Site icon savanaparadise.com

Dianggap Langgar Protokol Covid, 2 Anak DI TTU Dihajar Aparat TNI Hingga Babak Belur

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>Kefamenanu&comma; Savanaparadise&period;com&comma;- Nasib naas menimpa Mikhael Jefentus Ukat &lpar;15 tahun&rpar;&comma; siswa kelas VII SMP Negeri Manufui dan Yakobus Naisau &lpar;17 tahun &rpar; Siswa kelas XI SMA Negeri Manufui&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Pasalnya&comma; kedua anak di bawah umur tersebut dihajar oleh anggota Koramil Biboki Selatan Kopral Kepala EP hingga babak belur sampai harus dilarikan ke puskesmas Manufui untuk mendapatkan perawatan intensif&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kejadian ini bermula&comma; ketika Kopral EP yang bertugas sebagai Babinsa desa Tainsala melintas di depan tempat Bilyard milik Agustinus Bitin Berek di desa Supun Kecamatan Biboki Selatan pada jumat &lpar;30&sol;7&sol;2021&rpar; sekitar pukul 18&period;00 wita&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Saat melintas di tempat tersebut sang Kopral melihat ada 3 orang anak yang sementara bermain bilyard&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kopral EP yang pada saat itu mengendarai sepeda motor dinas merk Trial&comma; lantas menghentikan laju motornya&comma; lalu mengambil gambar ke-3 anak yang sementara bermain bilyard tersebut&comma; menggunakan kamera Handphone miliknya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kopral EP kemudian menghampiri ketiga anak itu dan menanyakan nama anak-anak itu&comma; nama sekolah&comma; kelas berapa&comma; siapa nama orangtua mereka dan alamat tempat tinggal mereka&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ketiga anak yang diinterogasi sang Kopral kemudian menjawab pertanyaan yang diajukan tanpa ada rasa curiga jika mereka akan dihajar&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Setelah anak-anak tersebut memberitahukan nama orangtua dan alamat tempat tinggal mereka&comma; Kopral EP mengarahkan anak-anak tersebut ke rumah salah satu orangtua yang disebutkan yakni Bapak Marsel Naicea&period; Saat akan beranjak ke rumah Bapak Marsel&comma; salah satu anak yakni Blandino Boy Banusu ketakutan dan lari menghindar dari kopral EP&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sang Kopral kemudian memerintahkan korban Yakobus Naisau untuk membonceng Mikhael Jeventus Ukat menuju ke rumah Bapak Marsel kakak kandung dari Yakobus Naisau sambil dikawal oleh Kopral EP<&sol;p>&NewLine;<p>Tiba di depan rumah Bapak Marsel&comma; dengan sangat emosional Kopral EP turun dari motornya dan langsung menendang motor Revo milik Yakobus Naisau&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Marsel Naicea yang pada saat itu sedang makan malam bersama keluarganya&comma; ketika mendengar ada keributan di halaman rumahnya&comma; langsung keluar menjumpai kopral EP yang datang dengan Yakobus Naicea dan Mikhael Jefentus Ukat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Melihat Marsel Naicea keluar dari rumahnya Kopral EP menghampirinya dan bertanya apakah Ia mengenal anak-anak tersebut&comma; dan dijawab oleh Marsel bahwa dirinya mengenal kedua anak ini&comma; bahkan salah satu dari mereja yakni Yakobus Naisau adalah adik kandungnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Mengapa anak-anak ini disaat Corona begini bermain bilyard di sana&quest;&period; Kenapa dong tahu ini Corona&comma; masih keluyuran di sana&quest;&&num;8221&semi; tanya EP penuh emosi sambil menunjukan foto yang diambil dengan kamera handphonenya kepada Marselinus&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Marselinus Naicea kemudian meminta maaf kepada kopral EP namun tanpa peduli dengan permintaan maaf tersebut Ia langsung menuju Mikhael Jefentus Ukat dan meninjunya dengan sangat kuat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Selesai memukul Mikhael Jefentus Ukat&comma; sang Kopral bergerak lagi menuju Yakobus Naisau dan dengan tinjunya yang sangat kuat menghantam Yakobus tepat di bagian muka hingga bibir Yakobus bagian bawah pecah dan 2 buah giginya goyang&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Seolah belum puas&comma; kopral EP kemudian melayangkan lagi 2 kali pukulan yang sangat kuat tepat ke ulu hati &lpar;dada bagian bawah&rpar; Yakobus Naisau hingga jatuh terlentang&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Penganiayaan tidak berhenti di situ&period; Korban yang sudah jatuh tak berdaya&comma; diinjak pada bagian dada dengan sepatu boneng yang dikenakan kopral EP hingga Yakobus meringis kesakitan dan berteriak minta tolong&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Melihat Mikhael Jefentus Ukat masih berdiri di situ kopral EP menghampirinya dan memukulnya pada bagian muka dan punggung&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Selesai menghajar kedua anak tersebut&comma; kopral EP langsung memunggungi sepeda motornya dan dari atas sepeda motornya ia berteriak &&num;8220&semi;mau lapor ke mana saja silahkan&period; Ini Elias&comma; yang tidak pernah takut dengan siapapun&&num;8221&semi;&period; Iapun kemudian memacu sepeda motornya dengan sangat kencang dan pergi dengan rasa puas meninggalkan kedua korban yang sekarat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Pihak keluarga korban yang menyaksikan kejadian ini tak mampu berbuat banyak&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Setelah sang kopral pergi&comma; barulah keluarga menghampiri korban dan membawa mereka ke polsek Biboki selatan untuk melaporkan penganiayaan tersebut&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Melihat luka pukulan yang dialami korban sangat parah&comma; maka pihak polsek Biboki selatan kemudian membawa Mikhael Jefentus Ukat dan Yakobus Naisau ke puskesmas Manufui untuk divisum dan mendapatkan perawatan intensif&comma; namun pada puskesmas tersebut tidak ada tenaga dokter sehingga visum tidak sempat dilakukan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menurut bidan yang merawat kedua korban&comma; dokter pada puskesmas tersebut sedang menjalani isolasi diri di kefamenanu&comma; ibukota kabupaten TTU&comma; karena terpapar covid 19&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Korban Yakobus Naisau yang mengalami luka yang cukup parah&comma; mendapat perawatan intensif dengan menggunakan bantuan O2&comma; karena susah bernapas dan merasa sangat kesakitan pada ulu hatinya akibat tinju yang sangat kuat dari sang kopral&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Mikhael Jefentus Ukat juga menyampaikan keluhan sakit pada ulu hatinya dan pusing&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Karena ketiadaan tenaga dokter pada puskesmas Manufui&comma; maka pada pukul 22&period;00 wita pihak kepolisian sektor Biboki selatan&comma; membawa Mikhael Jefentus Ukat dan Yakobus Naisau ke Puskesmas Oelolok kecamatan Insana yang berjarak sekitar 15 km dari puskesmas Manufui untuk divisum&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Selesai visum&comma; kedua korban dibawa kembali untuk menjalani perawatan di puskesmas Manufui&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Informasi terakhir yang diperoleh media ini&comma; pada hari ini sabtu &lpar;31&sol;7&sol;2021&rpar; kedua anak korban penganiayaan tersebut dipaksa pulang oleh pihak puskesmas dengan alasan puskesmas tidak terima pasien rawat inap&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Penulis &colon; Yuven Abi<br &sol;>&NewLine;Editor &colon; Chen Rasi&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version