juga adalah salah satu jurnalis harian terkemuka di NTT ini mengatakan Yang kurang dari Frans Lebu Raya adalah kurangnya publikasi media massa sebagai akibat dari berbedanya permasalahan di DKI dengan di NTT. Warga DKI bahkan Indonesia mengelu-elukan Jokowi karena publikasi media tanpa berupaya mengetahui trackrecord sebelumhya seperti apa.

“Saya menyakini, jika Jokowi memimpin NTT tentu akan seperti Frans Lebu Raya atau bahkan kurang dari itu. Karena apa? Jokowi punya pengalaman memimpin Solo dan Jakarta yang memiliki APBD banyak dan kondisi wilayah yang hanya satu daratan. Sementara Frans Leburaya sudah teruji memimpin NTT selama 15 tahun (lima tahun wagub, 10 tahun sebagai gubernur,red)” ujar Fredrikus yang adalah Mantan Ketua Umum Fosmab, Sekretaris Umum Immala dan aktifis PMKRI Kupang.( manado.tribunnews.com /SP)

Berita Terkait

Panas! Bupati Ngada Abaikan Penunjukan Gubernur, Watu Ngebu Tetap Dilantik Jadi Sekda
Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah
VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit
Perdes Masih Draf Uji Coba, Warga Suku Boti Mengaku Merugi Ratusan Juta
Akademisi Apresiasi Laporan Kinerja Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT, Dorong Standar Baru Akuntabilitas Politik
Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan
Rapat Dinas DKP Gagal Total,Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Ogah Hadir
DPRD NTT Bantah Intervensi Kenaikan Tarif, Komisi II “Sidang” Kadis DKP Soal Polemik Pergub
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 Maret 2026 - 09:48 WIB

Panas! Bupati Ngada Abaikan Penunjukan Gubernur, Watu Ngebu Tetap Dilantik Jadi Sekda

Rabu, 4 Maret 2026 - 13:04 WIB

Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah

Sabtu, 21 Februari 2026 - 15:08 WIB

VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit

Rabu, 18 Februari 2026 - 20:57 WIB

Perdes Masih Draf Uji Coba, Warga Suku Boti Mengaku Merugi Ratusan Juta

Selasa, 17 Februari 2026 - 09:48 WIB

Akademisi Apresiasi Laporan Kinerja Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT, Dorong Standar Baru Akuntabilitas Politik

Berita Terbaru

Kondisi salah satu rumah warga di Dusun Nioniba isi dalam rumah dipenuhi lumpur sesudah banjir (Foto: Mateus Bheri/SP)

Ende

Puluhan Rumah Warga di Maukaro Ende Terendam Banjir

Sabtu, 7 Mar 2026 - 08:15 WIB