Site icon savanaparadise.com

Cipayung Plus Soroti Soal Penyerapan Anggaran Terendah Hingga Geothermal, Begini Kata Bupati Ende

Koordinator Massa Aksi, menyerahkan pernyataan sikap kepada Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda (Foto: Mateus Bheri/CR)

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>Ende&comma; Savanaparadise&period;com&comma; &&num;8211&semi; Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus melakukan aksi demostrasi di Kantor DPRD dan Bupati Ende&comma; Kamis&comma; &lpar;4&sol;9&sol;25&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Massa aksi yang terdiri dari PMKRI&comma; GMNI&comma; IMM&comma; dan BEM Unflor ini melakukan long marck dari margasiswa PMKRI Ende menuju Kantor DPRD dan Bupati&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dari atas mobil komando&comma; sepanjang jalan Eltari&comma; para orator massa aksi ini berorasi menyampaikan aspirasi baik terkait isu nasional maupun isu daerah&period; Beberapa isu daerah yang disoroti adalah termasuk penyerapan anggaran terendah dan juga soal isu proyek pembangunan Geothermal&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Tiba di Kantor DPRD Ende&comma; massa aksi disambut oleh pimpinan dan anggota DPRD&period; Sambil berpanas-panasan bersama&comma; massa aksi menyampaikan tuntutan mereka melalui pernyataan sikap yang disampaikan koordinator massa aksi&comma; Marselinus Erlan Le&&num;8217&semi;u&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Erlan Le&&num;8217&semi;u mengatakan kehadiran massa aksi hari ini ingin memyampaikan aspirasi masyarakat yang mungkin tidak didengar atau sengaja disampingkan&period; Aspirasi-aspirasi yang ingin disampaikan massa aksi hari ini menurut Erlan Le&&num;8217&semi;u adalah terkait kenaikan tunjangan gaji DPR&period; Massa aksi menilai terjadi ketidaksesuaian antara regulasi yang mengatur dan kenyataan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Mengapa&quest; tanya Erlan Le&&num;8217&semi;u&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ditambahkan&comma; merujuk pada Instruksi Presiden &lpar;Inpres&rpar; Nomor 1 Tahun 2025&comma; di mana soal efisiensi tapi di satu pihak DPR bersepakat menaikan tunjangan gaji mereka dan bagi massa aksi ini sangat kontradiksi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Poin kedua&comma; terkait Undang-undang Perampasan Aset&period; Massa aksi juga menilai sudah satu tahun lebih dari 2024 RUU Perampasan Aset ini dibahas namun sejauh ini belum disahkan DPRD&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Kita minta segera di sahkan&&num;8221&semi; tegas koordinator massa aksi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Erlan Le&&num;8217&semi;u lalu mengkritik DPRD Ende karena tidak menjalankan fungsi pengawasan secara baik sehingga Kabupaten Ende dinyatakan sebagai kabupaten dengan urutan terendah kedua se-Indonesia dalam penyerapan anggaran tahun 2025&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Erlan Le&&num;8217&semi;u juga mendesak DPRD Ende untuk menyalur aspirasi masyarakat terkait proyek pembangunan Geothermal ke Pemerintah Pusat dan segera mencabut SK Mentri ESDM yang menetapkan pulau Flores sebagai pulau Panas Bumi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ketua DPRD Ende Fery Taso dihadapan massa aksi mengharapakan adanya evaluasi dan kritikan dari masyarakat kepada DPRD Ende secara kelembagaan<&sol;p>&NewLine;<p>Ia juga mengajak massa aksi untuk memantau semua tuntutan yang disampaikan dan mengawalnya&comma; baik itu tuntutan yang ditujukan kepada anggota DPRD RI dan juga di internal DPRD Ende&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Kami juga sangat mengharapkan kami siap dievaluasi&comma; kami siap dikririsi&period; Dalam perjalanan kedepan&comma; mari kita memantau semua hal-hal yang sudah disampaikan tadi untuk kita bersama mengkawal&period; Baik untuk DPR RI dan diineternal kita&period; Kami juga berterima kasih kepada saudara-saudara kita TNI Polri&comma; dan Pol PP&comma; kita semua yang telah menjaga keamanan ini dengan baik&&num;8221&semi;&comma; ujar Fery Taso&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Aksi kemudian berlanjut ke Kantor Bupati&period; Sepanjang jalan menuju Kantor Bupati selain membawakan spanduk&comma; massa aksi juga berorasi dan meneriakan beberapa yel-yel demi membakar semangat api perjuangan massa aksi yang tergabung dalam Cioayung Plus ini&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Di Kantor Bupati&comma; massa aksi pun disambaut langsung Bupati dan wakil Bupati Ende&comma; Yosef Benediktus Badeoda dan Dominikus Minggu Mere&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Setelah memberikan kesempatan kepada para orator untuk berorasi&comma; koordinator aksi&comma; Erlan Le&&num;8217&semi;u kemudian membacakan beberapa tuntutan yang terangkum dalam pernyataan sikap&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Poin-poin pernyataan sikap massa aksi&comma; baik isu nasional maupun isu lokal&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dari beberapa isu lokal&comma; Erlan Le&&num;8217&semi;u juga menyentil soal penyerapan anggaran terendah dan isu proyek geothermal dan menuntut sikap Bupati atas kehadiran proyek tersebut&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sebelumnya&comma; Ia menyatakan kekecewaannya karena dalam aksi beberapa pekan lalu Bupati dan Wakil Bupati tidak berada ditempat pada saat aksi demostrasi penolakan proyek pembangunan Geothermal&period; Ia juga menyayangkan pada waktu itu mereka hanya disambut Asisten Setda&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Kita sangat kecewa karena yang bertemu dengan kami hanyalah asisten&&num;8221&semi;&comma; ungkap Erlan Le&&num;8217&semi;u&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Erlan melanjutkan&comma; mengenai persoalan geothermal yang diangkat massa aksi hari ini adalah berangkat dari keprihatinan masyarakat dan generasi yang terdampak&period; Ia menegaskan hari ini massa aksi ingin meminta Bupati dan Wakil Bupati untuk menyatakan sikap menolak geothermal demi masyarakat Kabupaten Ende yang telah mendukung bapak berdua menjadi Bupati dan Wakil Bupati&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sementara Bupati Ende&comma; Yosef Benediktus Badeoda sebelum menjawab tuntutan massa aksi mengaku gembira atas kehadiran massa aksi&period; Ia kemudian menegaskan bahwa selama di kepemimpinan mereka berdua akan mengedepankan soal transparansi dan akuntabilitas&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Jadi semua kondisi yang ada di kabupaten Ende akan disampaikan ke publik&period; Kita tidak bicara omong kosong tapi kita bicara kondisi riil yang ada di Kabupaten Ende hari ini&period; Kalau kita bicara soal pembangunan kenapa Ende kabupaten tertua kalah dengan kabupaten Ngada dan Nagekeo&comma; itu karena politik anggaran kita dikuasi oligarki&&num;8221&semi;&comma; kata Bupati&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Berkaitan dengan rendahnya penyerapan anggaran&comma; Bupati menjelaskan saat ini pihaknya baru menerbitkan Peraturan Bupati &lpar;Perbub&rpar; hasil efisiensi untuk diterapkan<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Jadi sebelum kita ada Perbub maka semua kegiatan paket kita itu dilakukan dengan manual&period; Nah yang tercatat itu hanya sedikit yang terinput ke sistem&period; Jadi memang tercatat bahwa Ende terendah&period; Khususnya seluruh paket pekerjaan di dinas PK dan Dinkes&period; Itu hampir 60 M&&num;8221&semi;&comma; jelas Bupati<&sol;p>&NewLine;<p>Bupati memastikan penyerapan anggaran berjalan seperti apa yang sudah direncanakan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Selanjutnya mengenai isu Geothermal&comma; Bupati mengatakan saat ini dirinya masih menunggu hasil kajian&period; &&num;8220&semi;Saya ada dua sisi bahwa Geothermal harus bisa bermanfaat bagi masyarakat&comma; bagi kita semua&&num;8221&semi;&comma;tambah Bupati&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Bupati mengaku sumbangan dari perusahan sampai hari ini sayangnya belum&period;banyak membantu&period; Hal tersebut menurut Bupati nampak dari akses jalan yang masih buruk&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Saya sudah minta Gubernur untuk evaluasi&period; Karena pemerintah pusat sudah menyerahkan kepada Gubernur untuk menangani perusahan proyek Geothermal yang ada di Flores&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Dan saya sependapat dengan Bapak Uskup bahwa kalau ini lebih banyak masalahnya&comma; ya kenapa diteruskan&period; Kita tidak punya kewenangan cabut karena itu pemerintah pusat tapi kita sampaikan bahwa itu tidak bermanfaat buat kita&period; Posisi kita hanya sampai disitu&period; Kalau kita bilang tidak boleh&comma; itu kita tidak kewenangan&comma; itu kewenangan pemerintah pusat&&num;8221&semi;&comma; tandasnya &lpar;Mateus Bheri&sol;CR&rpar;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version