Site icon savanaparadise.com

Anggaran Pilkades Capai 3,9 M, Komisi 1 DPRD Ende Minta Dikaji Ulang

Rapat Kerja Komisi 1 DPRD Kabupaten Ende (Foto: RakyatFlores.com)

&NewLine;<&excl;-- WP QUADS Content Ad Plugin v&period; 3&period;0&period;5&period;1 -->&NewLine;<div class&equals;"quads-location quads-ad1" id&equals;"quads-ad1" style&equals;"float&colon;none&semi;margin&colon;0px&semi;">&NewLine;&NewLine;<&sol;div>&NewLine;<p>Ende&comma;- Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa &lpar;Pilkades&rpar; serentak di Kabupaten Ende rencananya akan dilaksanakan pada tahun 2027&period; Kali ini&comma; sebanyak 159 Desa yang tersebar di 19 Kecamatan akan mengikuti pesta demokrasi rakyat di tingkat desa tersebut&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Menariknya&comma; dalam Pilkades serentak kali ini&comma; anggaran yang direncanakan Pemerintah Kabupaten &lpar;Pemkab&rpar; Ende sebesar 3&comma;9 M&period; Tentunya hal ini memantik reaksi dari sejumlah Anggota DPRD Kabupaten Ende&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sejumlah Anggota Dewan menyoroti rencana anggaran tersebut yang dinilai angkanya cukup fantastik&period; Sorotan itu terjadi dalam rapat kerja Komisi I DPRD Ende bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa &lpar;PMD&rpar; Kabupaten Ende&period;<&sol;p><div class&equals;"ad-middle"><p class&equals;"ad-title">ADVERTISEMENT<&sol;p><div class&equals;"ad-content"><div class&equals;"ad-content-a"><div class&equals;"ad-content-b"><div class&equals;"ad-content-c"><script async src&equals;"https&colon;&sol;&sol;pagead2&period;googlesyndication&period;com&sol;pagead&sol;js&sol;adsbygoogle&period;js&quest;client&equals;ca-pub-8882367248828292"&NewLine; crossorigin&equals;"anonymous"><&sol;script>&NewLine;<&excl;-- header 970 x 250 -->&NewLine;<ins class&equals;"adsbygoogle"&NewLine; style&equals;"display&colon;inline-block&semi;width&colon;970px&semi;height&colon;250px"&NewLine; data-ad-client&equals;"ca-pub-8882367248828292"&NewLine; data-ad-slot&equals;"6008007437"><&sol;ins>&NewLine;<script>&NewLine; &lpar;adsbygoogle &equals; window&period;adsbygoogle &vert;&vert; &lbrack;&rsqb;&rpar;&period;push&lpar;&lbrace;&rcub;&rpar;&semi;&NewLine;<&sol;script><&sol;div><&sol;div><&sol;div><&sol;div><p class&equals;"scroll-to-resume">SCROLL TO RESUME CONTENT<&sol;p><&sol;div>&NewLine;<p>Anselmus Kaise&comma; Wakil Ketua Komisi 1 DPRD Ende menegaskan rencana anggaran mendekati 4 M tersebut butuh pertimbangan matang antara DPRD Ende dan Pemerintah&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dikatakan&comma; meski semua orang menginginkan Pilkades berjalan tertib&comma; aman&comma; dan profesional namun menyangkut penggunaan anggarannya paling tidak harus memperhatikan prinsip efektivitas dan efisiensi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Karena itu&comma; Dirinya meminta agar pemerintah perlu mengakaji ulang dan menghitung secara baik&comma; profesional dan lebih rasional sehingga tidak dibully rakyat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Masa hanya untuk urus sebuah proses demokrasi&comma; kita habiskan uang anggaran hampir 4 M&period; Ini angka yang sangat fantastis&&num;8221&semi;&comma; tegasnya Ansel Kaise yang dilansir dari RakyatFlores&period;com&comma; Kamis&comma; &lpar;29&sol;10&sol;26&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ansel Kaise mengatakan efisiensi anggaran harus dilakukan dengan mempertimbangkan kualitas demokrasi yang dihasilkan dalam Pilkades serentak tersebut&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sorotan yang sama juga datang dari Anggota Komisi 1 DPRD Ende&comma; Didimus Toki&period; Ketua Partai Hanura ini menilai rencana anggaran Rp&period; 3&comma;9 miliar tersebut masih terlalu besar&comma; meskipun saat ini baru sebatas rancangan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ia meminta Dinas PMD bersama TAPD meninjau kembali setiap komponen pembiayaan&comma; terutama di tengah keterbatasan anggaran daerah&period; Jika terdapat pos anggaran yang masih bisa dihemat&comma; menurutnya&comma; hal tersebut perlu dipertimbangkan kembali&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sementara itu&comma; Anggota Komisi I DPRD Ende lainnya&comma; Nando Watu&comma; turut mempertanyakan sejumlah alokasi anggaran dalam perencanaan Dinas PMD&period; Ia menyoroti rencana anggaran tim penggerak PKK sekitar Rp&period; 500 juta&comma; biaya penetapan batas desa sebesar Rp&period; 910 juta&comma; serta anggaran untuk masyarakat adat sekitar Rp&period; 180 juta&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Nando meminta agar setiap alokasi anggaran disertai penjelasan mengenai tujuan&comma; manfaat&comma; dan indikator hasil yang ingin dicapai&period; Menurutnya&comma; penjelasan tersebut penting agar anggota DPRD dapat menjalankan fungsi pengawasan dan mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran kepada fraksi maupun masyarakat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Saya juga melihat di sini dalam hubungan dengan kegiatan&comma; mohon maaf&comma; saya juga karena belum terlalu banyak paham&comma; tapi setidaknya saya juga melihat di sini ternyata untuk anggaran PKK itu masuk nomenklaturnya lewat Dinas PMD&period; Karena itu kurang lebih Rp&period; 500 jutaan&period; Nah&comma; ini indikator output-nya apa&quest;” ujar Nando&period; Menanggapi berbagai sorotan tersebut&comma; Kepala Dinas PMD Kabupaten Ende&comma; Adrianus Yosafat Muda&comma; menjelaskan bahwa alokasi Rp&period; 3&comma;9 miliar merupakan rancangan anggaran untuk membiayai Pilkades serentak tahun 2027 di 159 desa&period; Ia menegaskan&comma; perencanaan tersebut telah mempertimbangkan efisiensi&comma; termasuk melalui perbandingan biaya pelaksanaan Pilkades di sejumlah kabupaten lain&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Adrianus mencontohkan Kabupaten Kupang yang mengalokasikan anggaran sekitar Rp&period; 1&comma;7 miliar untuk pelaksanaan Pilkades di 30 desa&period; Sementara itu&comma; Kabupaten Sikka mengalokasikan sekitar Rp&period; 4&comma;5 miliar untuk pelaksanaan Pilkades serentak di 80 desa&period; Berdasarkan perbandingan tersebut&comma; ia menilai rencana anggaran untuk 159 desa di Kabupaten Ende masih tergolong hemat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Kita ada 159 desa&comma; dikasih Rp&period; 3&comma;9 miliar sudah sangat hemat jika dibandingkan dengan kabupaten lain&comma;” jelas Adrianus&period; Ia menambahkan&comma; pihaknya telah berdiskusi dengan TAPD selama hampir tiga jam untuk membahas rencana anggaran tersebut&comma; termasuk perhitungan harga perkiraan sendiri &lpar;HPS&rpar;&period; Menurutnya&comma; menekan anggaran hingga Rp&period; 2 miliar akan sangat sulit karena terdapat sejumlah kebutuhan wajib yang harus dibiayai melalui APBD&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Adrianus menjelaskan&comma; salah satu komponen utama ialah honorarium panitia pilkades tingkat desa yang secara regulasi harus ditanggung melalui APBD&period; Dengan kebutuhan 11 orang panitia di setiap desa&comma; jumlah personel yang harus dibiayai mencapai lebih dari seribu orang&period; Jika setiap panitia menerima honorarium Rp&period; 500 ribu&comma; kebutuhan anggaran untuk honorarium saja diperkirakan mendekati Rp&period; 900 juta&period; Jumlah tersebut belum termasuk pengadaan surat suara&comma; kotak suara&comma; pembangunan tempat pemungutan suara &lpar;TPS&rpar;&comma; dan kebutuhan teknis lainnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Kami sudah titip RKA di TAPD&period; Nanti pada saat pembahasan lebih dalam&comma; kami bisa menyampaikan RKA yang mungkin sudah dipindahkan TAPD untuk didiskusikan dan ditampilkan di Badan Anggaran&comma;” tutupnya&period;&NewLine;<&sol;p>

Exit mobile version