Ende, Savanaparadise.com,- Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena meluncurkan Gerai NTT Mart yang berada di Jalan Soekarno Ende, Minggu, (14/12/25).
Kegiatan peluncuran Gerai NTT Mart dihadiri, Kepala Dinas Perindag NTT, Zeth Sonny Libing, Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda, Ketua Dekranasda Ende, Cici Badeoda, Plt. Sekda Ende, segenap pimpinan OPD Ende, Anggota DPRD Ende, dan Dirut PDAM Ende.
Kepala Disperindag NTT, Zeth Sonny Libing menjelaskan bahwa kehadiran NTT Mart di Ende merupakan hasil kolaborasi dan kerja sama antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT dengan Dekranasda kabupaten Ende. Karena itu, tambah dia, sebutan untuk NTT Mart ini adalah NTT Mart By Dekranasda Ende.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kadis Sonny Libing mengatakan, kedepan NTT Mart By Dekranasda Ende akan dikelola langsung oleh Dekranasda Ende yang di dalamnya akan dibantu oleh pegawai P3K yang ada di Disperindag Ende maupun P3K Provinsi.
“Karena itu seluruh ASN di Ende setiap bulan bisa berbelanja di NTT Mart. Kita berharap agar ASN bisa terlibat, berpartisipasi di dalamnya sehingga ekonomi pengusaha IKM berjalan dengan baik”, harap Kadis Sonny.
Kadis Sonny menyebut, produk lokal yang sementara tertampung di NTT Mart By Dekranasda Ende sebanyak 936 prodak yang berasal dari para pelaku UMKM di kabupaten Ende. Dari produk-produk yang ada di NTT Mart ini, beber Kadis Sonny, semuanya akan dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi.
“Kita berharap lewat NTT Mart ini ekonomi masyarakat terutama pengusaha IKM bisa bertumbuh dengan baik. Kita ingin agar seluruh masyarakat bisa mengenal bahwa kita punya produk lokal yang luar biasa. Kita juga memberitahu kepada masyarakat bahwa kita juga mampu membuat hilirisasi, mengubah prodak kita yang masih mentah sehingga memiliki nilai”, ujarnya.
Dikesempatan yang sama, Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda menyambut baik kehadiran NTT Mart di kabupaten Ende. Menurutnya, kehadiran NTT Mart bukan saja menghasilkan ruang transaksi ekonomi tetapi juga menghadirkan harapan bagi pengusaha IKM, Petani, Nelayan, dan seluruh masyarakat NTT untuk bangkit, mandiri, dan berdaya saing.
Bupati menilai, NTT Mart adalah simbol keberpihakan pemerintah kepada produk lokal yang mana karya anak NTT di beri ruang yang terhormat, dipasarkan dengan martabat dan perkenalkank pada dunia.
“Ini sejalan dengan semagat kita bersama, membangun dari desa, menguatkan semangat akar rumput, dan menumbuhkan ekonomi yang berbasiskan kearifan lokal. NTT Mart memberi pesan yang sangat kuat bagi kita semua, bahwa produk NTT layak dihargai, bahwa UMKM kita tidak boleh berjalan sendiri dan bahwa pemerintah selalu hadir untuk membuka jalan bagi mereka”, tukas Bupati.
Bupati menyebut, kabupaten Ende sebagai rahim Pancasila meyakini bahwa pembangunan ekonomi harus berlandaskan nilai gotong royong, keadilan sosial, dan kemanusian. NTT Mart mencerminkan nilai-nilai tersebut dan memberikan kesempatan yang sama, memperkuat solidaritas, dan mendorong kesejahteraan bersama.
Karena itu, Bupati berkomitmen untuk mendukung dan menyukseskan NTT Mart dengan mendorong pengusaha IKM lokal agar terus meningkatkan kualitas produk sehingga mampu berdaya saing seirama dengan dunia pasar yang semakin kompetitif.
“Kami berharap NTT Mart tidak hanya menjadi etalase produk tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi bagi daerah. Ruang kolaborasi serta inspirasi bagi generasi muda NTT untuk berani berusaha dan mencintai produk daerahnya sendiri”, kata Bupati
“Jadi saya sepakat dengan bapak Gubernur bahwa kita ASN harus belanja produk kita, bagaimana menghidupkan NTT Mart kita”, tambahnya.
Sementara, Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, dalam sambutannya mengungkapkan NTT Mart ini muncul sebagai bagian dari mendorong ekonomi masyarakat NTT agar bisa bertumbuh.
Gubernur menjelaskan bahwa ada beberapa faktor yang mendorong pelaku uMKM di NTT agar dapat bertumbuh, diantaranya adalah jaminan pasar, pelatihan-pelatihan, dan literasi keuangan.
“Nah, NTT Mart ini sejak awal saya berpikir, ini menjadi sebuah jawaban kalau orang berbicara UMKM dan IKM ini. Pemerintah hadir untuk mengatakan bahwa sekarang pasar harus menjadi milik kita”, kta Gubernur Melki.
“Yang kedua, kita harus memastikan bahwa perlu adanya pelatihan yang baik dan benar sesuai dengan kebutuhan meraka di lapangan.Kalau dia bekerja di sekror pertanian misalnya, bagaimana membantu dia meningkatkan produktifitas. Agar produk yang dihasilkan tersebut bernilai tinggi. Nah kita perlu siapkan tenaga-tenaga pendamping”, tambahnya.
Selain menjelaskan soal jaminan pasar dan perlu adanya pelatihan-pelatihan, Gubernur Melki juga menyinggung soal literasi keuangan. Menurutnya, kebanyakan orang NTT belum memiliki jiwa pengusaha yang mendorong mereka untuk sukses. Hal itulah yang membuat para pelaku dan pengusaha UMKM, IKM gagal bertumbuh dan kalah bersaing di pasar.
“Orang NTT ini, dapat untung hari ini, malam ini habis memang. kita tidak berpikir bagaimana uang itu dipisahkan. Mana untuk produksi berikutnya, mana yang dapat pakai sehari-hari, mana untuk dana pengembangan. Itulah pengusaha punya pola pikir yang membuat meraka sukses”, ucapnya.
Dirinya kemudian mendorong agar para pengusaha IKM harus terbiasa berpikir gaya pengusaha, habis produksi harus mendapat keuntungan.
“Itu perlu dibagi memang, ini untuk usaha lanjutan, ini untuk dipakai sehari-hari sehingga produktivitasnya itu terus meningkat dari tahun ke tahun. Karena itu butuh literasi keuangan”, pungkasnya.
Penulis : Mateus Bheri/CR











