Site icon savanaparadise.com

Dewan di Ende Minta Pemerintah Belajar Ulang Tata Kelola Pemerintahan

Vinsensius Sangu, SH, MH, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Ende

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p><strong>Ende&comma; Savanaparadise&period;com<&sol;strong>&comma;- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah &lpar;DPRD&rpar; Kabupaten Ende&comma; Vinsensius Sangu meminta pemerintah belajar ulang tata kelola pemerintahan yang profesonal&comma; transparan&comma; akuntabel&comma; dan mensejahterakan rakyat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kritikan itu dilontarkan Vinsen Sangu  setelah Pemkab Ende melalui Disperindag mengalikan pendistribusian minyak tanah dari agen ke pemerintah kelurahan&comma; bukan lagi ke pangkalan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Bagi Vinsen&comma; langka yang diambil pemerintah ini selain tidak solutif&comma; pemerintah juga membebankan tugas tambahan yang sesungguhnya bukan tupoksi utamanya pemerintah di tingkat kelurahan&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Karena menurut Vinsen&comma; tugas utama pemerintah adalah memastikan proses dan tahapan pelayanan kepada masyarakat itu baik&comma; tepat sasaran&comma; tepat waktu&comma; transparan dan berkeadilan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Itu prinsip utama tugas pelayanan bukan mengambil perannya rakyat khususnya rakyat pedagang kecil&comma; pengecer dan pengusaha&&num;8221&semi;&comma; kata Vinsen kepada Savanaparadise&period;com&comma; Sabtu &lpar;17&sol;09&sol;22&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Vinsen menambahkan bagaimana mungkin ditengah rakyat mengalami kesulitan ekonomi yang melanda mereka&comma; pemerintah justru mengambil lahannya rakyat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Jenis Pemerintah model apa begini&quest;belajar ulang lah terhadap tata kelola pemerintahan yang profesionalisme&comma; transparan&comma; akuntabel dan mensejahterakan rakyat&&num;8221&semi;&comma; tegas Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Ende ini&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Vinsen juga mengatakan jawaban&comma; penjelasan&comma; dan tindakan pemerintah saat ini terhadap kelangkaan minyak tanah sangat kekanak-kanakkan&comma; tidak solutif&comma; dan tidak menyentuh akar masalah&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Langkah yang dilakukan pemerintah saat ini&comma; menurut Vinsen&comma; semestinya segera membentuk tim khusus atau tim kerja pemerintah daerah dengan melibatkan semua unsur seperti pemerintah&comma; kepolisian&comma; kejaksaan&comma; akademisi untuk penanganan masalah kelangkaan minyak tanah&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Tim inilah&comma; terang dia&comma; akan membantu Bupati dan Wakil Bupati membongkar jaringan mafia minyak tanah yang bikin rakyat sengsara&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Atau kalau data dan fakta sudah cukup&comma; ditambah integritas pemerintah sungguh baik bekerja dan melayani rakyat&comma; tegas Vinsen&comma; sesungguhnya bukan surat edaran untuk mewajibkan industri membeli minyak tanah non subsidi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Tetapi pemerintah wajib keluarkan surat pemberian sanksi kepada semua pengusaha&comma; industri yang melakukan aktivitas selama periode 2022 ini yang aktivitasnya berjalan tetapi tidak membeli minyak tanah jenis non subsidi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Jadi&comma; berhentilah maen inggo atau maen ciluba dengan rakyat disaat rakyat sedang menjerit &&num;8211&semi; menderita atas masalah kehidupannya dicaplok oleh mafia&&num;8221&semi;&comma; tegas mantan ketua GMNI ini&period;<&sol;p>&NewLine;<p><strong>Bongkar Mafia Minyak Tanah<&sol;strong><&sol;p>&NewLine;<p>Pengalihan minyak dari agen ke pemerintah kelurahan selain dinilai tidak solutif&comma; Anggota DPRD Kabupaten Ende&comma; Vinsen Sangu juga mendorong pemerintah agar berani membongkar mafia minyak tanah di Ende ini secara terang benderang&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Apabila itu tidak dilakukan pemerintah&comma; menurut Vinsen&comma; maka wajar tudingan publik kalau pemerintah adalah bagian dari mafia itu benar adanya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sebab dirinya menguraikan&comma; atas fakta kelangkaan minyak tanah di Kota Ende dan penjelasan pemerintah baik melalui Bupati maupun Wakil Bupati pada saat rapat paripurna belum lama ini&comma; penting direspon dan memberikan catatan untuk pemerintah&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Bahwa sesuai penjelasan depot partamina kepada utusan komisi II beberapa waktu lalu saat melakukan audience langsung di kantor Depot partamina menyatakan minyak tanah jenis non subsidi&comma; untuk tahun 2022 ini &lpar;periode Januari &&num;8211&semi; September pertengahan ini&rpar; setitik pun belum keluar dr depot partamina&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Selain itu jenis minyak tanah subsidi pendropingan dari depot ke Agen dan agen kepangkalan berjalan lancar dan tidak mengalami masalah&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Bahkan kepada perwakilan komisi II DPRD Kabupaten Ende&comma; urai Vinsen&comma; pihak depot partamina menjelaskan ketersediaan minyak tanah jenis subsidi sangat aman untuk 14 hari pasca pendropingan dari depot ke Agen&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Namun berdasarkan fakta lapangan&comma; kata dia&comma; sungguh bertolak belakang dengan penjelasan ini&period; Minyak tanah di kota Ende sangat langkah dan rakyat kesulitan mendapatkan minyak tanah ini&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Pertanyaannya&comma; minyak tanah ini hilangnya dimana&quest; Siapa yang menghilangkan minyak tanah ini&quest; Mengapa sulit sekali pemerintah mengungkapkan permasalahan kelangkaan minyak tanah ini&quest;&comma; tanya Vinsen&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Lebih lanjut jelas Vinsen&comma; merujuk pada penjelasan pihak depot Pertamina bahwa minyak tanah jenis non subsidi untuk tahun 2022 ini belum ada yang melakukan pembelian&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Maka pertanyaannya&comma; para industri&comma; perusahaan&comma; kontraktor&comma; pengusaha melangsungkan usahanya dengan salah satu bahan dasar minyak tanah&comma; dapat pasokan minyak tanah dari mana&quest;<&sol;p>&NewLine;<p>Sesungguhnya&comma; lanjut dia&comma; fakta ini menjadi rujukan dan petunjuk bagi pemerintah untuk masuk melakukan penindakan untuk membongkar rantai masalah kelangkaan minyak tanah di Ende&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Atau Pemerintah sengaja buta mata dan buta analisa untuk melihat fakta yang ada ini&quest; Lalu pemerintah Mau lempar bola api ini ke siapa&quest;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Persoalannya bukan saja pada pendistribusian yg dialihkan ke pemerintah kelurahan tapi bagaimana pemerintah membongkar mafia minyak tanah ini secara terang benderang&&num;8221&semi;&comma; tandasnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p><strong>Penulis&colon; Chen Rasi<&sol;strong>&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version